Sugar Baby

Sugar Baby
episode 25


__ADS_3

Tubuh Eden telah berbaring diranjang dengan selimut putih. Yora memandangi wajah nan sempurna Eden dengan seksama sembari berdiri disamping ranjang itu.


"Aku harap bayiku akan selamanya bersikap seperti ini". Ucap Yora lirih, Telihat senyum yang samar Samar dari wajahnya.


Yora lupa bahwa Eden belum mandi.


"Eden mau mandi tidak?". Tanya yora sambil mrnundukkan setengah badan dan menyentuh pundak Eden.


Namun Eden tak membuka mata, tapi salah satu tangan Eden meraih pundak mungil Yora.


Dan yaa ahirnya bibir Yora tertempel dengan bibir Eden. Jelas Yora merasakan rasa Soju dan bir aromanya cukup kuat menerobos kehidung Yora.


Waktu seakan berhenti. mata Yora melihat mata Eden dari jarak yang sangat dekat. Bulu mata lebat Eden membuat nya tak mampu berpaling . Hidung yang begitu sempurna.


Yora segera berdiri dan menyudahi adegan manis itu. Wajah putih nya jadi memerah dan jantung nya seakan hampir lepas.


"sial..ngak adil banget aku yang deg degan sendirian". Ucap Yora sambil memegangi dadanya.


"Au ah...nyebelin bgt punya baby polos....". Geram Yora sambil mengenggam kedua tangan dan melangkah keluar kamar dengan geram.


Terlihat jelas Eden yang menutup mata tersenyum.


#Jj


Jj berada disebuah rumah makan dia duduk dengan laki laki yang ditugaskan mengawasi Yora.


Laki laki itu sedang makan sedangkan tuan jj duduk dengan angkuh sambil menekuk kedua tangannya.


"Cepat habiskan makanan mu dan katakan semua yang dilakukkan perempuan itu". Ucap jj dengan tatapan tajam menuju laki laki bertopi hitam dengan tato salib di lehernya.

__ADS_1


"biarkan aq menyelesaikan makan dulu". Ucap laki laki itu sambil melahap makanan.


malam ini jj terlihat begitu menawan dengan jas rapih berwarna silver bercorak hitam lengkap dengan dasi silver bergaris.


Dia mengenakan Jam Arloji hitam yang menambah kharisma nya.


laki laki berjaket hitam dan topi itu telah selesai makan.


Dia menceritakan alamat rumah Yora dan dia juga menceritakan melihat Yora kekampus umum siang ini.


"kampus...". Ucap jj.


"Ngapain dia kekampus..?!" Ucap jj dengan nada sedikit tinggi.


"Entahlah boss tapi dia keluar lagi sendirian lalu Keperusahaan". Ucap laki laki itu memberi tahukan.


"Iya bos,,jangan khawatir. Ngomong ngomong terimakasih makannya aku jadi bisa makan dengan tenang disini". Ucap laki laki itu dengan penuh keyakinan.


"Bagus..". Ucap jj sambil mengangkuk angguk dan beranjak pergi meninggalkan laki laki itu.


"Dasar Brengsek... padahal aku mengabdikan diriku untuk nya.. Untung dia memberi bayaran yang besar kalau tidak sudah kubunuh dia sejak dulu". Ucap laki laki bertopi itu sambil menatap jj yang melangkah meninggalkannya.


"Kalau aku punya cara membawa kabur hartanya aku pastikan akan membunuhnya jika perlu". Ucap laki laki itu sekali lagi sambil berbisik dan tersenyum licik.


Tuan jj melaju pulang dia melewati sebuah sungai yang sedikit ramai dia memarkirkan mobil ditepian jalan dari jauh iya melihat Seorang anak laki laki yang duduk didekat laki laki tua sepertinya itu adalah ayah anak laki laki itu.


Terlihat Seorang anak mengenakan baju tebal karena malam ini cukup dingin tapi laki laki tua itu terlihat tersenyum dengan pakaian tipis.


Jj yang melihat itu pun keluar mebawa coat berwarna biru dongker yang ada di mobilnya.

__ADS_1


Dia memberikan coat itu pada bapak tua yang duduk bersama anak laki laki itu.


"Pakailah udara disini sangat dingin". Ucap jj yang berdiri sambil menyodokan coat miliknya.


Bapak itu menoleh memandang Jj yang beraut peduli.


"Ahh..pakailah, jas mu pasti belum bisa mengangkat kan tubuhmu". Ucap laki laki tua yang sudah sedikit keriput.


Raut wajah jj sedikit datar.


"Hei..kau membirakan dia yang tua kedinginan apa kau ngak punya hati". Ucap jj Pada anak kecil yang terduduk disamping bapak itu dengan memakan roti.


"ayah keras kepala dan menukarkan coat satu satunya untuk coat ini". Ucap anak laki laki imut itu.


"Padahal aku ngak papa kok merangkap baju tipis ku".Ucap nya lagi menjelaskan.


Jj pun menurunkan badan dan sekarang posisinya setengah jongkok.


"Ambil ini,,paksa ayahmu memakainya jika tk mau darahnya beku karena kedinginan". Ucap jj pada anak kecil itu.


"Baik kak...terimakasih banyak". Ucap anak laki laki itu sambil menerima coat dari jj.


"Pak jangan berusaha mati konyol. Padhal nyawa bapak lebih dia butuhkan". Ucap jj menatap wajah tua itu dan menunjuk anak laki laki disamping bapak itu dengan raut wajah setengah memperingati dan menepuk pundak bapak itu dengan halus.


Jj pun berdiri dan membalikkan badan.


"Terimakasih nak,,,kau anak yang sangat baik pasti orang tua mu mendidikmu dengan benar". Ucap bapak itu.


Jj pun menoleh dengan raut dingin dan melanjutkan langkahnya menuju mobil....

__ADS_1


__ADS_2