
Perempuan itu mencoba memapah tubuh Eden namun perempuan itu kesulitan karena Eden cukup tinggi dan berat. Ia menoleh kekanan dan kekiri lorong berharap ada siswa lain namun hasil nya nihil.
Dia pun memutuskan untuk berlari kesekitar lorong berharap ada seseorang yang bisa membantu.
Yaa perempuan itu melihat Seorang anak laki-laki yang baru keluar dari lab robotika, Laki laki itu adalah anak yang cukup terkenal diuniversitas itu karena kemampuannya merakit benda benda aneh yang kadang kurang berguna.
"Han jaemin!!". Teriak gadis itu mengundang han jaemin.
Han jaemin yang baru saja keluar pun menoleh karena dia mengenakan kacamata canggih yang mampu mendeteki beberapa hal dan dilengkapi dengan kecerdasan buatan dia bisa langsung tau kalau yang mengundang memiliki identitas atas nama " Hyun-Jae".
Hyun-Jae nampak berlari mendekat makin dekat kacamata canggih itu juga mendeteki sinyal S.O.S. Hyun-Jae baru saja sampai didepan han jaemin.
"Butuh pertolongan apa?". Ucap han jaemin dengan raut datar.
"Itu,..anu,, aa,,ada anak yang sekarat.."Ucap Hyun-Jae yang terputus putus karna lelah sembari menunjuk kearah lorong.
"Apah sekarat!...ok aku kesana dan cek". Ucap han jaemin yang langsung berlari.
Hyun-Jae masih kelelahan dan menarik nafas dia menyusul Han jaemin dengan berjalan sedikit sempoyongan.
kacamata bening yang sederhana itu mulai mencatat titik S.O.S dan yaa posisi nya benar lorong.
Han jaemin melihat Eden yang tergeletak dilantai. Kacamata nya mendeteki gangguan pernafasan dan gejala trauma psikologi.
"benar benar hampir mati yaa,,,harus cepat". Han jaemin sedikit menghiraukan penyebab sesak nafas dan gangguan psikologi dia langsung memapah Eden dan melangkah ke uks terdekat.
#Uks
__ADS_1
Karena diuks sedang kosong tidak ada dokter maupun siswa yang bertanggung jawab atas uks maka han jaemin mengandalkan kacamata nya sebagai panduan dia menekan sebuah tombol disebelah kiri kacamata nya.
Hyun-Jae baru saja sampai dan han jaemin ada disamping laki laki yang baru saja dia tolong.
"Dia kenapa sihh". Ucap Hyun-Jae sambil sedikit ngos ngosan.
saat han jaemin menoleh kearah Hyun-Jae kacamata mendeteki dehidrasi 60%.
"Minum dulu". Ucap han jaemin.
Hyun-Jae yang harus dan lelah itu pun meminum air mineral yang tersedia.
Eden berbaring, dia telah menggunakan alat bantu pernafasan.
Kini Eden ada didalam pikiran bawah sadar dia mengingat kejadian buruk yang samar samar.
Eden duduk lemas sambil memegangi robot mainan yang baru dibeli.
semua langkah kaki terdengar jelas dengan suara bising dan bau asap kebakaran membuat Eden makin sesak dia berusaha memanggil seseorang yang terjalan kaki Eden beberapa kali terinjak sepatu orang orang yang berusaha menyelamatkan diri.
Eden mulai menangis memanggil kedua orang tuanya namun nihil orang tuanya sudah ada diluar.
Beberapa kali Eden berusaha memegangi kaki seseorang namun semua orang hanya menoleh dan langsung melanjutkan menyelamatkan diri.
jantung Eden serasa hampir meledak nafasnya terenggah enggah dan tubuhnya melemas keringat dingin becucuran dan air matanya tak kunjung berhenti iya hanya mampu memanggil kedua orang tuanya.
Eden langsung membuka mata dan sadar air matanya telah menetes dia melihat langit tembok yang putih.
__ADS_1
"Kau baik baik saja". Ucap Hyun-Jae.
Eden pun ingat obat psikologi yang diberi dokter lea.
"Air aku mau air". Ucap Eden.
Hyun-Jae pun mengambil kan air mineral.
Han jaemin melihat Eden dan kacamata nya secara otomatis mendeteki identitas Eden.
namun identitas nya diprivasi. Memang kacamata nya mampu mendeteki namun ada kalanya tak mampu karna ada beberapa orang yang identitas nya dirahasiakan negara.
Eden melihat laki laki dengan kacamata rambut nya hitam pekat yang diponi ia menatap Eden dengan raut datar.
Hyun-Jae menyodokan air mineral. Eden pun beranjak duduk dan merogoh saku mencari obat. dia meminum 2 butir pil dan meminumnya.
"Obat Psikotropika...Kau sakit psikologi yaa..". Ucap han jaemin.
Eden langsung menoleh.
"Jangan sembarangan kalo bicara..". Ucap Hyun-Jae.
"tanyakan saja...sudah lahh aku pergi ada kerja part time hari ini". Ucap han jaemin yang langsung melangkah keluar.
Eden terdiam membisu.
"Sudahlah dia hanya ngarang ko". ucap Hyun-Jae menenangkan laki laki didepannya....
__ADS_1