
mereka pun beranjak dan pindah tempat.
Mereka berjalan mencari tempat sunyi.
Ahirnya mereka memilih keatap sekolah disana lumayan sepi.
Setelah sampai Hyun-Jae berniat menyampaikan niat nya mengajak Eden namun belum sempat iya bicara paman Haza mendapatkan panggilan.
Semua diam dan paman Haza menganggat telfon ditempat.
Ternyata itu adalah panggilan dari Yora.
#Beberapa jam lalu# Yora.
Seperti biasa Yora sibuk dengan data keuangan perusahaan besar milik Eden.
Dia mendapati sedikit kenjanggan didana promosi dan batuan sosial.
Tentu karena perusahaan cukup besar dan menguasai seperempat ekonomi korea membuat perusahaan berkewajiban menyalurkan laba yang didapat kepemerintah.
Ada banyak cara penyaluran uang dan bantuan. Mulai dari even berhadiah sampai pembuatan organisasi penyejahteraan rakyat.
Dengan nominal 2% dari laba kotor perusahaan. Namun Yora menyadari bahwa dalam rekap rencana organisasi pencari calon pengusaha dana yang disalurkan pas namun nama pengusaha yang dibantu adalah nama orang yang pernah Yora kenal.
"Tuan Ha Beak" Itu adalah nama orang yang ditulis diatas lembar kontak bantuan.
"Ha Baek, seperti nama yang tak asing." Ucap Yora sambil berfikir.
__ADS_1
Yora pun mengabaikan pikir nya dari nama Ha Baek.
Yora yakin ada penggelapan uang diantara data data keuangan ini.
Makin dipikir Yora makin kesal dia pun melangkah menuju ruang Jj.
Jj menyambut Yora dengan senyuman picik.
"Aku harap kau kesini bukan untuk memohon sesuatu pada ku.." Ucap nya dengan nada angkuh.
"Aku tak tau seberapa banyak uang yang kamu gelapkan tapi aq akan mengorek semua sampai akar." Ucap Yora mengancam.
Wajah jj tentu sangat merebahkan Yora.
"Nyali mu besar juga." Ucap nya sambil mendekat ke Yora yang berdiri.
"Katakan berapa harga yang perlu ku bayar untuk menikmati tubuh munggil mu ini." Ucap Jj yang sudah tau masa lalu Yora.
Yora sedikit kaget dan heran dengan mulut Jj yang begitu tajam.
"Tutup mulut mu breng*k." Ucap Yora yang marah.
Bagi Jj memikat hati Yora adalah satu jalan pintas terbaik. Karena dari pengamatannya Eden cukup tunduk dengan Yora.
Jika Jj beruntung mungkin dia tak perlu melukai Eden tapi tetap mendapatkan semua harta Eden.
"Ah,, aku tidak sopan yaa. Maaf, Bagaimana kalau menikah dengan ku..?" Ucap Jj dengan raut wajah ibis yang amat licik dan serakah.
__ADS_1
Bagi Yora tentu Jj hanya menginginkan keuntungan darinya maka dari itu dia bertingkah menjijikan seperti ini.
"Dengar aku sama sekali tidak suka dengan laki laki munafik seperti mu. Punya tampang malaikat tapi sayang sekali pikiran seperti iblis." Terang Yora.
Jj pun duduk.
"Ah,, lucu sekali aku ditolak perempuan yang sudah dijamah banyak laki laki tua yahh." Ucap Jj sembari tertawa kecil.
Yora berusaha tetap bersabar dan acuh.
Hati Yora sebenarnya sangat terbakar dan marah namun semua itu memang benar.
"Aku memang belum memastikan tapi aku yakin kecelakaan orang tua Eden ada hubungan nya dengan mu Jj." Ucap Yora.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi kedepan nya." Ucap Yora dengan penuh keyakinan.
Yora pun melangkah keluar.
Jj masih khawatir karena Yora mungkin mengetahui kalau jj lah yang merencanakan kecelakaan orang tua Eden.
Jj pun mencari ponselnya dan menelfon mata mata Yora.
Mata mata itu juga adalah orang yang Jj suruh untuk merusak mobil yang digunakan saat kecelakaan.
Jj memastikan bahwa bukti telah lenyap tanpa sisa.
Dan suruhanya itu mengatakan bahwa tak ada bukti tersisa karena dia adalah pembunuh profesial. dia juga merupakan buronan polisi sejak lama namun karena dinaungi jj yang punya kekuasan dia cukup aman.....
__ADS_1