Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 42


__ADS_3

Pagi telah tiba Yora mandi dengan nyaman dibak mandinya.


Busa melimpah menutupi tubuh indah miliknya.


Setelah selesai dia pun memakai baju elegan tipis dengan warna pink soft. Dia juga memakai anting yang cukup panjang berwarna silver.


Tanpa sadar Eden sudah duduk bangku kamar Yora yang letaknya tak jauh dari meja riasnya.


Yora yang sedang menepuk wajah dengan spons mulai menyadari Eden karena melihat nya dicermin.


"Aa!!." jerit Yora karena terkejut bukan main.


Eden pun tertawa kecil dia menggunakan baju rapih dan membawa tas kuliah nya.


Melihat tawa Eden Yora jadi kesal.


Yora melangkah dengan raut kesal menuju Eden.


"Wah wah liat, Bayiku sekarang bisa tega menertawakan walinya." Ucap Yora dengan nada datar.


"Apa yang lucu hah!." Teriak Yora pada Eden.


"Maaf. Eden minta maaf, Hehe. Tante lucu karena berteriak dikamar kedap suara hehe." Ucap Eden sembari tertawa kecil.


"Apah kedap suara,,??." Suara Yora bingung dan berdecak heran.


Karena yaa kurang masuk akal jika kamar kedap suara karena itu cukup berbahaya.


"Begini walaupun kedap suara tapi ada mic yang tersambung ke penangung jawab keamanan beserta cctv. Jangan khawatir mereka bekerja 24jam." Ucap nya.


Yora makin geram dia pikir dikamarnya terpasang cctv.


"Maksud mu dikamar ku juga ada cctv!. Ahhh...kenapa keluarga mu segila itu hah!!." Ucap Yora kesal sembari memukuli bahu Eden.

__ADS_1


"Aduhh, tenang tante. Tenang, Aw!. Tolong aduhh.." Eden menutupi kepalanya dengan tangan.


"Biar ku per jelas dulu tante aduhh.. Kenapa napsu sekali saat memukulku..bayimu akan mati jika diteruskan." Ucap Eden.


Yora masih tak peduli karena kesal


"Aku belum pernah punya bayi tau!." Ucap Yora karena kesal.


"Dasar anak kecil mesum sekali kau!." Teriak Yora lagi.


"Punya raut yang kawai tapi tenyata otakmu kotor. Biar ku pukul sampai otakmu kembali normal!." Cetus Yora sambil memukuli Eden.


Eden tak bisa kabur lagi dari situasi ini dia mulai pasrah.


"Baiklah. Pukul lah sesuka tante." Jawab Eden dengan pasrah dan menyingkirkan tangan yang melindungi kepalanya.


Wajah Eden yang perlahan terlihat membuat tangan nya tak kuasa memukul wajah nan sempurna itu.


Eden terdiam sambil memejamkan mata seakan menyerahkan wajahnya.


Yora mulai siap memukul wajah Eden.


"Dan satu lagi." Ucap Eden lagi menghentikan Yora.


"Apa lagi." Ucap Yora yang sedikit geram setengah tak tega.


"Tidur lah dikamarku nanti malam." Ucap nya dengan nada rendah.


Kata itu membuat Yora makin kesal.


"Kau gila hah!. Biar ku berikan cap tangan ku yang mungil ini diwajahmu!." Yora mengumpulkan tenanganya agar Eden merasakan sakit yang sebenarnya.


"Baiklah pukul sekuatnya dan besok rawat aku sampai sembuh."Oceh Eden sekali lagi.

__ADS_1


"PLAKKK!." Suara itu terdengar cukup keras.


Namun Yora dan Eden malah sama sama menjerit kesakitan.


Eden menjerit karena pipinya benar benar dipukul cukup kuat hingga memerah.


Dan telapak tangan Yora juga memerah dan terasa perih.


"Hei tante,aku yang seharusnya kesakitan." Ucap Eden yang heran sambil merasa kesakitan.


"Tangan ku sakit." Ucap Yora yang kesakitan.


"Apah mana yang sakit.??." Eden langsung melihat tangan tante nya tanpa memedulikan wajahnya yang sakit sampai memerah.


Eden melihat telapak tangan tante nya yang merah.


Yora sesekali mengeluh kesakitan.


"Sebentar ku ambilkan pendingin badan." Ucap Eden langsung beranjak.


Yora menahan Eden.


"Seharusnya kamu lebih kesakitan sekarang." Ucap Yora sambil menatap wajah Eden yang memerah karena ulahnya.


Eden jadi ingat rasa sakit dipipinya dia pun menjerit kesakitan.


Yora menatap dengan raut wajah super dingin karena tingkah konyol Eden yang menggemaskan.


"Ahh!, Wajah ku. Wajah tampan ku!."Jerit Eden sambil berlari menuju meja rias.


"Sejak kapan dia sadar kalau dia memang tampan-_-." Yora hanya menyaksikan tingkah Eden.


Eden melihat pipinya yang memerah dan yaa baginya itu cukup buruk.

__ADS_1


"Tidaaakkkkk!" Jerit Eden sekali lagih.


Giliran Yora yang tertawa kecil......


__ADS_2