
Yora yang begitu penasaran seperti para Readers pun langsung pergi dari tempat dan membawa han jaemin bersama nya untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai tingkah Eden.
Yora memesan taksi untuk segera pulang kerumah Eden.
Baju basahnya tak iya hiraukan namun berbeda dengan jaemin.
"Kak sebaiknya kamu ganti baju dulu. Kau bisa sakit." Ucap jaemin dengan nada peduli.
Namun Yora acuh.
Han jaemin juga menyadari dia tidak membawa kacamata canggih nya karena dalam kondisi mengisi daya. Raut nya pun sedikit gelisah.
Han jaemin dan Yora sudah sampai dipintu gerbang Yora membuka kaca mobil dan diijinkan masuk.
Saat jaemin turun sungguh terheran dia dengan bangun an super mewah yang lebih mirip dengan istana kerajaan.
Yora segera masuk dan sedikit berlari. Han jaemin pun segera membuntuti Yora.
Jaemin masih terkesan dengan arsitektur yang mumpuni itu.
Yora segera berlari kekamar Eden. Namun sayang kamar Eden masih terkunci.
Jaemin duduk dan Seorang maid datang mbawa secangkir teh. Beserta beberapa camilan ringan.
Telihat Yora turun dari tangga lumayan terburu buru langkah sepatu nya lumayan brisik namun Yora masa bodo.
Eden pun terlihat baru saja keluar dari kamar ayah ibunya.
Dia terlihat begitu dingin dan biasa saja.
"Kenapa kalian ada dirumah ku." Tanya Eden dengan raut datar.
__ADS_1
"Yora langsung berlari dan berusaha memeluk Eden tapi jari Eden menghentikan nya dengan menahan kening Yora dengan telunjuk.
"Aku tau nona sangat berterimakasih tapi aku bukan laki laki yang suka disentuh sembarangan." Ucap Eden lagi.
Dia pun melangkah dan duduk dengan jaemin.
Postur nya menjadi sedikit angkuh.
"Apa kompensasi nya kurang banyak." Tanya Eden dengan nada sombong.
Dengan raut yang merasa dipermainkan Yora mendatangi Eden.
Eden merespon dengan tatapan yang sedikit was was.
Yora menampar Eden cukup keras sampai bibir nya sedikit berdarah.
"Sudah cukup jangan bercanda lagi!!!." Ucap Yora sambil menunduk sembari sedikit menangis.
"Hei gila aku yakin pasti otak mu terbentur keras sampai kau tambah ngak waras." Ucap jaemin yang berusaha menenangkan Yora.
Eden tersenyum picik sambil mengusap darah dipojok bibirnya.
"Kalian berdua cukup berani ya. Aku cukup terkesan karena kalian bisa masuk rumahku dengan aman." Ucap Eden dengan nada sedikit mengancam dia pun beranjak bangun.
"Kalian membuat repot saja."Ucap Eden yang kembali melangkah kekamar orang tuanya.
Paman Haza datang dan langsung menemui Yora.
Paman Haza tentu khawatir dia baru saja pulang mengurus kecelakan mobil Yora.
"Yora apa kau baik baik saja. Bagaimana keadaan Eden?." Tanya paman Haza.
__ADS_1
Yora terdiam membisu.
"Eden sangat baik baik saja cepat biarkan dia mandi bajunya basah dari tadi.
Paman Haza membopong Yora kekamarnya.
dia juga memanggil beberapa maid untuk membantu Yora mandi.
Yora sedikit trauma.
Yora jadi rindu dengan senyuman Eden dan keramahannya. Yora juga menyesal menolak pelukkan nya saat ada disalon.
Paman Haza menyuruh Jaemin untuk mengambilkan handuk merah didalam lemari kecil.
Jaemin terdiam sebentar.
Dia pun mengiyakan.
setelah beberapa maid datang paman Haza dan jaemin keluar kamar.
namun terlihat jaemin malah membawa beberapa handuk yang tidak berwarna merah.
Namun Haza mengacuhkannya dia mengingat kalau mereka sempat bertemu.
"Apa kau jaemin yang waktu itu." Tanya paman Haza.
Karena ingat an jaemin lumayan bagus di pun mengingat.
"Iya benar. Kau laki laki yang tablet nya rusak." Ucap jaemin tersenyum kecil.
Paman Haza pun menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dia juga mengajak nya untuk duduk diruang tamu.
__ADS_1
Jaemin pun menceritakan kejadian yang iya alami....