Sugar Baby

Sugar Baby
"BAYI NAKAL"


__ADS_3

Yora mandi di ruangan yang serba kaca. Dia membuka tirai abu abu mewah kamar mandi.


Yahh pemandangan bawah laut yang menakjubkan. banyak ikan ikan segar berlarian dengan riang.


Yora seakan tehipnotis dengan keindahan trumbukarang yang berwarna warni bergerak tersapu mengikuti ombak dasar laut.


Tanpa sadar Yora telah menempelkan wajah ke pembatas kaca yang begitu tebal.


"Benar Benar luar biasa." Ucap Yora sembari mengamati ikan ikan yang bergerak kesana kemari.


Yora sadar harus segera mandi.


Dia buru buru menutup tirai kembali dan bergegas mandi.


#Eden


Eden duduk dikamar mewah Yora.


Eden nampak biasa saja ditempat se mewah itu.


sebenarnya ada lemari cukup besar didalam kamar namun bagi Eden baju baju ala turis yang begitu terbuka tak cocok dengan tantenya.


Pintu terbuka yora keluar dengan selembar handuk putih.


Benar eden berbinar melihat yora yang begitu menawan. Wajah natural dengan senyuman bak malaikat yang ramah.


Eden segera menutup matanya, dia tau tanten nya mungkin akan merasa malu.


"Aku tidak melihat apapun." Ucap eden menutupi matanya sembari beranjak dan keluar kamar.


Yora menggelengkan kepalanya.


" Bagaimana mungkin dia seimut itu." Ucap yora yang tersenyum dengan tingkah laku Eden.


Yora merasa baju gantinya dia melihat bajunya.


Itu adalah mini dress yang cantik dengan warna cream dan beberapa hias renda pola bunga.


Begitu sederhana namun akan begitu sesuai dengan tubuh yora yang ramping. walapun terkesan sedikit terbuka namun masih cukup sopan.


Yora memakai bajunya dan merias wajah.

__ADS_1


Memakai liptisk natural.


dia menggigit bibirnya melihat dirinya yang begitu manis dan menawan.


"Uhh siapa perempuan tua itu." Ucap yora yang sedikit kagum dengan wajahnya sendiri.


"Bagaimana mungkin perempuan sepertimu masih belum menikah yora?" Ucap yora pada cermin.


Iyah dia Yora memang tipe perempuan yang gila kerja.


Itu menjadi alasan paling pokok yora masih single sampai sekarang.


Dia keluar menuju tempat makan.


Eden telah rapih seperti orang dewasa.


Rambutnya kini ditata kebelakang tanpa poni. Tentu saja dia makin terlihat begitu sempurna.


Ada seorang pelayan laku laki disamping eden. Ada pola dua bodygard kekar dan gagah menjaga di sana.


Yora berjalan dengan anggun melihat disalah satu sisi ruangan terdapat kaca bening lebar. Ikan Ikan terlihat begitu riang.


Pemandangan bawah laut yang sempurna. Yora masih terpana dengan suasana dasar laut yang begitu cantik.


"Bagaimana tante sudah terbiasa dibawah laut. Bukankah dasar laut begitu indah." Ucap eden dengan gembira.


"Kau jauh lebih menawan eden." Ucap yora sembari menikmati makanan laut yang segar.


"Tidak Tidak tante lebih cantik."Ucap eden dengan begitu menggemaskan.


Pelayan menahan tawa karena eden.


Mata Eden menajam.


" Kalian semua keluar!." Seru Eden sambil mengerutkan kening sembari menatap tajam.


Seorang palayan sempat minta maaf dengan bahasa asing namun Eden tetap kekeh agar mereka keluar.


Mereka pun meninggalkan ruangan hanya tersis eden dan Yora.


Yora menyantap salad pembuka dengan anggun.

__ADS_1


Eden menatap Yora.


"Ratu sungguhan..." Ucap Eden melongo.


Yora menatap mata Eden.


"Tidak baik bicara saat makan tuan muda." Ucap Yora dengan sopan sembari menahan ekspresi.


Yora kembali makan salad segar nya, Namun tangan Eden yang jail justru menarik garpu Yora dan memakan salad yang hampir masuk kemulut Yora.


Yora kehilangan ekspresi anggun nya.


"Yah ini jauh lewih mewah." Ucap Eden sembari mengunyah salad nya.


"Kau meledek ku." Ketus Yora dengan raut setengah kesal.


"Yah bagaimana lagi kalau tante sok cantik begitu aku tidak tahan loh tante." Ucap Eden dengan raut imut nya.


Yora hanya menganggkat alisnya.


"Iyah mataku nakal sekali. dia bahkan tak bisa berpaling dari bibir tante yang sedang mengunyah salad." Ucap Eden lagi sambil mendekat ke yora dan langsung memeluk yora yang terduduk.


" Eden Kau sama sekali tak cocok menjadi pria manja. malulah dengan jas keren mu." Ucap yora yang masih belum membalas pelukan Eden.


"Aku sama sekali tidak peduli." Ucap Eden lagi.


Yora membalas pelukkan Eden dengan mengeratkan dekapan Eden.


Dengan tatapan penuh harap menghadap kelautan penuh ikan yora mengatakan " Kali ini aku benar benar percaya pada keajaiban." Ucap yora lirih.


Eden melepas pelukkan nya.


"Mau wine??." Ucap Eden seperti laki laki penggoda.


Mata yora sedikit melotot.


"Hei kau pikir aku akan membiarkan mu jadi pria nakal setelah minum Wine." Ucap yora sembari menjewer kuping Eden.


"Hehe maaf maaf aku tak akan minum wine." Ucap Eden tersenyum lalu duduk ditempatnya kembali.


Eden hanya memesan beberapa botol sari anggur tanpa alkohol.

__ADS_1


Mereka melanjutkan makan malam.


__ADS_2