
Eden masih termenung di mobil.
Hun jae menoleh melihat tatapan kosong Eden.
"Bagaimana bisa konglomerat seperti mu mengidamkan Tante itu." Ucap Hyun jae heran.
Eden tersadar.
"Benar aku kan konglomerat." Ucap Eden spontan.
"hah?." Ucap Hyun jae bingung.
"Yah laki laki bertanggung jawab atas perempuan yang dicintai kan?." tanya Eden.
"Hey sadar lah dia punya anak dan otomatis dia punya suami bodoh!." Ucap Hyun jae kasar.
Eden terdiam lagi dia berfikir cukup keras.
Eden menanyakan sesuatu ke pak supir dengan bahasa Jerman.
"Apalagi yang mau kau lakukan." Ucap Hyun jae sambil menghela nafas.
"Hyun jae kumohon ikuti saja aku jangan banyak bicara." Ucap Eden serius.
Eden menurunkan Hyun jae didepan hotel mewah.
Hyun jae turun dari mobil dengan raut bingung.
Bisa bisanya Eden meninggalkan nya didepan hotel bintang lima sedangkan Hyun jae tak bisa bahasa Jerman.
#Yora.
Yora menangis ter Isak.
Putra Yora bernama Yoan.
Putranya mengusap air mata ibunya itu.
Yora melihat mata putra nya mengingat laki laki brengsek yang pernah iya sayangi dulu.
Saat kuliah dulu Yora sempat dapat kesempatan pertukaran pelajar ke Jerman selama 3 bulan dan selama itu dia ada di Jerman.
__ADS_1
Kisah cintanya lumayan mulus hingga suatu saat bencana itu terjadi.
Dimalam yang indah tepat nya di musim dingin.
Saat itu kehilafan kedua sijoli itu terjadi dan hebatnya sang kekasih Yora ternyata tak benar benar menginginkan Yora.
Sama seperti laki laki pada umumnya kekasih Yora tak berniat serius namun naas nya Yora hamil.
Kekasih Yora berasal dari keluarga terpandang di Jerman saat itu.
Yora yang malang dia menuntut si keluarga laki laki namun sayang mereka justru menganggap Yora memang perempuan gampangan.
Miris nya Yora beberapa kali berusaha mengugurkan bayinya namun selalu gagal. dalam ke putus asaan ada keluarga Eden yang begitu baik.
Ayah Eden dengan senang hati memberikan pilihan pada Yora. Pilihan pertama adalah untuk balas dendam langsung pada kekasih nya, sedang kan pilihan kedua adalah mengamankan status bayi dan masa depan Yora.
Yora mengambil pilihan untuk mengamankan bayinya dan pendidikan nya.
Saat itu dia tak lagi mencintai laki laki manapun.
Dia mengasikan diri ke Ceko bersama calon keluarga palsu yang sudah disiapkan orang tua Eden.
Benar saja sampai saat ini Yora telah membesarkan putra kecilnya Hinga hingga cukup dewasa.
Dia bangga pada dirinya karena berhasil membesarkan putra nya namun saat ini iya kebingungan.
Dalam hati kecil Yora iya mencintai Eden. Namun dirinya seperti sosok yang tidak tahu diri.
Yora merasa pantas kah dia bersanding dengan Eden yang nan sempurna.
Bagaimana Eden bisa menerima masalalu Yora.
Pikiran Yora cukup kacau.
Yora disadarkan oleh Eden yang sudah didepan nya dengan tersenyum.
"Eden??." Ucap Yora yang mengira ini adalah halusinasi.
"Hehe maaf ya aku tidak tau Tante punya anak yang begitu lucu." Ucap Eden dengan wajah polos nya.
Yora tak bisa menahan air matanya.
__ADS_1
Dia memeluk Eden dengan erat.
Eden menjatuhkan beberapa tas berisi mainan. Eden membalas pelukkan Yora dengan hangat.
Putra Yora tersenyum kecil pada Eden.
"Maaf aku pasti sangat serakah Karna menginginkan mu." Ucap Yora sembari menangis dipeluk kan Eden.
"Aku tidak bisa mengubah masalalu, aku sudah berusaha menjadi sebaik mungkin sekarang." Ucap Yora sembari ter Isak.
"Siapa yang akan menanyakan masalalu Tante, toh Eden tidak peduli." Ucap Eden sembari tersenyum.
"Tante lupa ya aku sangat kaya jika untuk mengaduk seorang anak imut aku masih sangat mampu tante." Ucap Eden dengan wajah bangga nya.
Yora melepaskan pelukan nya.
"Kau masih tetap suka padaku??." Ucap Yora masih sedikit menangis.
"Yah tentu saja." Ucap Eden sembari mengusap air mata Yora.
"Yoan beri salam pada kakak ini." Ucap Yora.
Yoan dengan malu malu menunduk sesuai adat Korea.
Eden duduk didepan Yoan.
"Wah imut sekali calon putra ku." Ucap Eden tersenyum lebar.
Yora tersenyum melihat kehangatan Eden. Eden menyodorkan hadiah yang baru saja dibeli.
"Terimakasih." Ucap Yoan malu malu.
"Eden maaf aku tadi sangat panik kau datang." Ucap Yora menyesal.
"Justru aku yang minta maaf karna tidak menuruti Tante untuk tetap diam dirumah." Ucap Eden.
"Maaf ya Tante rindu ku sangat merepotkan Tante." Ucap Eden lagi.
"Yoan tolong sampaikan pada nenek dan kakek jika ada tamu yaa." Ucap Yora.
Yoan kecil mengangguk lalu berlari kerumah.
__ADS_1