Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 67


__ADS_3

Dengan wajah yang tersipu dan kesal Yora menjewer telinga Eden.


Eden pun merengek kesakitan.


"Cepat jelaskan semua yang terjadi padaku. Dasar anak nakal." Ucap Yora kesal sembari menjewer Eden.


"Tunggu,,,sakit.. Iyah iyah aku jelaskan!. Ku mohon telinga berhargaku.! " Ucap Eden kesakitan sembari memohon.


Yora menatap mata Eden.


Yora pun melepaskan tangan nya dari telinga Eden.


"Katakan sekarang." Ucap Yora.


"Emmm mau mulai dari mana." Ucap Eden sambil mengusap telinga nya yang memerah.


"Semua yang tidak aku tau." Ucap Yora setengah merajuk.


Eden nampak sedikit berfikir.


"Jangan berfikir membohongi ku." Ucap Yora dengan nada jutek nya.


" Sebenarnya aku kehilangan sebagian ingatan ku." Ucap Eden dengan nada rendah.


"Apah!. Bagaimana mungkin itu terjadi, Kau bahkan tak terluka sama sekali." Cetus Yora yang tak percaya.


Mata Eden jelas mengisyaratkan dia berbohong.


"Haduhh...baik lah aku katakan yang sebenarnya karena kau pacarku." Ucap Eden sembari menarik nafas lalu menyangga kepala nya.


Yora mengangguk, Mata dan telinga nya telah siap mendengar kan apa yang akan Eden katakan.


Yora sampai tak menghiraukan kata "Pacarku."


"Aku tidak sengaja kembali mengingat ingatan yang dihapus." Ucap Eden dengan nada yang sedikit meragukan.


"Dihapus??. Siapa yang menghapus ingatan mu." Ucap Yora yang dipenuhi rasa penasaran.


"Cerita nya sangat panjang. Itu bermula setelah kejadian kebakaran." Ucap Eden sembari mengingat ingat.


"Saat itu ingatan nya samar Samar. Tapi aku sangat ingat kalau aku takut dan putus asa." Ucap nya lagi menjelaskan sedangkan Yora mendengar kan dengan baik.


"Sebagai satu satunya penerus keluarga ayah tak tinggal diam. Dia membawa ku ke New York dan melakukan terapi penghapusan sebagian ingatan. Dengan resiko kehilangan semua kenangan yang terjadi dimasa lalu." Ucap Eden penuh penghayatan namun sesekali ragu ragu.


"Aku sama sekali tidak paham bagaimana bisa ingatan itu dihapus." Ucap Yora yang tak paham.


"Entahlah. Mungkin itu bisa diibaratkan seperti memberi sekat pada ingatan itu. Setelah selesai aku kembali kekorea dengan ingatan yang sudah disetting sesuai yang diinginkan ayahku." Ucap Eden.


"Lalu apa yang terjadi dengan ingatan barumu?" Tanya yora lagi.


"Tidak banyak yang berubah hanya saja aku makin ceria, aktif, dan begitu cekatan. Banyak hal yang aku lakukan setelah itu. Seperti belajar ilmu bela diri, mendalami banyak mata pelajaran, Belajar etiket konglomerat, bahkan belajar senjata diumurku yang masih 8 tahun, Tidak hanya itu aku juga banyak belajar tentang perusahaan besar ayahku." Ucap Eden.

__ADS_1


"Wah wah diumur ku segitu aku masih main boneka." Ucap Yora terheran heran.


"Aku jadi kehilangan jati diriku sendiri. Seperti menjadi orang lain didalam tubuh yang sama." Ucap Eden dengan raut yang sedikit sedih.


"Apa kamu benar benar tidak bisa mengingat nya." Tanya yora serius.


"Benar aku tidak bisa mengingat nya. sama sekali. Walaupun berusaha keras tetap saja tidak bisa ku ingat apapun yang terjadi padanya." Ucap Eden sembari mulai memandangi ruangannya.


"Lalu apa hubungan mu dengan jj tidak baik.?" Ucap Yora mulai terpikir dengan hal hal yang telah menimpa nya.


Eden terlihat mengingat sesuatu.


"Mungkin dia kesal." Ucap Eden dengan nada datar setengah berfikir.


"Kesal??." Ucap Yora makin tak faham.


"Iyah aku membeli orangtuanya." Ucap Eden dengan nada tanpa dosa.


"Apa kau gila membeli orang tua Jj!." Ucap Yora yang geram melihat Eden yang menganggap nya hal biasa.


"Kenapa?." Ucap Eden dengan raut seperti mengangapnya tak bersalah.


"Haduhh...lalu Jj bagaimana." Tanya yora.


"Dia menolak." Ucap Eden seperti kesal.


"Yaa jelas dia akan menolak nya." Ucap Yora yang tak habis pikir.


"Jadi?." Ucap Yora dengan nada penasaran.


"Aku membunuh mereka didepan Jj. Haha." Ucap Eden sembari tertawa picik.


Mata Yora terbelalak.


"Membunuh...." Ucap Yora yang sedikit ngeri.


"Iya benar. Kau tau sebetapa kesal nya aku waktu itu. Aku hanya ingin Jj jadi kakak ku tapi dia menolak kedermawanan ku. Jadi kubunuh saja orang tuanya. sebagai gantinya iya akan sepenuhnya diasuh ayah dan ibuku lalu dia jadi kakakku!." Ucap Eden dengan raut bahagia.


Yora termenung mendengar kan perkataan Eden. Dia benar benar syok bahwa tenyata Eden bisa membunuh orang sebuah itu.


"Berapa umur mu saat itu?" Tanya yora dengan tatapan kosong.


"Sekitar 9 tahun." Ucap Eden.


"Apa kau benar benar tak merasa kasian membunuh seseorang." Tanya yora lirih.


Eden nampak sedikit berfikir raut masih tanpa rasa bersalah.


"Sama sekali tidak. Bukankah menyenangkan memberi banyak uang pada seseorang. Mereka hidup mati matian karna uang. Jadi aku memberikan mereka kematian dan memberikan banyak uang pada yang hidup. Bukan kah itu setimpal." Ucap Eden mendekatkan wajah ke Yora.


Yora diam tak menatap Eden.

__ADS_1


Eden bahkan lebih kejam dari psikopat.


"Tapi pacar ku tidak perlu khawatir." Ucap Eden lirih dengan tatapan cukup picik.


Yora masih diam membisu.


Sesekali iya melirik menatap mata Eden yang sebenarnya begitu lembut untuk ditatap.


"Karna bersamaku kau akan jadi tokoh utama paling bahagia." Ucap Eden sambil menyentuh pundak Yora.


Namun Yora segera menghindah dan beranjak dari tempat tidur itu.


"Lho kenapa?. Apa perbuatan ku sebegitu menakutkan." Tanya Eden dengan raut wajah imut nya.


"Apa kau masih tak berfikir seberapa hati Jj terluka?!. Bagaimana mungkin kau membunuh seseorang paling berharga didunia ini secara langsung dihadapan Jj." Ucap Yora dengan nada sedikit membentak.


"Apa kau benar benar manusia?!." Teriak Yora yang begitu marah dan tak karuan.


Eden menunduk.


"Bukankah mati bukakanlah hal yang besar. Toh dengan mati mereka tak memikirkan beban hutang dan biaya lainnya." Ucap Eden lagi dengan raut tak bersalah.


Tanpa sadar air mata Yora menetes.


"Bagaimana mungkin bibir lembut mu itu mengatakan hal setajam ini." Ucap Yora tak percaya.


Yora benar benar sedih dia kembali merasa kehilangan sosok Eden yang bagai malaikat.


Sangat berbeda dengan Eden yang ada dihadapan nya. Senyuman picik bagikan iblis. Nada tak bersalah dengan wajah imut Eden tentu sangat tidak cocok.


Eden melangkah mendekat ke Yora dengan tatapan datar.


Yora pun melangkah mundur sampai iya terpojok.


"Kumohon kembalikan Eden padaku." Ucap Yora sembari menangis.


Melihat air mata Yora Eden terhenti. Dadanya sesak.


Eden mengenggam dadanya menahan sakit.


Yora masih tak berani menyentuh Eden namun dia juga khawatir.


"Ini,,,Tempat ku!." Ucap Eden sembari memegangi kepalanya yang mulai sakit.


"Eden." Ucap Yora lirih dengan nada khawatir.


"Diam!!. Aku Aiden!!!." Ucap Eden membentak.


Eden yang terduduk terus terusan besikap aneh.


Yora makin syok dan khawatir dia jadi terdesak dan bingung harus berbuat apa....

__ADS_1


__ADS_2