
Jj mengendarai mobil mewahnya ugal ugalan karena marah. Dia sesekali melontarkan kata kasar untuk Yora.
Sampai dia mulai bosan dan makin stess dia pun berhenti.
Dia pergi kesebuah panti asuhan anak anak.
Disana dia memperbaiki mood dengan menemani beberapa anak anak dan memberikan makanan, pakaian dan sedikit alat elektronik.
Disini kita melihat sisi baik Jj yang benar benar tulus dia memang sebenarnya orang yang cukup baik.
Saat duduk bersama anak anak panti yang gembira dan suasana penuh tawa.
"Paman Yang baik pasti punya banyak keberuntungan kan." Ucap salah Seorang anak laki laki sembari tersenyum begitu manis.
Namun raut Jj menjadi datar.
"bukan, Paman bukan orang baik." Ucap Jj dengan nada datar yang kaku.
"Mustahil paman orang yang tidak baik kan. Buktinya paman peduli pada kami yang bukan siapa siapa." sahut anak perempuan didekat Jj.
"Benar paman bukan orang baik. Jadi rahasiakan ini yaa." Ucap Jj dengan senyuman kecil.
Jj nampak akrab dengan anak anak itu.
#Han jaemin.
Terlihat jaemin sibuk didepan komputer.
monitor hitam dan kode kode yang kurang bisa dipahami terus diketik.
Sepuluh jarinya nampak bergerak cepat. Dia sebenarnya sedang menyelesaikan sistem keamanan untuk data pribadi perusahaan Kbs grup yang sempat iya retas sebelumnya.
Sekarang Jaemin sedang membuat sistem keamanan baru agar keamanan data pribadi Kbs grup aman.
Sebenarnya hal ini jaemin lakukan sebagai hobinya. Namun dibeberapa perusahaan biasanya akan memberikan semacam hadiah kepada peretas (Hacker) yang menginformasikan celah dalam sistem pribadi yang dibuat perusahaan untuk menyimpan data penting perusahaan dengan maksud agar teknisi yang bertugas dalam keamanan data segera melakukan tindakan agar data perusahaan tidak dapat diretas dengan mudah.
Jaemin hampir saja selesai namun sayang nya komputer yang iya gunakan bukan lah komputer khusus yang bisa bekerja ekstra dibidang hacking dan programing.
dengan kecewa iya harus berhenti ditahap ahir. Karna cpu dan beberapa perlengkapan programing digudang jaemin mulai bermasalah dan butuh perbaikkan.
Jaemin yang tak bisa berahir sampai disitu memutuskan untuk pergi keperusahan langsung dan menemui teknisi di Kbs grup.
#Eden
Eden melangkah dan melihat dia melihat dirinya dari cermin yang ada diruang itu.
Dia menatap dirinya sendiri yang didandani hingga rapih dan berpenampilan disegani. Kharisma yang kuat pun iya rasakan.
"Ternyata wajahku seram juga." Ucap Eden sambil meperlihatkan wajah tegas ala presdir dibeberapa drama.
Eden pun melangkah keluar.
#Ayah Hyun-Jae
Ayah Hyun-Jae adalah Seorang staf umum Diperusahaan yang cukup besar yaitu TM Office grup.
Dan perlu diketahui bahwa TM Office grup dimimpin oleh Troy.
Terlihat ayah Hyun-Jae diberikan beberapa tumpuk pekerjaan.
Suasana kantor sedikit riuh karena sibuk dengan pekerjaan masing masing.
Ayah Hyun-Jae beranjak menuju dapur untuk menyeduh kopi. Baru saja iya membuat kopi nya dan hendak membawanya namun dia malah menabrak Seorang dengan badan sedikit buncit dia adalah penangung jawab staf umum.
"Maaf, Saya benar benar minta maaf. Saya akan membayar biaya cucinya pak kepala." Ucap ayah Hyun-Jae dengan penuh rasa bersalah dan merendah.
Raut wajah pak kepala lumayan marah.
"Kau membuat ku benar benar kesal!. Ini baju baru dari kekasihku dan kamu mengotorinya!."
Ucap pak kepala dengan raut yang begitu marah.
__ADS_1
"Saya benar benar minta maaf." Ayah Hyun-Jae tentu berusaha agar dimaafkan karena akan sangat merepotkan jika iya harus berurusan dengan pak kepala.
Namun pak kepala yang marah parah menapar pipi ayah Hyun-Jae.
"Kau pikir aq akan memaafkan mu hah!. Sudah cepat bereskan ini!." Menunjuk ke lantai yang kotor.
"Baik pak." Ucap ayah Hyun-Jae yang segera melangkah ke kamar mandi mencari pell untuk membersikan bekas kopi yang tumpah.
Sambil menarik nafas lelah ayah Hyun-Jae membersikan lantai yang kotor.
Namun dibenak ayah Hyun-Jae ada bayangan keluarga kecil nya.
Setelah selesai ayah Hyun-Jae menyerahkan pekerjaan nya ke ruang Presdir Troy.
Dia masuk dan Troy duduk diruangannya yang cukup mewah.
"Taruh saja dimeja." Ucap Troy yang sedang asik melihat ponselnya.
Ayah Hyun-Jae pun menaruh dokumen lalu pergi.
Ternyata Troy terus terusan memandangi fto Yora sambil tersipu sembari tersenyum kecil.
#Eden
Eden sudah ada dirumah. Dia duduk di sofa sambil memainkan game diponsel nya.
"Tuan muda ada tamu diluar." Ucap Seorang pengawal.
"Tamu??. Siapa??." Tanya Eden sambil masih fokus memainkan ponselnya.
"Tamu atas nama Hyun-Jae, jika tuan tidak ada janji dengannya kita bisa mengusirnya." Ucap pengawal itu lagi.
Seketika Eden langsung berpaling dari ponselnya.
"Apah Hyun-Jae!." Ucap Eden dengan nada tak percaya.
#Hyun-Jae.
Dia ada didepan pagar dijaga beberapa penjaga gerbang.
Hyun-Jae memutuskan untuk pergi namun belum sempat iya pergi Seorang pengawal menghentikan langkah nya.
"Nona!. Tuan muda mengizinkan anda menemuinya. Maaf membuat mu menunggu lama." Ucap penjaga yang baru saja kembali.
Hyun-Jae terhenti.
"Maaf seperti nya saya salah rumah." Ucap Hyun-Jae dia berfikir bahwa dirinya dipermainkan oleh Eden.
"Tidak nona, Tuan muda perpesan agar ana tidak pergi sebelum menemuinya." Ucap penjaga itu.
"Mari saya antar." Ucap nya lagi.
Hyun-Jae masih tak percaya dia melangkah memasuki rumah megah itu.
Dia melihat Eden duduk dikursi yang lebih mirip singgahsana Seorang pangeran.
Eden tersenyum ada beberapa maid yang berdiri disana.
"Ahirnya kau datang juga kerumah ku." Ucap Eden.
Namun raut Hyun-Jae jadi sedikit picik sekarang dia tau kalau Eden ingin memamerkan rumah sewa ini.
"Hei kau apa kau benar benar mempermainkanku." Tanya Eden yang langsung mendekat ke Eden.
"Tidak ada yang sedang main main disini." Ucap Eden dengan jujur.
"Nona jika ada sesuatu yang ingin anda makan?." Ucap salah Seorang maid dengan sopan.
Hyun-Jae melihat sekeliling ruangan dia benar benar tak pernah membayangkan bahwa ada rumah yang begitu mewah.
"Ini,, benar benar rumahmu." Ucap Hyun-Jae yang keheranan dan masih tak percaya.
__ADS_1
Eden hanya mengangguk sembari tersenyum kecil.
Tak disangka Yora baru saja pulang kerja. Tatapan nya sedikit sinis dia mengenali Hyun-Jae.
"Ahh tante ternyata pulang kesini. Perkenalkan ini teman kuliah ku Hyun-Jae." Ucap Eden dengan penuh semangat.
Melihat raut wajah Eden entah mengapa Yora sedikit kesal. Dia tak merespon dan melangkah menuju kamar nya.
"sombong sekali dia." Ucap Hyun-Jae.
"Tidak! dia tidak sombong sama sekali. Pasti tante lelah." Terang Eden.
"Owh iya ada yang ingin aku katakan padamu Eden." Ucap Hyun-Jae yang hampir saja lupa dengan tujuan nya.
#Yora
Yora masuk kamar dia terdiam sejenak dibalik pintu.
"Kenapa aku sangat kesal melihat perempuan itu. Uhhh...sadar Yora kamu bukan anak remaja yang cemburuan." Ucap nya sendiri.
"Sudahlah." Ucap Yora.
Yora meletakkan tas ganti pakaian.
Tiba tiba Yora merasa sedikit haus dia perlu air dan otomatis dia akan melangkah melewati Eden karna kebetulan air dalam kamar habis.
Walaupun air kran rumah Eden bisa diminum namun tak ada gelas dikamar Yora.
Yora keluar kamar dan iya samar samar mendengar.
"Temani aku pekan ini." Ucap Hyun-Jae.
Mendengar itu Yora pun menghampiri Eden dan langsung memegang bahu Eden.
"Eden kamu ngak lupa dengan janji kita tadi siang kan." Tanya yora dengan raut yang begitu memukau.
"Tentu. Jadwal kan saja harinya." Ucap Eden dengan sedikit senyum.
"Baiklah pekan ini, bagaimana?." Ucap Yora.
"Tunggu! Bukannya aku tidak sopan tapi aq baru saja akan membuat janji dengan nya." Bantah Hyun-Jae.
Eden pun sedikit bimbang dia menatap Hyun-Jae yang sedikit kesal lalu menatap Yora yang tersenyum sambil menatap tajam Eden seakan berniat mencekik jika Eden tidak meng iyakan.
Karena tak sabar dengan jawaban Eden Yora pun memulai taktiknya.
"Eden jika kamu keberatan kita bisa undur sampai pekan depan." Ucap Yora dengan raut sedikit kecewa.
Melihat itu spontan Eden berkata, "Ahh tidak! kita akan pergi kencan pekan ini!." Ucap Eden dengan suara cukup keras.
Hyun-Jae yang mendengar kata kencan pun lumayan membuat nyalinya down.
"Baiklah aku tau bayi kecil ku tidak akan membuat ku kecewa kan." Ucap Yora sembari mengusap usap rambut Eden.
Yora pun tersenyum dan meninggal kan Eden.
"Nikmati lah pertemuan kalian." Ucap Yora dengan nada sedikit menyingung.
"Emm Hyun-Jae bagaimana jika diundur. Aku tidak tau acara apa itu tapi aku akan berusaha mengundurnya." Ucap Eden.
"Tidak perlu." Ucap Hyun-Jae dengan nada singkat.
"Maaf aku tidak bisa menolak permintaan tante ku." Ucap Eden dengan suara sedikit pelan.
"Kalau begitu aku pamit pulang." Ucap Hyun-Jae yang langsung beranjak dan melangkah pergi.
Eden tak bisa mencegah Hyun-Jae. Sebenarnya Eden sedikit sedih namun dia belum terlalu akrab dengan Hyun-Jae.
"Kenapa kau jelek sekali tiba tiba padahal tadi tampan." Ucap Yora yang tiba tiba duduk bangku sebelah Eden sambil membawa segelas air.
"Tidak apa apa. Aku mau keluar sebentar." Ucap Eden.
__ADS_1
Yora jelas tau Eden sedih....