Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 24


__ADS_3

Hyun-Jae mencampur bir dan Soju lalu menuangkan kegelas bening kecil dimeja.


"Sebenarnya Han jaemin yang menolong mu aku cuma membantu..". Ucap Hyun-Jae sambil mengangkat gelas yang berisi Soju dan bir.


Eden masih makan dengan cukup lahap sampai lupa etiket makan.


"Ngak papa koh..aku suka mengenal orang baru. aku juga suka makanan ini. Nanti aku akan sering mampir kesini". Ucap Eden sembari meletakkan mangkuk berisi nasi.


"Tapi nanti kalau bertemu han jaemin kau harus berterimakasih". Ucap Hyun-Jae sambil menatap Eden.


Eden mulai mencium aroma tidak sedap, itu adalah aroma Soju dan bir yang dicampur.


"Kau ngak mau minum". Ucap Hyun-Jae.


#Pliss deh jagan nawarin tuan muda polos ini nanti Yora ngamuk lohh!#


Eden mengangguk dan Hyun-Jae mengisi gelas Eden dengan Soju dan bir.


"Takk". suara gelas yang bersentuhan terdengar. Ini adalah budaya umum yang dilakukkan orang korea saat minum alkohol.


Namun Eden tak tau kalau itu alkohol yang Eden tau itu adalah minuman bening dengan rasa yang tak sedap.


Eden menghormati Hyun-Jae dan tidak berani mengatakan kalau minumanya tidak enak bagi Eden itu akan membuat susasana jadi tidak nyaman.


Tak terasa Hyun-Jae dan Eden telah meminum 4 botol Soju dan 2 botol bir. Hyun-Jae mulai mabuk dia mulai berbicara kesana kemari.


Eden masih belum mabuk sepenuhnya iya hanya sedikit pusing.


Tanpa sadar langit mulai gelap. Eden yang duduk itu pun melepaskan topinya. Eden benar benar sangat cool sekarang wajahnya juga sedikit merona karena mabuk.


Hyun-Jae menyaksikan Eden yang begitu tampan wajah kuning mulus Eden membuat Hyun-Jae yang mabuk tak bisa berhenti menatap Eden.


Eden mulai risih dengan tatapan Hyun-Jae


"kenapa,,,? apa ada sesuatu dimukaku". Ucap Eden sembari meraba wajahnya memastikan apa yang ada diwajahnya.


"Tampan". Ucap Hyun-Jae lirih.


"Apah kau bilang apa??,,Suaramu terlalu kecil aq tidak dengan". Ucap Eden sambil mendekat kan telinga ke Hyun-Jae.

__ADS_1


tiba tiba ibu yang tadi membawakan Soju menghampiri Eden.


"Dia pasti sangat mabuk,,kau tau itu tak tik perempuan yang punya gengsi tinggi. Cepat pulang dan jangan lupa beli obat pemecah kehamilan". Ucap ibu itu membisiki Eden.


Eden sebenarnya tak tau maksud ibu itu, namun Eden tau kalau Hyun-Jae memang harus pulang. Eden mulai berfikir keras karena tak tau rumah Hyun-Jae.


Eden beranjak berdiri untuk membayar makanannya.


"Berapa totalnya bu?". Tanya Eden sambil mengeluarkan uang tunai.


"45.000 won". Ucap ibu.


Eden pun menyerah kan uang yang pas.


"Hyun-Jae..". Ucap Eden sambil menyentuh tubuh Hyun-Jae.


Hyun-Jae hanya menoleh.


"Rumahmu dimana..". Tanya Eden sambil jongkok didekat Hyun-Jae.


"rumah,,aku ngak punya rumah..". Ucap Hyun-Jae yang sedikit terputus putus dan kurang jelas.


Eden mulai berfikir sambil salah satu tangannya memegangi dagunya.


Dia membuka aplikasi dan memesan kamar hotel terdekat kebetulan ada hotel yang lumayan mewah didekat kedai ini.


Tak lupa Eden juga memesan taxi.


Eden memapah tubuh mungil Hyun-Jae. Eden berjalan sedikit sempoyongan karena cukup pusing juga. Mereka keluar dari kedai dan menaiki taxi yang sudah ada dipinggir trotoar.


Kepala Hyun-Jae tersandar di bahu bidang Eden.


"Ah,,kenapa pusing sekali". Ucap Eden sambil terus memegangi kepalanya.


Rasanya Eden tak tahan lagi saat tiba didepan hotel yang cukup mewah Eden menyuruh supir untuk membopong Hyun-Jae ke kamar hotel yabg sudah ditentukna.


supir telah kembali dan Eden pun melajutkan perjalanan untuk pulang. Dalam mobil iya tertidur karena perjalanan cukup jauh.


Eden sampai Rumah dalam keadaan berantakan. Paman Haza terkejut melihat Eden dan langsung menghampiri Eden memastikan Eden baik baik saja.

__ADS_1


"Tuan muda ada apa kenapa pulang sendiri anda bisa hubungi saya". Ucap paman Haza khawatir.


Saat Eden masuk diruang tamu terlihat tante nya duduk menanti Eden dengan raut yang hampir meledak wajahnya begitu marah pada Eden.


"Ahh,,tante,, maaf aku berantakan". Ucap Eden tersipu malu.


"Anda minum alkohol,?". Ucap paman Haza yang mencium bau alkohol.


"Tidak...aku hanya minum soju". Ucap polos Eden sambil menggelengkan kepala.


Mendengar itu Yora makin kesal.


"Dasar bayi!. Kau minum alkohol tapi tidak tau. Payah sekali sini kau. Haza pergilah biar aku yang urus Eden". Ucap Yora yang langsung mengandeng tangan Eden.


"Tapi nyo--". Ucap paman Haza yang terputus karena tatapan sinis Yora.


Yora menuntun Eden duduk disofa.


"Hei Eden kau tau dari tadi rasanya aku mau bunuh diri tau...". Ucap Yora yang terhenti karena Eden memeluk Yora.


"malaikat ku ngak boleh mati". Ucap Eden yang mabuk.


#Haduhh kalo kaya gini mahh hati Yora yang mendidih juga langsung adem kaya di pantai hehe#


Pipi Yora memerah.


"Tapi kau baik baik saja kan". Ucap Yora dengan nada cukup tenang.


"Tidak aku hampir mati". Ucap Eden yang masih memeluk tantenya.


"Apah!!". suara Yora kini menggelegar seperti petir.


"Tapi Eden ngak beneran mati ko". Ucap Eden sambil melepaskan pelukkan nya dan menatap Tantenya.


Yora melihat wajah Eden yang merona karena mabuk Eden benar benar sangat mengemaskan seperti bayi anjing yang sangat lucu.


Kali ini Yora yang memeluk Eden.


"Kau tau seberapa khawatirnya malaikat mu ini". Ucap Yora sambil memeluk Eden.

__ADS_1


"Maaf". Ucap Eden lirih.....


#Ututu yang marah marah seharian gara gara Eden. Ati ati makin tua nanti tantenya😀#.....


__ADS_2