
#Pagi dihotel.
Tubuh Hyun-Jae terbaring dengan keadaan setengah badan tertutup selimut tebal berwarna putih. dia mengucek mata dan beranjak duduk kepalanya terasa berat dan pusing.
Samar Samar iya hanya mengingat wajah tampan dan cool yang iya lihat.
Dia mulai sadar kalau ada dikamar hotel pikiran nya jadi negatif apalagi karena bajunya yang acak acakan dan rambut yang berantakan.
"Apa jangan jagan semalam aku..... Ahhh!!! ngak ngak,,ngak mungkin" Ucap Hyun-Jae sambil berusaha mengingat kejadian semalam.
"Aku harus tanya langsung ke dia". Ucap Hyun-Jae sambil mengenggam kan tangan.
#Eden.
Eden membuka matanya dan melihat tantenya terduduk dilantai sambil menunduk melihat itu Eden yang masih sedikit pusing bangun dan melangkah ketantenya
"Tante,,". Ucap Eden berusaha membangunkan Yora.
Kepala Yora bergerak menoleh menatap Eden.
Yora menatap wajah Eden yang khawatir.
"Kenapa tante tidur disini...pasti dingin kan". Ucap Eden dengan raut polos penuh khawatir.
Yora yang hendak marah pun luluh. Dia tersenyum dan mengucap usap kepala Eden.
__ADS_1
"Sebentar aku mau marah dulu yaa,,,.". Ucap Yora yang berusaha marah.
Eden pun bingung.
"Dasar anak nakal kau yang mengunciku ku disini!!.. Sekarang apa ini jangan bilang karena mabuk kamu ngak ingat...! Rasanya badanku ngak bener semua..!". Bentak Yora pada Eden.
Namun mata Eden memasang raut yang tak tau apa makananya.
"Tapi,,tante kan bisa tidur di ranjang ku,, apa ranjang ku kurang nyaman". Ucap Eden sambil beranjak dan memastikan tingkat kenyamanan ranjangnya.
"Maaf,,,Eden minta maaf...Mau tetapi atau priksa kedokter??,, Atau tante mau menghukum Eden". Ucap Eden dengan raut wajah menyesal.
Yora memang benar benar lemah dihadapan Eden yang begitu mengemaskan.
"Baiklah,,ehh...tunggu tapi aku kuliah tante". Ucap Eden yang ingat kalau sekarang dia adalah mahasiswa.
"Tidak mau yaa sudah...Aku marah. Cepat buka pintu nya". Ucap Yora yang berusaha mengexpresikan kemarahannya.
Eden pun meraih ponselnya dan membuka pintu lewat aplikasi.
Yora melangkah keluar.
Eden terduduk dan bimbang.
Saat ini dia memilih untuk kuliah saja. Dia pun bergegas mandi.
__ADS_1
Paman Haza ternyata tau kalau nona Yora semalam di kamar Eden.
Paman Haza melihat Eden yang baru keluar dari kamar mandi. separuh tubuh Eden tertutup handuk putih dan perut sixpack nya telihat dengan jelas.
" Eden maaf lancang,,,". Ucap paman Haza sembari setengah menundukkan badan..
Eden dengan santai menjawab tidak apa apa lalu menanyakan apa yang akan paman Haza tanyakan.
"Apa semalam nona Yora melakukan hal hal buruk pada tuan muda". Ucap paman Haza memastikan.
Raut Eden jadi merasa bersalah karena membiarkan tante nya tidur terduduk dilantai yang dingin.
"Tidak.. Eden yang keterlaluan". Ucap Eden dengan raut polos dan menunduk.
"Emm..tuan muda boleh cerita kan pada saya mungkin saya bisa memberi solusi". Ucap paman Haza berharap bisa mendengar kan Eden curhat.
"Eden,,,,". Suaranya terputus karena mendengar mobil tante nya keluar dari garasi mobil.
"Anu,, Paman jangan biarkan tante pulang". Ucap Eden yang segera memohon pada paman Haza.
"Aku mohon. Aku akan sangat menyesal jika tante pulang sekarang". Ucap Eden sekali lagi.
Paman Haza menjadi bingung namun dia segera berlari dan menelfon penjaga gerbang agar tidak membukakkan pintu untuk Yora.
Eden segera mencari pakaian. Alhasil fasion nya jadi sedikit berantakan namun dia tak peduli...
__ADS_1