
Beralih ke Kyu Ri dia sedang dandan didepan meja rias mewahnya banyak boneka bertebaran dikamar itu ada juga rak barang barang yang sengaja Kyu Ri koleksi. Terdapat beberapa figure kecil kartun dan beberapa anime.
Tiba tiba pintu kamarnya digedor dengan cukup keras.
"Kyu Ri,, keluar cepat". Ucap seseorang.
Kyu Ri tau betul itu adalah suara kakaknya.
Kyu Ri membuka pintu.
Raut nya Kyu Ri sangat datar.
Dia melihat kakaknya membawa tas sekolah...
#Eden dan Yora.
Yora masih dalam pelukkan Eden. Yora mulai menyudahi pelukannya.
"tadi kamu bilang mau kuliah kan??". Tanya Yora sambi menatap mata Eden.
"Ngak ko,, Aku kan harus ada di samping tante". Jawab Eden.
"Ngaco bgt..Ayo berangkat sekarang". Ucap Yora sembari beranjak berdiri.
"Aku bahkan tidak bawa ponsel dan obat Psikotropika nya. Bagaimana bisa sekolah". Jelas Eden.
"Ahh,,,begitu yaa....". ucap Yora lalu duduk kembali sambil menekuk bibirnya.
"Duhh...Padahal kau harus berangkat supaya cepat pintar". Ucap Yora dengan nada sedikit kecewa.
"Ahh,,jangan khawatir. Pelajaran bahkan sangat mudah. Eden sudah mempelajari sebagian besar diperpustakaan rumah". Ucap Eden sambil mengerakkan salah satu tangannya mengisyaratkan kata tidaknya.
"Benarkah". Ucap Yora memastikan.
"Kamu bukan sedang sombong kan". Ucap Yora dengan raut datar nya yang tak percaya.
"Benar Eden tidak bohong. Kalau segitu sihh Eden bisa mengerjakan tes langsung". Ucap Eden sembari meyakinkan.
"Benar benar mendekati sempurna". Ucap Yora lirih sambil memalingkan pandangan.
"Tante bilang apa??". Ucap Eden yang samar Samar mendengar.
"Ngak kok ngak ada apa apa". Ucap Yora sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan telfon Haza untuk membawa semua perlengkapan itu". Ucap Yora sambil beranjak mengambil ponselnya dikamar.
Lalu menelfon Haza agar mengantar kan perlengkapan sekolah Eden. Yora menelfon sambil melangkah menuju Eden dan Yora sadar dengan penampilan Eden yang ngak karuan.
Yora pun meminta agar dibawakan sesetel baju untuk Eden.
Kebetulan Obat Eden ada ditas nya jadi Eden tak khawatir.
Selang beberapa menit paman Haza datang membawa perlengkapan Eden lengkap dengan bajunya.
"Nona biar saya yang mengantarkan Eden kuliah. Kelihatannya anda kelelahan". Ucap paman Haza yang berdiri didepan pintu.
"omong kosong,, biar saya yang antar sekarang anda bisa kembali". Ucap Yora dengan tegasnya.
Paman Haza tak bisa menolak dan langsung Pamit sembari memberi salam hormat.
Yora memberikan pada Eden dan meminta nya agar segera memakai baju yang dibawa.
Eden memakai bajunya kali ini dia memakai jaket parasut berwarna hilau army dan celana pensil hitam begitu pula dengan sepatunya.
Seperti biasa sudah tersedia satu masker dan topi.
"Benda pelindung kaum berfisik malaikat". Ucap Yora sembari menggelengkan kepalanya.
Mereka pun berangkat.
Disisi lain dikamar Eden terlihat tas hitam Eden dikamar nya.
Yora melaju dengan semangat. Yora benar benar seperti anak muda.
seperti biasa Yora diikuti tanpa sadar.
Saat sampai digerbang Universitas Seorang perempuan menghadang mobil Yora.
Yora pun merah dan keluar dari mobil begitu pula dengan Eden.
Saat keluar dari mobil aura Yora dan Eden menyilaukan tempat yang lumayan ramai oleh mahasiswa yang masuk sekolah.
"Cari mati kau yaa!". Teriak Yora memarahi gadis didepan mobilnya.
Ternyata itu Hyun-Jae. Hyun-Jae awalnya kagum dengan kecantikan Yora namun dia berusaha fokus ke Eden.
"Hei cowo sialan!". Ucap Hyun-Jae mendekat ke Eden.
__ADS_1
Eden ingat itu adalah Hyun-Jae.
"Ahh,,,Hyun-Jae.". Ucap Eden lirih.
"Cewe sinting ngapain ngedeket ke Eden". Ucap Yora yang tak terima.
"Eden cepat masuk". Ucap Yora yang segera masuk ke mobil.
Eden pun segera menuruti tante nya.
Hyun-Jae makin marah dan menggedor kaca mobil disebelah Eden.
"Dasar cowo brengsek..setidaknya minta maaf!!.". Ucap Hyun-Jae sambil memukul mukul kaca mobil.
Yora pun menjalankan mobilnya.
Terlihat Hyun-Jae terjatuh namun Yora masa bodo.
Sedangkan Eden merasa khawatir.
Yora tak menanyakan apapun karena hal seperti itu biasa dialami oleh laki laki setampan Eden.
"Dasar yaa perempuan sekarang begitu tergila gila pada fisik. Liat fisik bening dikit ajah kaya gitu huhh". Oceh Yora yang cukup kesal.
"Tante sampai sini saja,,,". Ucap Eden yang berusaha keluar dan menolong Hyun-Jae.
"Eden sudah jangan pedulikan dia". Ucap Yora.
"Eden mau turun!". Ucap Eden dengan nada sedikit tinggi.
Yora membisu dan dan menghetikan laju mobil nya.
Eden segera turun dan menghampiri Hyun-Jae.
Yora masih tak percaya dengan sikap Eden barusan.
Dikepalanya muncul beberapa pertanyaan.
> Siapa perempuan tadi??
> Apa hubungan mereka sampai Eden begitu peduli?.
Yora jadi penasaran bercampur kesal dan munggkin juga Yora merasa cemburu melihat Eden yang berbeda dengan Eden yang beberapa menit lalu. Yora hanya diam dan membisu.....
__ADS_1