Sugar Baby

Sugar Baby
episode 43


__ADS_3

Yora pun duduk dibangku yang tadi diduduki Eden.


"Habislah..bagaimana aku bisa kuliah dengan wajah begini." Rengek Eden dengan raut wajah memelas.


"Bukannya malah lebih baik begitu." Ucap Yora dengan nada datar.


Eden menoleh kearah tante nya.


"Apah!. Bagaimana bisa aku yang biasanya dipandang seperti Seorang pangeran keluar dengan wajah buruk rupa." Oceh nya tak memedulikan rasa sakit.


"Aduhh.. anggap lah itu kutukan karena menertawakan dewi tercantik ini." Ucap Yora dengan angkuh.


"Bahkan itu lebih cocok dengan mu." Ucap Yora dengan suara pelan.


Eden terus merengek, matanya berbinar sambil sesekali menolehkan wajah ke cermin.


"Ada ada saja." Ucap Yora.


Yora pun beranjak karena sudah waktu nya makan pagi.


"Tante!." seru Eden menghentikan langkah tantenya.


Yora hanya menoleh dan menatap Eden seakan menanyakan " Kenapa?."


"Kupikir tante malaikat, Tapi tenyata iblis!." Ucap Eden barusan mengekspresikan ke kecewaanya.


"Yahh, aku lebih suka jadi iblis ketimbang malaikat yang menggelikan." Ucap Yora tak peduli dan melangkah keluar kamar.


"Dia benar benar mengabaikan ku???." heran Eden karena yaa dia tau tante nya sangat baik.


"Tante tunggu!." Seru Eden sambil mengikuti tante nya.


Yora duduk dimeja makan yang cukup besar ada beberapa Maid yang berdiri dibelakang bangkunya.

__ADS_1


Eden baru sampai dan para Maid memberi salam hormat.


"Tuan muda, Kenapa dengan pipi anda???." Tanya salah Seorang Maid pada Eden.


Eden melirik ke Yora yang fokus makan.


"Seorang iblis datang dan memukulku." Ucap Eden berusaha membuat Yora menoleh.


"Apa anda percaya dengan iblis tuan muda." Ucap salah Seorang Maid lainnya.


"Yahh...dia sangat nyata dan mengerikan. Aku harap kalian tak pernah bertemu dengannya." Ucap Eden sambil melangkah ke tempat duduknya untuk makan.


Yora sama sekali tak menanggapi Eden.


"Yahh aku rasa Hyun-Jae lah malaikat." Ucap Eden dengan nada lirih.


Yora menghentikan makannya namun masih belum menoleh ke Eden.


"Menurut kalian malaikat itu punya sifat seperti apa??". Tanya Eden pada para Maid.


"Jika benar ada pasti dia akan melindungi manusia tuan." Jawab Maid lainnya.


"Melindungi yaa..." Ucap Eden sambil mengingat Hyun-Jae yang menarik nya dari kerumunan perempuan dikampus.


"Mungkin dia disekitar nya semua manusia akan merasa nyaman karna dia utusan Tuhan." sahut Maid lainnya.


"Seperti didrama, Bunga yang layu akan tumbuh disekitar malaikat. Dan sentuhannya menyembuhkan berbagai penyakit." Ucap Seorang maid.


Eden mengingat ketika tangannya bersentuhan dengan tangan Hyun-Jae. Rasa sesak yang Eden alami memudar saat itu juga. Tak hanya itu dia bahkan mampu berlari.


"Apa dia benar benar malaikat sesungguhnya." Ucap Eden dengan nada rendah dan memikirkan kebenaran nya bahwa Hyun-Jae seperti malaikat sesungguhnya.


"Brakkk!."

__ADS_1


Itu adalah gertakan dari tangan Yora yang memukuli meja kayu yang mewah itu.


Tentu semua maid kaget. Eden juga begitu kaget. Semua mata tertuju pada Yora.


"Knapa?." Tanya Eden dengan raut kaget dan sedikit takut.


"Jangan bicara omongan kosong tentang Tuhan. Tidak ada Tuhan didunia ini. Kita hidup sesuai dengan kerja keras kita sendiri. kalian bahkan seperti orang bodoh menpercayai hal hal tak berguna seperti itu." Ucap Yora dengan tegas.


Yora memang tak mempecayai adanya Tuhan karena dalam hidup nya tak ada sedikit pun keajaiban. Dan baginya dia berjuang sendiri dan terus bekerja keras sendiri. Walaupun dia berdoa seribu kali pun dia tak pernah menemukan satu harapan pun yang terwujud kecuali usaha dan tekad nya sendiri.


Eden menelan ludah karena ucap tante nya begitu tegas.


Yora menatap semua orang diruang makan. Dia meletakan garpu dan pisau makan lalu beranjak dan pergi.


"Kenapa tante begitu keras hari ini." Gerutu Eden sendiri.


"Tuan muda munggkin dia sedang datang bulan." Bisik salah Seorang maid.


"Ehh kemana bulan datang sampai tante segitu marah." Ucap Eden yang tak paham.


"Coba tuan ingat apa tuan muda melakukan kesalahan yang membuat nona Yora marah. Atau lebih tepatnya apa tuan melakukan sesuatu yang tak disukai nona." Terang salah Seorang maid.


Eden ingat kemarin dia selalu menolak permintaan tantenya.


Dia bahkan melakukan banyak kesalahan kemarin.


"Bagaimana ini aku melakukan nya. Aku membuang tante marah lagi." Ucap Eden dengan merasa bersalah.


"Bagaimana cara membujuk perempuan??." Tanya Eden.


"Ahh itu sih hal yang mudah tuan." Ucap Seorang maid.


"Hei kau harus ingat dia itu Seorang nona besar mungkin akan sedikit sulit tuan muda." Maid lainya menyahut berusaha mengingat kan.

__ADS_1


Eden pun mulai menyatap makananya sambil memikirkan cara membuat tante yang marah.


__ADS_2