Sugar Baby

Sugar Baby
episode 41


__ADS_3

Haza duduk sambil melamun. Matanya bertatap kosong seperti kehilangan jiwa nya.


Otak nya berputar keras memikirkan betapa tak berguna dirinya karena tak tau apapun dalam hati iya juga merasa gagal.


Haza pun beranjak bangun lalu masuk ke kamar mandi membasuh wajahnya. Dia berdiri didepan cermin besar dan menatap dirinya sendiri.


Terlihat wajah paman Haza yang begitu putih walaupun hampir berumur 30 tahun dia malah nampak lebih muda.


Dan saat itu juga muncul ide gila dalam benak Haza.


Dengan wajah berbinar iya merogoh saku jas nya mengambil ponsel untuk menelfon seseorang.


#Beralih ke Eden.


Eden tengah berbaring dia melihat langit yang gelap tanpa bintang.


Disela itu Eden mengambil wadah obat nya lalu menatapnya sembari merebahkan tubuh nya.


"Kenapa kau selalu saja membuat hari hari ku kacau,,." Ucap Eden dengan nada sedikit kesal.


Eden menatap kamarnya yang mewah itu dan mengelus ranjangnya.


" Diantara barang barang mewah diruangan ini rasanya aq paling cacat. Bahkan wajah menawan ku ta ada artinya,, diluar sana lebih banyak laki laki menawan yang lebih sempurna." Ucap nya terus merendahkan dirinya.


Dalam renungannya tiba tiba bel kamar nya berbunyi.


Dia memeriksanya dari tablet diatas meja dan yaa itu adalah paman Haza.


Eden pun membukakan pintu.


Paman Haza datang menghampiri Eden dengan langkah yang penuh semangat. Eden juga sedikit keheranan.


"Ada paman?" Ucap Eden yang heran sambil membangunkan diri untuk duduk.

__ADS_1


"Tuan muda saya sudah menemukan cara agar saya bisa menjaga tuan sepenuhnya". Ucap paman Haza dengan semangat sambil memegang kedua bahu Eden.


"Bagaimana??". Ucap Eden yang masih belum mengerti.


"Saya akan kuliah bersama tuan". Ucap paman Haza dengan nada sedikit cepat.


Eden terkejut bukan main, matanya sedikit melepar mendengar ide itu. Yaa tentu saja Eden tak percaya karna Paman Haza adalah salah satu lulusan terbaik Universitas Ekonomi Paris.


"haha. Becanda paman tak lucu." Ucap Eden tak percaya sembari menggeleng kan kepala dan tertawa kaku.


Namun tatapan paman Haza terus meyakinkannya.


"Tidak tuan muda saya sungguh sungguh. Berkas dan data diri saya sudah lengkap den besok siap mendaftakan diri lalu masuk kuliah." Ucap paman dengan senyuman cukup lebar dan tatapan yang gembira.


"emmm.. paman tak memalsukan surat suratnya kan??. Itu melanggar aturan!." Ucap Eden dengan wajah curiga nya.


"Yaa sedikit. Tapi saya jamin tak ada yang akan tau. Besok saya akan kuliah dengan nama JAY, Bagaimana apa cocok untuk saya tuan." Ucap paman Haza lagi.


# " Haduhh Author gimana nihh masa namanya keren keren semua. Sebenarnya tokoh utama nya siapa sii?!." Protes Eden.


#Author #"Hehe,, maaf maaf. Padahal nama Eden walaupun terkesan sederhana dibeberapa situasi terlihat mewah lho".


#Eden#"Hmm, Iyah iyah deh Eden nurut nihh. Untuk para Readers yang menyayangi Eden. Tolongg Eden diperlakukan ngak adilllll."


#Author#"Sabar dong tuan muda hehe. Silahkan lanjut adegan."


"Apa tidak terlalu mencolok paman." Ucap Eden yang ragu dengan ide itu.


"Tuan bisa lihat besok apa saya akan meragukan jika mengunakan baju bebas kuliah." Ucap paman sambil beranjak berdiri.


"Selamat beristirahat tuan muda." Ucap paman Haza sambil membungkuk kan badan dan pergi meninggal kan ruangan.


"Tapi,,! Paman!." Ucap Eden yang langsung beranjak dari ranjang nyamannya berusaha mengejar paman Haza. Tapi gagal.

__ADS_1


Eden pun kembali ke ranjangnya dengan langkah perlahan sembari memikirkan kegilaan pamannya. Walaupun dia tau niat nya baik.


Eden pun kembali berbaring dan tidur.


#Pukul 02.00


Han jaemin baru saja menyelesaikan kerja part time nya disebuah toserba.


dia melangkah mengenakan kacamata nya karena hari sudah larut malam.


Dia terus melangkah diantara dingin nya angin malam.


Menempuh gang dan ahir nya sampai juga dirumah nya dia membuka sedikit gebang besi itu dan masuk.


Karena belum makan iya menyeduh mie cup nya dan tak lupa iya mengisi daya kacamata nya.


Dia ingat uang yang iya dapat dari Haza.


seingat jaemin dia hanya menerima selembar uang.


Dia merogoh saku dan iya kaget bukan main karena yang iya dapat adalah delembar cek. Karena berfikir itu hanya selembar uang sebelum menerima iya mengenggam secara acak hingga cek nya kusut dan berlipat.


dia lebih terkejut karena nominal cek nya 1.000 dolar.


Iya sesekali menapar wajahnya Karena tak percaya.


"Wah wah memang dunia begitu sadis padahal aq harus bekerja keras untuk makan setiap harinya. Sedangkan orang tadi memberikan ku selembar cek dengan raut tersenyum." Ucap nya heran.


Jaemin mulai berfikir untuk mengembalikannya namun Disisi lain iya juga perlu uang untuk sewa gudang yang iya tinggali.


Belum lagi beberapa komputer yang perlu perbaikan.


"Baiklah akan aku gunakan dan sisanya harus dikembalikan." Ucap jaemin penuh keyakinan baginya menerima uang cuma cuma itu seperti Seorang pengemis dan dia tak mau dirinya seperti pengemis karena baginya dia masih memiliki beberapa kemampuan yang bisa digunakan untuk mendapatkan uang....(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2