Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 56


__ADS_3

Tanpa diduga Yora malah kembali kerumah Eden.


Karena Yora punya sedikit kecurigaan pada Eden.


Yora masih belum percaya jika Eden benar benar sepolos tampang nya itu.


Aura kesal Yora jelas terlihat karena beberapa kali dipermainkan wajah polos Eden.


Sebenarnya ada banyak sekali kamar dirumah Eden. Namun dikamar utama atau lebih tepat nya kamar ayah dan ibu Eden ada sedikit kejanggalan dimana dalam peta pembangunan rumah ada satu kamar rahasia dibawah tanah yang terhubung ke kamar utama.


Yora Telah sempai dia pun turun dan segera menuju kamar utama yang begitu mewah semua hampir berwarna emas mencolok. Itu karena ibu Eden sangat suka nuansa gold.


Yora melihat lihat sekitar tak ada tanda tanda pintu rahasia.


Dalam perasaan penasaran yang luar biasa jiwa detektif nya tergugah.


Yora melihat dinding yang berisi banyak foto romantis ayah Eden dan ibunya.


Namun ada salah satu foto yang membuat Yora heran pasalnya ada foto Eden yang terpajang cukup besar.


Namun yang membuat Yora heran adalah semua foto Eden kecil selalu ceria dan tersenyum lebar. Tetapi Eden yang beranjak dewasa malah beraut datar padahal foto orang tuanya ceria.


Yora makin dibuat penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan Eden.


Yora mencari buku diary ibu Eden berharap mendapatkan sedikit pencerahan.


Namun dia tak menemukan apapun. Dia melihat ada sebuah brakas yang terkunci dibalik salah satu fto keluarga Eden.


Itu u cukup aneh yaa karena keluara Eden tak menyimpan barang ataupun uang didalam brankas karena uang mereka cukup banyak dan harta berharga nya pun disimpan dimusium pribadi keluarga.


Yora berusaha membuka brankas namun nihil dia tidak ahli membobol brankas.


Yora menelfon Troy berharap dia bisa membantunya.


"Wah wah nona Yora apa kau sudah marindukanku." Ucap Troy yang langsung mengatakan itu pada Yora.


"Apa kau kenal dengan orang yang bisa membobol brankas." Tanya Yora serius.


Troy sedikit kaget.


"Apah!. Brankas??. Apa kau mau mecuri nona!." Tanya Troy yabg langsung menuduh.


"Sudah katakan saja kau kenal atau tidak." Ucap Yora yang ada dalam rasa penasaran nya.


"Iya Baiklah aku kenal. Coba kau foto dulu brankas nya lalu kirim kan padaku untuk dicek itu brankas jenis apa." Tanya Troy yang tak bisa menolak Yora.


Yora meng iyakan dan dia pun menunggu jawaban Troy setelah mengambil gambar brankas.


Beberapa menit kemudian.


"Itu adalah brankas Russia cukup sulit membobol nya." Itu adalah isi pesan dari Troy.


"Ahh sial apa sesulit itu membobol brankas." Gumam Yora.

__ADS_1


Yora pun menyerah dan duduk diranjang mewah orang tua Eden.


"Sebenarnya Eden itu seperti apa dulu." Ucap Yora dengan nada datar.


Tringg!!


Ponsel Yora berdering.


"Iya ada apa." Ucap Yora menjawab telfon.


"Hey aku bilang susah bukan berarti tidak bisa. Aku akan membantu mu." Ucap Troy yang berusaha keras.


"Baiklah jadwal kan orang itu untuk menemuiku malam ini." Ucap Yora sambil mematikan panggilan.


Yora mulai sedikit curiga pada Eden.


#Rumah sakit.


Eden duduk didepan Dokter lea begitu pula dengan Jay yang duduk disamping nya.


"Apa ada masalah??." Tanya dokter lea.


"Tidak sama sekali doker. Emm rasanya Eden sudah menemukan obat nya." Ucap Eden dengan semangat.


Doker Lea dan Jay pun saling memandang.


"Benarkan Eden?!." Ucap Jay tak percaya.


Eden mengangguk.


"Coba jelaskan bagaimana kamu bisa mengatakan kalo sudah menemukan obatnya?." Tanya dokter lea serius.


"Begini aku bertemu malaikat sungguhan. Dan membuat ku sembuh sesaat." Ucap Eden dengan semangat.


Namun Dokter lea dan Jay tercengang dan diam.


"Anu, Eden apa kau yakin dengan malaikat itu."Tanya Jay.


"Iya benar aku yakin. Saat ada didekat nya aku sama sekali tidak sakit." Ucap Eden.


"Doker percaya padaku kan." Ucap Eden dengan raut wajah memelas.


Doker Lea pun tak kuasa dia mengiyakan saja.


"Eden munggkin dia memang malaikat. Tapi efek nya semetara bukan?." Tanya dokter lea dengan ramah.


Eden mulai berfikir.


"Kurasa Eden hanya salah paham dokter." Ucap Jay yang menganggap Eden hanya melantur.


"Tidak dia tidak melantur dalam ilmu psikolog itu hal bisa. Seseorang merasa traumanya tak bereaksi jika dia merasa nyaman dan merasa sangat nyaman. Walaupun kadang rasa itu tidak bisa menjadi patokan untuk terapi penyembuhan." Terang doker Lea.


"Dengar kan dia benar benar obat untukku." Ucap Eden gembira.

__ADS_1


Jay pun meraut datar.


"Eden. Apa kau bisa ceritakan lebih lanjut masalalu mu biar aku analisis lagi." Ucap dokter lea.


Eden terlihat mengingat ingat.


"Emm aku ingat aku selalu ada dikamar yang gelap. Rasanya seperti terantai. Semua gelap dan sepi. Jika terang aku hanya lihat beberapa buku dan secangkir teh." Ucap Eden.


Nampak dokter lea mencatat beberapa hal.


"Lalu bagaimana dengan api dan asap." Ucap dokter lea lagi.


"Apa kau lupa aku selalu menemanimu ketaman menangkap serangga." Ucap paman Haza.


Jelas saja paman Haza ingat dengan jelas bahwa dia selalu menemani Eden kecil bermain dengan ceria.


"Ehh Benarkan tapi Eden tidak ingat." Ucap Eden dengan sedikit terkejut.


"Mungkin karena saat itu kau masih terlalu kecil." Ucap dokter lea.


"Emm aku cuman ingat kamarku, perpustakaan, dan....." Ucapan Eden terhenti.


"Ada apa?." Tanya doker Lea.


Eden berusaha mengingat sesuatu.


Yang dia lihat samar Samar seperti tawanya yang tak pernah iya dengar suara tawa yang begitu keras.


Dia melihat ruangan gelap disuatu Tempat. samar Samar dia meraba sesuatu yang kurang jelas berwarna emas mencolok.


"Bukan itu bukan Eden!!. Bukan!!!" Ucap Eden sembari mengacak rambut nya.


Doker Lea dan Jay berusaha menyadarkan Eden.


Eden terlihat ketakutan.


Nafasnya mulai terenggah enggah.


Jay yang khawatir langsung mengambil suntik bius.


"Sebenarnya Eden kenapa!." Ucap paman Haza dengan raut yang serius.


Doker Lea belum menjawab iya meminta paman Haza untuk membaringkan Eden ditempat tidur.


"Apa dia pernah mengalami hilang ingatan sebelum nya. Atau trauma besar selain paska kebakaran." Tanya doker Lea dengan serius.


Paman Haza berusaha mengingat nya. Dia ingat Eden kecil begitu ceria bahkan tawanya sering meledak dan terdengar menghiasi rumah megah itu.


Namun samar Samar dia berusaha mengingat waktu tepat Eden berubah menjadi begitu diam dan murung.


#Skip Jj.


Dia duduk sambil memegangi sebuah foto keluarganya.

__ADS_1


"Aku pastikan kau akan mati Eden." Ucap jj dengan picik.


"Selagi kau selemah ini." Ucap jj dengan raut penuh Amarah....


__ADS_2