
Pagi telah tiba.
Yora tidur sebelah an dengan Eden. Eden bangun dan beranjak menutup gorden mewah hitam untuk menghalangi cahaya matahari menganggu tidur nyaman Yora.
Eden pun duduk dan sesekali menguap sambil merenggangkan badannya.
Dia menatap Yora yang tidur.
"Cantik." Ucap Eden lirih.
Tiba tiba Seorang maid datang membawa nampan berisi sarapan dan sebutir suplemen.
Eden mengisyaratkan untuk mengusir maid dengan tatapan yang cukup tajam.
Dia menerima nampan itu dan segera mengusir maid itu.
Eden kembali duduk dan mengira sarapan itu untuk Yora karena yaa wajah Yora seperti sedang sakit.
Diletakkan nampan itu di meja kecil disamping tempat duduknya.
Tangan Eden menutupi mulut nya sambil sedikit menahan tawa.
"Mungkin kah dia kekasihnya." Ucap nya sambil tersenyum licik dan sedikit menahan tawa.
"Aku anggap ini hadiah." Ucap Eden lagi dengan nada piciknya.
Eden melihat Yora bergerak dia segera datang kepadanya. Kini tatapan nya mulai ramah pada Yora.
"Tidur lagi saja sayang. Hari masih gelap." Ucap Eden penuh percaya diri semabari sedikit memeluk Yora.
Yora yang masih setengah tidur pun langsung memejamkan matanya lagi. Samar Samar iya melihat Eden yang tersenyum dengan mata yang berbinar.
"Sangat sempurna untukku yang bagai malaikat." Ucap Eden dengan nada sombong nya.
__ADS_1
Eden mulai bosan dan mengecek ponsel yang ada disamping ranjang nya.
Terdapat pengamanan sidik jari diponsel miliknya.
Eden nampak sedikit kesal.
Dia mengurungkan niat nya dan terus mengelus rambut Yora.
Paman Haza datang dengan jas rapih seperti biasa.
Melihat pose romantis Eden dengan Yora tentu saja paman Haza merasa menganggu.
Eden juga menatap dengan raut wajah yang datar tanpa ekspresi.
"Emm tuan muda jangan lupa sarapan dan minum obatnya. Jika perlu apapaun langsung hubungi saya." Ucap paman Haza yang masih berargumen bahwa Eden sedang hilang ingatan sebagian.
"Ponsel baru." Ucap Eden dengan nada datar.
"Apa ponsel anda rusak?." Tanya paman Haza dengan bahasa sopan.
"Ohh tentu saja tidak tuan muda. Saya akan segera meminta untuk pembuatan ponsel anda. Apa anda kurang puas dengan model hp yang sekarang." Ucap paman Haza.
disini mereka bercakap tidak terlalu keras jadi Yora masih bisa tidur nyenyak.
"Aku ingin ponsel dengan chip terbaik. Pastikan ponsel itu elegan. Dengan kamera terbaik yang ada. Bekali dengan screen penerjemah yang lengkap. Buat setting keamanan dengan DNA ku. Dan jangan lupa berikan akses paling canggih untuk nya. Jika perlu buat lapisan nya dari permata terbaik agar tidak mudah hancur.....bla...bla....bla." Ucap Eden memberikan Ferifikasi.
Paman Haza telah merekam permintaan Eden dengan teliti.
" Baik tuan muda ponsel anda akan jadi sekitar 5 hari kedepan dengan spesifikasi yang diminta." Ucap paman Haza yang sedikit terheran heran.
Karena sebelum nya Eden tak pernah meminta hal macam macam.
"Jika tidak ada yang dibutuhkan lagi saya akan pergi tuan muda." Ucap paman Haza yang membungkuk pertanda rasa hormat lalu pergi.
__ADS_1
Eden menyadari kalau Yora menggigil.
"Nona.??" Undang Eden sembari berusaha membuat Yora terduduk.
Yora tak menjawab dia hanya menggigil.
"Nona bertahan lah." Ucap Eden sembari mencari apapun yang bisa digunakan untuk menolong Yora yang menggigil.
"Tolong katakan sesuatu nona." Ucap Eden lagi dengan nada khawatir.
"Tante. Panggil aku tante." Ucap Yora.
Ternyata ehh tenyata Yora itu hanya sedang menangis karena bermimpi tentang masalalu nya.
Yora menampakkan wajahnya sambil menatap Eden.
"Haduhh...kepikir kau kejang tadi.." Ucap Eden menarik nafas lega. Dia pun duduk kembali diranjangnya.
Eden melirik ke Yora dia mendapati air mata Yora menetes.
"Sudah lah konyol sekali bangun tidur langsung menangis." Ucap Eden sedikit geram.
Yora terdiam tak menjawab.
Tanpa disadari Yora tersenyum kecil.
"Kau sedang bermain main dengan ku yaa." Ucap Yora.
Eden menoleh melihat tatapan tajam Yora.
Melihat raut Yora otak nakal Eden bereaksi cepat.
"Permainan mana yang sedang kau biacarakan sayang." Ucap Eden sambil mendekat ketelinga Yora.
__ADS_1
Mendengar itu membuat Yora benar benar mrinding setengah terkejut.....