Sugar Baby

Sugar Baby
episode 34


__ADS_3

Eden terdiam sejenak.


"Hyun-Jae,,,kenapa menampar Eden". Ucap Eden dengan raut yang polos.


Hyun-Jae jelas masih geram.


"Dasar laki laki mesum. Bisa bisanya kau memperlihatkan raut polos seperti itu!. Dengar, aku ngak tertarik tuh sama cowo tampan yang punya sikap brengsek seperti mu". Ucap Hyun-Jae sambil marah marah.


Mula Eden memang tak tau apa apa namun karena iya tau kata " Mesum" itu berarti orang yang tak sopan bahkan jauh lebih buruk dari itu. Dan lagi Hyun-Jae berkali kali mengatakan kata kata kasar.


"Eden minta maaf karena langsung pulang semalam. Eden juga minta maaf karena tak bisa membopong mu sampai ke kamar. Tapi Eden benar benar bukan laki laki mesum". Ucap Eden menjelaskan pada Hyun-Jae.


Tapi Hyun-Jae yang marah menganggap itu hanya sebatas alasan.


"Benar benar laki laki jaman sekarang pintar sekali memutar balikkan fakta". Ucap Hyun-Jae sambil tersenyum picik dan sedikit tertawa mengejek.


Eden sudah bingung harus menjelaskan seperti apa agar Hyun-Jae percaya.


Eden pun menunduk dan terdiam.


Hyun-Jae yang sedari tadi mengoceh sadar kalau bekas tamparannya memerah.


apalagi karena ada seseorang ibu yang lewat dan mengucapkan.


"Cantik tapi kasar". Ucap Seorang ibu itu sambil lewat.


Hyun-Jae menanggapinya dengan dingin dan menatap Eden yang murung.


"Huuuhhh,,,Baiklah aku maafkan kurasa memang benar laki laki selebek kamu mana mungkin menodaiku yang buas ini". Ucap Hyun-Jae lirih.


"Lagi pula itu bukan masalah besar kalau aku ngak hamil". Ucap Hyun-Jae sambil menarik nafas.


Tangan Hyun-Jae menarik dagu Eden berusaha agar wajah Eden tidak menunduk.


Sambil melihat raut Eden yang begitu menyesal Hyun-Jae malah menjadi merasa bersalah. Hyun-Jae menatap mata Eden yang begitu indah dia juga melihat dengan jelas pipinya yang merah akibat ulahnya.


"Dengar baik baik aku memaafkan mu". Ucap Hyun-Jae sembari menatap Eden dan masih memegangi wajah Eden.


Terlihat bibir Eden bergerak untuk mulai tersenyum kecil.


Melihat itu sontak pipi Hyun-Jae memerah dan langsung melepaskan tangannya.


"Okeh gerbang sudah ditutup rapat. kita ngak bisa kembali". Ucap Hyun-Jae yang memandang gerbang Universitas dari kejauhan.


Eden menatap rok Hyun-Jae yang dan sweet nya kotor.


"Mau pergi ketoko baju?". Ucap Eden menawarkan pada Hyun-Jae.


"Lupakan saja aku akan pulang". Ucap Hyun-Jae dia mulai melangkah.

__ADS_1


Namun Eden menahan langkah Hyun-Jae.


"Bajumu kotor rok mu juga". Ucap Eden sambil menujuk sweet Hyun-Jae.


Padahal itu hanya kotoran debu yang sedikit tebal.


"Kau lihat ini". Ucap Hyun-Jae sambil membersikan sweet nya dengan menepukkan salah satu tangan dibagian yang kotor.


"Selesai. Jadi simpan saja uangmu". Ucap Hyun-Jae dengan nada datar.


Sekali lagi Eden bingung dan terdiam.


Sedangkan Hyun-Jae menatap wajah Eden yang memerah.


Hyun-Jae melangkah untuk pulang namun dia berhenti dan menoleh ke Eden.


"Ayo ikut biar ku obati pipimu itu". Ucap Hyun-Jae dari kejauhan.


"Cepat!". Seru Hyun-Jae dengan nada yang sedikit tinggi.


Eden pun menyusul Hyun-Jae dan mengikuti Hyun-Jae mereka melangkah ke halte bus. namun sayang nya jadwal bus yang sampai kedekat rumah Hyun-Jae tidak ada terpaksa Hyun-Jae mencari taksi namun sebelum itu Hyun-Jae mengecek uang nya berharap cukup untuk mereka berdua tapi uangnya tak cukup jika jalan kaki pun lumayan jauh dan lama.


Eden melihat itu tak tau pasti, Namun raut kecewa Hyun-Jae sangat jelas.


"uang ku tak cukup untuk memboking taksi sampai kerumah. Mau jalan kaki?". Ucap Hyun-Jae menawarkan pada Eden.


Mendengar itu Eden menarik tangan Hyun-Jae dan menghampiri taksi yang terparkir didekat trotoar.


Eden membuka pintu taksi dan masuk. Hyun-Jae juga ikut masuk taksi dan mengatakan alamatnya.


Taksi pun melaju sebenarnya Eden merasa sedikit sakit tapi dia kurang peduli karena dia merasa nyaman bisa hidup dengan bebas namun tanpa ditawari seseorang mengawasi Eden dan Hyun-Jae.


Eden duduk sambil memandang jalan yang tak terlalu ramai.


Hyun-Jae melihat Eden yang terus fokus ke jalan.


"Sampai rumah akan aku ganti uang mu". Ucap Hyun-Jae.


Eden langsung menoleh menatap Hyun-Jae.


"Ahh tidak perlu". Ucap Eden.


"Aku akan tetap menggantinya".Ucap Hyun-Jae yang kukuh pada ucapnya.


"ku bilang tidak perlu. percaya lah aku ngak jahat ko". Ucap Eden meyakinkan Hyun-Jae.


Taksi berhenti dijalan yang tak terlalu ramai.


Eden sedikit sesak melihat beberapa orang yang berjalan. Tetapi lagi lagi keajaiban datang saat tangan Hyun-Jae menyentuh tangan Eden sesak itu sirna dan saat Eden menatap wajah Hyun-Jae pun rasanya jadi tenang.

__ADS_1


Hyun-Jae menarik tangan Eden agar segera mengikuti nya dia sampai diapartemen yang sederhana dan tidak terlalu mewah.


mereka naik menuju apartemen kediaman Hyun-Jae.


Hyun-Jae menekan kode dipintu dan masuk.


"Hyun-Jae pulang". Ucap Hyun-Jae yang langsung duduk menyopot sepatu nya.


Eden juga duduk dan menyopot sepatu sambil melihat lihat sekitar.


Ibu Hyun-Jae datang.


"Lohh Hyun kenapa cepat sekali kuliahnya". Ucap ibu Hyun-Jae dengan raut wajah heran.


Ditampah ibu Hyun-Jae melihat Seorang laki laki sedang melepaskan sepatu.


"Ohh, kau bawa teman yahh". Ucap ibu Hyun-Jae lagi.


"Dia baru saja aku tampar jadi aku bawa dia pulang untuk diobati. ngak papa kan mah". Ucap Hyun-Jae menjelaskan.


"bagaimana bisa kau menaparnya." Ucap lirih ibu Hyun-Jae.


"Cerita nya panjang..Hei kau cepat kesini". Ucap Hyun-Jae menoleh ke Eden.


Eden pun bergegas.


Ibu Hyun-Jae benar benar terkesima melihat wajah Eden yang hampir sempurna bibir, mata dan hidung begitu menawan.


Ditambah Eden tersenyum pada ibu Hyun-Jae. Tapi ibu nya melihat bekas merah dipipi Eden itu membuat hati ibu Hyun-Jae berbisik.


"Banar benar keterlaluan putri ku". ucap ibu Hyun-Jae didalam hati.


"Ahh...pasti sakit sekali kan maaf kan putri ku yaa dia memang kadang sangat brutal. tapi dia anak yang baik ko". Ucap ibu Hyun-Jae sambil mendekat ke Eden.


"Silahkan duduk dan jangan sungkan anggap saja rumah sendiri". Ucap ibu Hyun-Jae dengan senyuman ramah.


Eden duduk dan melihat lihat rumah itu cukup sempit bagi Eden namun bagian rumah itu cukup rapih.


Jun kecil datang sambil membawa susu pisang kesukaannya.


"Lohh kakak ini siapa mah". Ucap Jun


Eden tersenyum.


"Ibu Hyun-Jae membungkuk.


"Beri salam padanya". Ucap ibu Hyun-Jae.


Disini Eden baru merasakan suasana yang iya harapkan dia tersenyum melihat wajah ceria keluarga sederhana ini.....

__ADS_1


#


Saya selaku Author minta maaf karena tidak bisa konsisten dalam up dikarenakan kesibukan dikehidupan saya tapi saya janji akan berusaha up secepatnya. TERIMAKASIH banyak atas dukungan para Readers tercinta😊😊.


__ADS_2