
Yora menatap Eden Dia melihat raut wajah lelah terpancar dari wajah Eden.
"Lebih baik kau istirahat." Ucap Yora dengan nada dingin.
Eden langsung menoleh kan pandangan.
Paman Haza juga melihat bahwa Eden terlihat lelah.
"Benar tuan muda sebaiknya anda beristirahat." Ucap paman Haza raut wajah peduli nya begitu besar.
Eden yang mendengar itu pun tersenyum dan mengangguk.
Eden tanpa sadar memeluk paman Haza.
"Adegan macam apa ini." Gerutu Yora dalam hati.
Eden merasa senang dikelilingi orang baik seperti Haza dan Yora.
"Tuan muda tolong jangan sungkan padaku. Munggkin saya tak bisa membantu banyak tapi setidaknya itu bisa mengurangi beban pikiran tuan." Ucap paman Haza dengan sungguh sungguh.
Semua berahir begitu saja karena mereka bertiga sepakat agar berpura-pura tak terjadi apapun.
#Hyun-Jae
Ibu Hyun-Jae turun apartemen dia berniat membeli daging untuk ayah Hyun-Jae nanti.
Dia Berjalan dan melihat dua orang dengan jas rapih orang itu nampak memperhatikan lingkungan sekitar.
Saat melewati orang itu ibu Hyun-Jae mendengar sedikit percakapan yang berbunyi.
"Kita bonggar bangunan tua itu minggu depan." Ucap laki laki berjas itu.
Tentu itu membuat ibu Hyun-Jae penasaran dan menoleh kebelakang benar saja orang itu menunjuk apartemen yang iya tinggali.
Ibu Hyun-Jae pun berbalik dan memberanikan diri bertanya.
"Permisi apa benar yang barusaan anda katakan. Anda akan membangun apartemen tua itu??". tanya ibu Hyun-Jae dengan nada merendah.
Tatapan laki laki itu sedikit dingin.
"Hotel mewah berbintang. Suasana sepi disini sangat bagus untuk tempat peristirahatan." Ucap nya sembari menatap apartemen sederhana itu.
Mata ibu Hyun-Jae berbinar tentu iya terpikir tentang bagaimana jika mereka digusur dan dipaksa pindah karena hanya disini tempat termurah yang bisa iya cari.
Gaji suami nya tak cukup untuk membayar deposit apartemen dikotanya belum lagi biaya kuliah Hyun-Jae dan uang untuk makan.
mendengar itu ibu Hyun-Jae kembali kerumah.
__ADS_1
Dia berpapasan dengan Hyun-Jae yang telah berpakaian rapih.
"Dimana daging nya??. katanya beli daging." Tanya Hyun-Jae namun ibunya tak menjawab dan langsung masuk rumah.
"Mama kenapa sii...yaa sudahlah." Hyun-Jae melanjutkan langkah.
Tiba tiba ponselnya berdering itu adalah panggilan dari Minji
"Iya iya aq kesana sekarang."
Ucap Hyun-Jae sambil segera melangkah.
Langit senja mulai terlihat warna kuning emas menyinari langit.
Hyun-Jae berjalan menuju sebuah Cafe dia masuk dan mulai mengahiri teman temannya yang rupanya datang berpasang pasangan dengan kekasihnya masing masing.
Minji duduk disamping laki laki yang cukup tinggi dengan stayle rambut yang keren itu adalah Hajun. Hajun mengenakan kaos hitam yang lumayan keren. Dia juga mengunakan satu anting ditelinga kanan.
Begitu juga dengan Mina teman sekelas nya dia juga membawa kekasihnya badannya memang tak sekeren Hajun namun mina benar benar suka pada laki laki itu karena kehomorannya.
Raut wajah Hyun-Jae sedikit murung karena dia tak punya pacar yang bisa iya bawa.
Minji menyambut Hyun-Jae dengan riang.
"Hyun-Jae cepat duduk aku sudah memesankan kopi coklat kesukaan mu." Ucap Minji dengan ceria. Minji mengenakan jaket hodie berwana galaksi( Campur an antara Pink,biru,ungu,) dengan rok levis abu abu.
"Aduhh maaf ya Hyun-Jae kami membawa pacar kami kesini. Sungguh ini kebetulan. Maaf." Ucap mina menjelaskan.
Hajun yang diam melirik ke minji dia melihat rambut minji yang terurai sedikit menghalangi minji saat minum.
Tangan Hajun mengikat rambut minji yang cukup panjang.
Melihat itu Mina jadi merasa iri.
"Wah wah... Hajun kamu benar benar menganggap kita ngak ada yaa." Ucap mina
"Sudahlah dia hanya mau membantu kekasihnya". Ucap pacar mina.
Hajun hanya tersenyum sembari mengucap "Cepat tegug minumanmu." Ucap nya dengan nada malu malu.
Hyun-Jae sebenarnya tak nyaman dengan suasana seperti ini.
"Ehh Hyun-Jae tadi kenapa tidak berangkat kuliah??. Apa kau sakit?." Tanya minji.
Seketika Mina menyahut.
"Kudengar dari anak anak dia tadi berangkat dan lari dengan Seorang pangeran atau apa lah itu." Ledek Mina.
__ADS_1
Hyun-Jae dengan cepat menjawab.
"Ngak lahh aku memang lari tadi pagi tapi bukan dengan pangeran ko,dia hanya anak laki laki biasa sama sekali tak setampan pangeran." Ucap Hyun-Jae sembari meminum kopinya.
"Apa jangan jangan kau sedang melakukan kencan buta dengan seseorang." Ucap minji dengan raut yang menjengkelkan bagi Hyun-Jae.
"A!!! tentu saja tidak. Dengar aku bukan perempuan gampang an yang bisa diajak kencan tau." Gerutu Hyun-Jae sambil memukul kecil tangan minji dan Mina.
"Kencan buta itu lumrah ko Hyun-Jae." Ucap pacar minji.
"Tapi jika aku jadi laki laki itu aku akan takut padamu Hyun-Jae." Ucap Hajun.
"Sayang jangan sembarangan kau." Ucap minji sambil mencubit pinggang Hajun.
Memang Hyun-Jae adalah perempuan yang susah diajak kencan, itu tak lain karena dia sibuk kerja part time dan belajar. Dia juga termasuk cewe galak dikampus.
"Sebenarnya pekan besok akan ada acara minum dipinggir pantai berpasang. Ada even gratis untuk liburan berpasangan. Jika saja kau punya pacar kami akan sangat senang Hyun-Jae." Ucap mina, terlihat raut wajah cukup sedih.
"Sayang sekali,," Ucap minji lagi.
Melihat raut teman temannya itu dengan bodohnya Hyun-Jae menjawab.
"Aku akan ikut.!" Ucap nya agar teman teman nya tak kecewa.
"Apah!!" Seru Hajun,minji,mina dan pacar mina karena yaa memang harus datang dengan pacar masing masing.
Hyun-Jae berfikir untuk Meminta kompensasi lebih dari Eden.
"Terpaksa harus minta bantuan bedebah ( Eden) Itu." Ucap nya dalam hati.
"Kau yakin Hyun-Jae?." Ucap mina tak percaya.
"Iya tentu hanya mengaku sebagai pasangan kan. Itu cukup mudah." Ucap Hyun-Jae sambil tersenyum.
Hyun-Jae, minji dan Mina pun saling berpelukan.
dan mengucap janji akan berlibur pekan ini.
Mereka pun berpindah tempat dan minum dan makan bersama dengan ceria.
#pulang.
Hyun-Jae berbisah dengan keadaan sedikit mabuk.
Dia merogoh saku mencari kartu nama yang diberikan Eden.
"Apa perlu aku kerumahnya sekarang." Ucap nya sambil memegangi kartu nama Eden.
__ADS_1
"Aduhh..kenapa harus aku iyakan sihh. Urusan nya jadi ribet. Tapi dia tak terlalu buruk rupa juga kalau harus jadi pacarku untuk 2 hari." Ucap Hyun-Jae sambil berjalan menuju rumah...