Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 62


__ADS_3

"Jaemin...Aq senang biasa bertemu dengan mu." Ucap Eden dengan nada semu sedih.


Jaemin tak menjawab.


Eden mengingat semua kenangan yang bisa dia ingat.


Mulai dari pertemuan bersama tante nya, Adegan panas, sampai masuk Universitas umum. Tawa bersama Yora dan makan bersama Hyun-Jae. bertemu banyak orang dan melihat keindahan dunia dan kemewahan.


Air mata nya menetes tanpa disadari.


Eden juga natap lembut jaemin.


Eden seperti memikul masalah diambang pilihan.


"Aku harap suatu saat nanti aku punya kesempatan untuk melihat orang orang yang aku temui." Ucap nya dengan nada lirih.


Ternyata jaemin mendengar nya.


"Hei gila kau hanya perlu tidur bukan mati." Bentak jaemin.


"Besok pagi Eden akan bangun. Jadi tolong katakan padaku untuk menolong Han Yora." Ucap Eden dengan nada serius.


"Tidak bukan besok tapi malam ini." Ucap Eden lagi.


Jaemin sudah masa bodo dan tidur.


#Han Yora bajunya masih cukup basah.


didalam tiba tiba masuk dua orang pengawal dan mengikat Yora. Yora juga mendengar bahwa tuan muda akan datang.


Namun Disini Yora masih tak tau siapa tuan muda itu.


Yora meronta karena diikat.


Selang beberapa menit banyak laki laki berpawakan seperti preman datang. beberapa dari mereka memiliki tato elang yang familiar bagi Yora.


"Wah wah tenyata gadis jalang itu semakin menarik sekarang." Ucap salah Seorang.


Yora tau itu suara Fay Seorang laki laki dengan gelar bos disalah satu grup mafia.


Dan orang itu juga pernah melakukan pelecehan terhadap Yora.


Ternyata dia membawa beberapa anggotanya.


Yora yang dibekap tak bisa bersuara. Matanya berkaca kaca karena trauma.


Walaupun tubuhmu ramping tapi dadamu besar juga ucap salah Seorang laki laki bawahan Fay yang membuka bekap dimulut Yora.


"Jangan berani kalian menyentuhku!!..Aku bisa membeli pengacara untuk memenjarakan kalian!!." Cetus Yora sambil meronta.


Fay pun mendekat Yora yang duduk terikat. Dimatanya jelas ada nafsu besar.

__ADS_1


"Hanya karena mengasuh anak konglomerat bibirmu jadi sedikit berani yaa." Ucap Fay sembari menyentuh wajah Yora.


Yora makin penasaran dengan siapa yang bisa mengundang Seorang Fay yang merupakan mafia kelas kakap.


"Tenang lah kami hanya membantu mu menikmati indah nya dunia ko." Sahut Seorang lainnya.


Fay tersenyum licik dan merobek lengan baju sebelah kanan Yora.


Itu membuat dada Yora terlihat sedikit lebih jelas dan menonjol.


Saat semua tertawa seseorang datang dengan tangan kosong.


Fay dan anggotanya berbalik dan melihat anak laki laki menunduk dengan senyuman picik.


"Wah wah hampir saja dimulai yaa...." Ucap anak itu dengan bringas dan tidak sopan.


Yora benar benar lega dia menarik nafas. Dia melihat anak itu menapakkan wajahnya seutuhnya.


Dan yaa itu adalah Eden. Namun berbeda biasanya Eden diponi namun sekarang rambut nya disilakkan kebelakang sehingga aura keren dan maco menyelimutinya.


"Eden." Yora mengundang nya tanpa sengaja.


"Kenapa diam saja cepat serang dia." Ucap Fay memerintahkan anak buahnya.


Mereka semua berlari dan siap menghajar Eden namun disini Eden nampak tenang bahkan bisa tersenyum picik.


Eden melempar kan benda kecil dari tangannya dan semua Anggota fay kesakitan memegangi leher.


Tiba tiba fay menodongkan pistol tepat dikepala Eden.


"Om mau tau umurku berapa." Ucap Eden picik.


"Kau cari mati menyerah lah." Ucap Fay penuh percaya diri.


"Yahh aku memang harus menyerah." Ucap Eden dengan santai.


"Nahhhh gitu dong anak sialan." Ucap Fay.


"Kalau om kalah pasti sangat malu kan." Ucap Eden dengan raut mengejek.


Yora benar benar tak bisa percaya dengan wajah Eden yang seakan berbeda.


"Nona apa namamu Han Yora?." Tanya Eden dengan raut wajah cukup santai.


"Tentu saja aku Yora." Ucap Yora.


Mendengar itu Eden menatap fay dengan tajam seakan Eden adalah malaikat maut yang siap membunuh fay.


Tanpa aba aba Eden langsung menusuk tepat didada fay menggunakan beberapa pena.


Fay merasa lumayan kesakitan namun Eden masih tenang.

__ADS_1


Fay sempat hampir menekan pistol nya namun sedetik sebelum itu Eden menikam leher fay dan membanting tubuh fay kelantai.


Yora masih terheran heran.


Tak lupa Eden juga menginjak pistol itu sampai hancur menyisahkan peluru nya saja.


Fay pun tewas ditempat.


"Woi!!! Aku sudah peringatkan banyak musuh....." Suara jaemin yang tergesa genah sirna melihat banyak orang bergeletak tanpa nyawa.


"Ahh gila dengar aku hanya akan jadi saksi dan ngak ikut campur!." Ucap jaemin yang enggan berurusan dengan hukum.


Eden menoleh ke Jaemin dengan tatapan dingin.


"Aku sudah membeli nyawa mereka dengan uang." Ucap Eden dengan nada datar tak peduli.


Jaemin pun geram.


"Eden.. Apa kau benar Eden." Ucap Yora yang masih terikat.


Eden membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Yora.


Yora merasa cara bicara Eden sangat asing baginya.


Tatapan mata Eden yang lembut dan ramah juga seakan lenyap.


"Kau sudah selamat tugas ku selesai."Ucap Eden langsung beranjak bangun dan hampir meninggal kan Yora.


Nampak nya kaki Yora sedikit terkilir dan badannya hangat karena kehujanan.


Eden menoleh sekali lagi dengan tatapan dingin.


"Tidurlah disini aku sudah membeli hotel ini." Ucap Eden dengan angkuh dan nada yang datar.


Tah hanya itu dia juga melemparkan segepok uang pada jaemin dengan raut dingin sambil melangkah meninggal kan Yora dan jaemin.


"Hei kau! Apa yang terjadi dengan Eden." Tanya yora menghampiri jaemin.


Jaemin nampak bimbang dia nampak berfikir.


"Anu saja juga tidak tau. Aku melihat nya bangun dan keluar malam malam. Lalu aku berusaha melacaknya dan dia sudah disini." Jelas jaemin.


"Apa dia benar benar bukan pasien rumah sakit jiwa,?." Tanya jaemin dengan nada datar.


"Dia memang sakit psikologi tapi bukan gila." Tegas Yora.


Tak lama beberapa orang suruhan Eden datang membereskan jenazah dan Yora melihat mereka mencabuti benda kecil yang menacap di leher bawahan Fay....


#Tatapan Eden yang sekarang


__ADS_1


__ADS_2