Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 35


__ADS_3

Hyun-Jae melangkah membawa sekotak obat dan kapas.


Dia duduk disamping Eden. Jun kecil juga duduk disofa itu namun jarak nya agak jauh.


"Wahh kak hyun apa ini pacar kakak". Ucap Jun dengan nada yang menggemaskan.


Hyun-Jae langsung menatap tajam Jun dengan raut wajah mengancam.


Jun paham itu mengisyaratkan agar Jun pergi dan tidak mengacau.


Saat ada dibelakang Eden Jun membisikkan sesuatu.


"Jangan menyukai Iblis seperti kakak ku". Ucap Jun lirih pada Eden.


Eden pun tersenyum dan sedikit tertawa.


Hyun-Jae memandang sinis Eden.


"Sekali lagi kau tertawa aku tampar!". Ucap Hyun-Jae mengancam.


Ibu Hyun-Jae nampak senang melihat keakraban putri nya dan lagi Eden juga terlihat anak baik baik.


#Disisi lain


Tanpa sepengetahuan Eden ternyata paman Haza sengaja mengotak atik ponsel Eden. Yang mana itu membuat lokasi Eden selalu terpantau komputer.


Haza terus heran dan bertanya mengapa Eden ada dialamat asing?,


Dalam benak Haza hiya terlintas kalau Eden ada bersama Yora.


Paman Haza mulai mengetik alamat yang tengah disinggahi tuan mudanya itu. Paman Haza hanya ingin memastikan kalau Eden baik baik saja.


Haza terkejut karena dalam internet tertulis bahwa tempat itu adalah pemukiman Rakyat sederhana. Dan lagi umum nya tempat itu ditinggali oleh keluarga sederhana yang rata rata penghasilan nya menengah ke bawah.


"Sedang apa Eden di tempat seperti itu". Gumam Haza sambil memegangi mose komputer nya.


Paman Haza makin curiga karena khawatir dia pun memutuskan untuk mengecek langsung kesana.

__ADS_1


Belum sempat paman Haza keluar rumah iya malah berpapasan dengan Jj.


Wajah Jj heran karena melihat paman Haza yang tergesa gesa.


"Mau kemana?". Tanya jj dengan raut yang datar.


Paman Haza jelas tak mau membeberkan kemana iya akan pergi.


"Maaf tuan tapi saya ada urusan mendesak. Permisi". Paman Haza langsung lewat begitu saja.


Raut Jj menjadi kesal.


"Dasar kacung!. Beraninya dia mengabaikan ku." Ucap Jj.


Dalam keadaan marah itu Jj tiba tiba mendapatkan panggilan.


Rupanya itu adalah panggilan dari orang suruhan Jj.


"Cepat katakan apapun jangan basa basi!". Ucap Jj yang langsung nyolot.


Mengetahui itu Jj ingat yang barusan memerintahkan adiknya untuk kuliah. Jj kini tersenyum picik.


"tahan dulu dan tetap awasi. Biar kita tunjukkan mimpi buruk yang paling mengerikan untuk bedebah itu". senyum nya begitu mengerikan dan suara nya juga seperti mengisyaratkan sebuah petaka.


#Eden


Dia selesai diobati.


Ibu Hyun-Jae menawarkan segelas minuman dan langsung meletakkan dimeja tepat dihadapan Eden Sambil sesekali tersenyum ramah.


Hyun-Jae yang menyaksikan itu justru menatap Eden dengan aneh karena semua orang terlihat begitu baik didepan Eden.


Dan lagi raut wajah Eden yang sok polos bagi Hyun-Jae itu hal yang sangat menggelikkan dan membuatnya muak.


"Sudah aku obati sekarang silahkan pergi dari sini". Ucap Hyun-Jae pada Eden.


"Jaga bicarmu. Dia itu tamu". Ucap ibu Hyun-Jae menasehati.

__ADS_1


Tiba tiba Jun langsung datang.


"Patas saja tak ada laki laki yang suka pada kakakku". Ucap Jun dengan nada meledek.


Hyun-Jae begitu marah mendengar kata itu.


"Dengar,,Bukannya ngak ada. Tapi aku tolak semua laki laki tau!". Seru Hyun-Jae yang tak terima dan berusaha berbohong.


Pada memang benar sikap memang kasar namun hatinya lembut itu juga dibuktikan saat Hyun-Jae menolong Eden yang sekarat.


Lalu Hyun-Jae menatap Eden."Hei kau cepat pulang sana. Memuakkkan sekali". Ucap Hyun-Jae.


Eden pun beranjak dengan berat hati.


Setelah memberi salam pada ibu Hyun-Jae. Dan Jun juga memberi salam namun Jun menyodokan sesuatu. Itu adalah permen karet yang biasa Jun beli.


Eden menerima nya sambil tersenyum dan mengucap.


"katakan apa yang kau inginkan". Ucap Eden pada Jun.


Jun kecil membisikkan sesuatu.


Hyun-Jae baru muncul karena mengambil jaket.


"Sudah drama nya. ayo cepat". Ucap Hyun-Jae sambil duduk dan memakai sepatu begitu pula dengan Eden.


"Kapan kapan berkunjunglah kemari". Ucap ibu Hyun-Jae sebelum pintu ditutup.


Hyun-Jae dan Eden sudah keluar apartemen. Hyun-Jae berniat masuk kerumah.


namun Eden menghentikan nya dia juga merogoh tas dan memberikan selembar kartu nama dan alamat rumah Eden.


Sebenarnya itu adalah hal yang rahasia namun Eden memberikan pada Hyun-Jae sebagai tanda trima kasih.


"Kau bisa datang kerumahku kapanpun". Ucap Eden.


Hyun-Jae tak menghiraukan awalnya iya menolak namun iya terpaksa menerima agar Eden cepat pulang.....

__ADS_1


__ADS_2