
Eden kembali pulang.
Di rumah Eden melihat tantenya duduk bersantai di sofa sembari menonton tv.
Paman Haza yang ada dibelakang Eden pun berpamitan untuk kembali ke ruangannya.
Eden melihat Tante nya mengecek ponsel.
Tanpa Eden sadari ternyata Yora memandang sebuah foto keluarga.
Nampaknya itu keluarga Yora.
Namun anehnya kedua orang tuanya nampak seperti orang barat yang berambut pirang gelap nampak sebuah kereta bayi diatara kedua keluarga Yora.
Eden duduk di damping yora.
Yora sedikit terkejut dengan kehadiran Eden, namun dengan segera iya mengerutkan alis nya.
"Bagaimana dengan teman perempuan mu tadi." Ucap Yora dengan nada datar namun terlihat kesal.
Eden tertawa kecil.
"Tante cemburu yahh..." Ucap Eden suaranya ceria dan senang.
"Kau kan anak asuh ku aku tidak perduli. Tapi aku perduli dengan uang yang kau gunakan." Ucap Yora mengelak.
"Aku jadi kecewa karna ku pikir Tante cemburu." Ucap Eden dengan raut imut bagai anak kucing.
Yah Yora tak mampu menahan keimutan itu.
Dia mengusap rambut kepala Eden dengan lembut.
"Dasar anak nakal. Kalau kau mencintai perempuan itu kejar dia sampai dapat." Ucap Yora dengan nada yang dewasa.
"Aku mendukungmu." Ucap Yora.
"Tapi aku kan hanya mau Tante." Ucap Eden dengan nada manjanya.
__ADS_1
Hati Yora bimbang dia tak tau pasti apa yang dia rasakan dia merasa memiliki tanggung jawab untuk kesenangan Eden namun dia juga tersadar Eden terlalu muda untuknya.
"Eden, kau pasti hanya kesepian sekarang. Tante bersedia menyayangimu dengan baik. masa depan mu panjang. masalah janjimu menikahi ku jangan dikhawatirkan aku juga tidak berniat menikahi siapa pun." Ucap Yora dengan nada menanggung beban yang samar samar terlihat Yora sedang memikirkan hal lain.
Yora mematikan tv yang menyala.
Eden memeluk Yora seketika.
"Kenapa tidak mau menikah. Apa aku kurang memuaskan karna aku masih muda." Ucap Eden sembari menggesekkan rambut nya diantara telinga Yora.
"Ucapan mu mesum sekali." Ucap Yora dengan nada datar.
Eden menyudahi pelukannya dan menatap yora.
"Bukankah orang dewasa suka berbicara hal intim seperti itu." Ucap Eden lagi dengan raut polos.
"Tapi aku kan tampan. Aku juga kaya raya. Kenapa Tante tidak tertarik dengan ku." Ucap Eden dengan raut polos itu sembari menggenggam tangan Yora lalu mencium punggung tangannya dengan lembut.
Wajah Yora memerah.
Yora memalingkan wajahnya.
"Toh aku juga cantik dan punya uang."Ucap Yora.
"Bentar Tante sangat cantik. aku saja tidak tahan dengan kecantikan Tante." Ucap Eden lagi dengan nada yang bisa membuat semua hati wanita luluh begitu juga dengan Yora.
Yora beranjak berdiri.
"Kau benar benar yaa. Aku mau pulang ke rumah saja." Ucap Yora yang sedang tersipu.
"hehe wajah Tante tidak bisa berbohong ya. merah sekali seperti udang rebus haha." Ucap Eden tertawa.
Yora jadi kesal karna seperti dipermainkan.
Mereka pun beradu saling mencubit dan menggelitik.
Eden tertawa dan Yora juga sangat ngotot saat menggelitik eden.
__ADS_1
Rumah Eden yang sunyi kini Ter isi tawa Eden.
Setelah puas dan Eden pun lelah tertawa.
Eden menelfon pelayanan dapur untuk membawakan sepiring buah dan cake serta minuman dingin untuk nya dan Yora.
Yora tiba tiba melamun sejenak.
Eden melihat nya dan menyentuh pundak Yora.
"Tante??." Ucap Eden menyadarkan Yora.
"Oh maaf. Tiba tiba saja mood ku tidak bagus." Ucap Yora.
"Apa ada masalah?." Ucap Eden dengan lembut.
"Tidak. Tidak bukan apa apa kok." Ucap Yora menenangkan Yora.
"kalau ada masalah katakan saja." Ucap Eden.
Wajah Yora terlihat memendam masalah namun dia tersenyum.
"Rasanya aku perlu waktu untuk menyendiri dengan tenang." Ucap Yora.
"Mau liburan?." Ucap Eden.
Yora teringat liburan nya yang ekstrim.
"Bukan bukan, maksudku waktu istirahat tenang sendirian." Ucap Yora serentak sembari terpaksa tertawa.
"Benar benar sendirian?." Ucap Eden.
"Iyah sendirian." Ucap Yora.
Beberapa pelayan datang membawa sepotong cake dan minuman dingin.
Para pelayan memandangi Eden dengan penuh rasa suka yang luar biasa.
__ADS_1
Eden juga tersenyum kecil pada para pelayan.
Para pelayan kembali dengan rasa yang berbunga bunga Karna merasa sangat beruntung melihat senyum Eden.