
Semua orang penting kantor diundang untuk rapat mendadak.
Semua orang sedikit heran, banyak pertanyaan yang tak mampu mereka jelaskan.
Jj duduk dibangku nya dia yakin Yora lah yang melakukan rapat mendadak ini, karena Yora punya hak mengadakan rapat.
Jj duduk dengan angkuh dan raut wajah tenang dibangku paling depan sebagai wakil presdir sementara.
Dari pintu masuk nampak Eden dengan jas rapih dan sepatu mengkilap ala kantoran rambut nya tertata rapih namun sekarang iya tak diponi. Kharisma nya meledak ditempat itu.
Semua orang makin heran dan bertanya tanya siapa laki laki yang masuk itu.
Eden menatap semua yang hadir dia Berjalan tegap dan menuju tengah ruangan yang terdiri dari panggung kecil yang lumayan mewah.
Yora dan Paman Haza ada dibelakang mengikuti langkah Eden.
Entah mengapa saat ini Eden benar benar berbeda dia sungguh seperti orang perpangkat tinggi yang sebenarnya wajah ramahnya lenyap.
Jj mulai khawatir dan masih belum bisa berbicara dan menunggu apa yang akan dilakukkan Yora.
Dalam hati jj sebenarnya iya sungguh sangat kesal dengan hal ini. Jj yakin Yora berniat mempercepat pengalihan perusahaan.
"Saya Wakil departemem keuangan sekaligus wakil almarhum presdir mengumpulkan kalian bukan tanpa sebab." Ucap Yora membuka rapat.
"Dan perlu kalian ketahui bahwa orang disamping saya ini adalah pewaris tungal KBS grup. Apq kalian tidak mau memberikan hormat?." Ucap Yora sembari melirik semua orang yang hadir termasuk Jj.
Semua orang tentu segan dengan calon pemimpin mereka.
Mereka pun beranjak namun Jj tetap duduk.
Jj yang berusaha tenang pun maju menuju Eden.
"Jangan menunduk depan saudara ku ini."
Ucap jj sambil melangkah dan tersenyum licik.
"Kapan aq menyuruh mu bicara Jj". Ucap Eden dengan raut wajah yang cukup menyesal kan bagi Jj.
Jj pun tersenyum picik dan membalikkan diri.
"Dengar saudara ku ini memang sangat cocok menjadi pewaris sah. Tpi perlu kalian ketahui dia bahkan belum menyelesaikan kuliah". Terang jj.
"Bagaimana munggkin kalian bisa mempercayakan tangung jawab perusahaan pada bocah kecil ini". Hasut jj.
Semua orang jadi berbisik negatif tentang Eden.
__ADS_1
Eden nampak nya sedikit gelisah. Paman Haza mendekat ke Jj.
"Maaf tuan jj Walaupun tidak ada yang akan setuju, Eden tetap orang yang punya hak masalah tangung jawab saya akan langsung mengajarinya. Sadarlah dimanapun dan kapan pun Eden adalah pewaris yang punya banyak wewenang." Tegas paman haza.
"Benar saya setuju. Kami memang tidak punya hak suara menerima atau menolak pimpinan kita selanjutnya. Tetapi performa kerja Ketua Jo Jio juga perlu dipertimbangkan." Ucap salah Seorang anggota rapat.
Yora pun mendengar kan masukkan yang masuk akal itu.
"Pengalihan perusahaan akan dilakukkan secara bertahap." Ucap Yora.
"Ya, Aku akan belajar secepatnya maka dari itu mohon bantuan nya." Ucap Eden sembari menunduk kecil.
Semua orang pun tergugah dan berdiri lalu membungkuk kan badan sebagai rasa hormat.
Tentu itu mendapatkan respon yang baik karna ayah Eden adalah pemimpin yang cukup tegas dan angkuh. Namun sebenarnya dia adalah orang yang lembut dan baik.
Jj mulai kehilangan cara dia hanya bisa mempertahankan image baiknya didepan semua orang dikantor.
Jj terdiam tanpa kata.
"Kalau begitu kita sudahi rapat hari ini. terimakasih dan selamat melanjutkan pekerjaan masing masing."
Eden melangkah keluar paling awal.
"Jio, Aku memang tidak tau apa yang membuat mu begitu tertarik dengan harta. Tapi kumohon padamu jangan hancur kan dirimu sendiri." Ucap paman Haza lalu melangkah pergi.
Jj benar benar marah dengan tindakan Yora.
dia pun melangkah dan keluar kantor menuju mobil nya.
Eden ada diruang tunggu vip yang disediakan perusahaan untuk menerima tamu dari luar ngeri.
Terlihat Eden yang duduk dengan ekspresi penuh wibawa.
Yora masuk dan melihat Eden lalu tertawa kecil.
" Sudah sudah akting mu sangat bagus." Ucap Yora sembari mengelus rambut Eden.
"Kamu benar benar sangat imut kalau sedang berusaha sok begitu hehehe." Ucap yora.
"Bukan kah tadi sangat konyol. pasti sangat tidak cocok dengan ku bukan??." Ucap Eden yang ekspresi nya langsung berubah menggemaskan.
"Tidak kau sangat keren." Ucap Yora lagi sembari sedikit tertawa.
"Baiklah aku tau aq memang berbakat lalu hadiah apa yang akan aku dapat?." Ucap Eden dengan raut sedikit sombong.
__ADS_1
Yora pun menaikkan salah satu alisnya.
"Hadiah??." Ucap Yora yang bingung karena yaa Yora tak menjanjikan hadiah untuk Eden.
"Apa menurutmu menyuruh konglomat untuk berakting itu gratis?!." Gerutu Eden.
Wajah Eden jadi sangat lucu.
"Ahh benar aku lupa ternyata kau konglomat yaa haha."Ucap nya sambil tertawa cukup keras.
Eden tak menjawab dan menolehkan pandangan.
Paman Haza baru akan sampai diruang tunggu vip namun mendengar Yora tertawa paman Haza memutuskan untuk tidak menganggu keseruan mereka berdua dan memilih untuk pergi.
"Emm apa kau suka jam arloji yang mahal?." Ucap Yora sedikit serius.
"Aku punya banyak jam arloji mahal." Ucap Eden dengan nada datar.
"Baigmana dengan liburan ala sultan?." Ucap Yora sembari berfikir keras.
"Apa kau fikir aq sangat suka dengan sesuatu yang mewah??." Ucap Eden dengan memperhatikan kemawahan dirinya.
"Ah benar bahkan kamu nampak sangat mewah...." Ucap Yora yang sedikit menyerah.
"Emm.. bagaimana kalau kencan?" tanya yora dengan suara kecil.
"kencan, Kencan itu seperti apa?." Ucap ed yang memang tak tau dengan kencan.
" Haduhh benar benar tidak tau yaa.." Ucap Yora sembari menepuk wajahnya.
Eden hanya mengangguk.
"Kencan itu seperti paket makan malam. Tapi kali ini bukan ala sultan. Kita akan kencan tanpa mobil dan dengan uang yang sudah ditentukan mungkin hanya akan cukup untuk makan di kedai makan dan jajan dipinggir jalan. Bagaimana??." Terang Yora.
"Baiklah aku mau kita kencan." Ucap Eden yang bersemangat.
Namun bagi Yora kata yang diucap Eden membuat hati nya sedikit berdebar.
"pasti akan menenangkan kencan berasa tante bukan?" Tanya Eden sembari tersenyum dan memegang salah satu tangan Yora.
Pipi Yora pun memerah.
Yora tak sanggup mengatakan apapun dia hanya mengangguk lalu segera pergi dari ruangan itu.
Eden sedikit heran dengan sikap tante nya.....
__ADS_1