
"Situasi nya rumit tuan muda." Ucap paman Haza ikut berfikir.
"Cari tau saja dimana ayah Hyun jae bekerja rekrut paksa ayahnya dengan gaji besar. Kalau dia kompeten bisa jadikan dia manager umum disalah satu perusahaan kita." Ucap Eden menarik nafas nya.
Paman Haza mengerti apa yang harus iya lakukan.
"Kalau begitu Aku akan jalan jalan sebentar." Ucap Eden.
Eden berjalan menggunakan masker dan topi yang menutupi kesempurnaan wajahnya.
Iya berjalan tanpa arah yang jelas. Dia melangkah dan melihat dari kejauhan terdapat keramaian.
Eden menunduk terdiam sejenak.
Tiba tiba ponsel Eden berdering.
Eden membukanya dengan perlahan. Itu adalah pesan dari tantenya.
"Eden aku akan cuti satu Minggu jadi tolong jangan mencariku dulu. Tetap bersenang senanglah selama aku pergi." Isi pesan dari tantenya.
Itu agak mendadak jadi Eden sedikit bug dan diam.
"Pergi,?." Ucap Eden tanpa sadar.
"Sa,satu Minggu?." Ucap nya lagi sendiri.
Eden langsung menoleh ke kanan dan kekiri dia baru sadar dia tidak tau sekarang ada dimana.
Dan jalan nya itu semakin ramai!.
Eden mulai sesak nafas dia berusaha menenangkan dirinya. Dia merasakan semua orang nggunjing namanya namun itu hanya ilusi semata.
Bahkan sebenarnya suasana nya tidak seramai yang dibayangkan Eden.
Eden pun jongkok ditengah pejalan kaki yang lewat dia menutupi matanya dengan topi sembari melihat trotoar.
"Hey bodoh!. Kamu menghalangi jalan ku saja." Ketus seorang laki laki muda dengan Jodie coklat.
Eden tak berani menoleh atau beranjak.
Laki laki itu memegang kepala Eden lalu yah Eden melihat itu adalah Jo Jio ( JJ ).
Mata Eden dan Jo Jio bertatapan.
"Hei bodoh kau menghalangi jalan". Ucap JJ yang tak sadar bahwa orang didepannya adalah Eden.
__ADS_1
JJ menarik tubuh Eden sampai berdiri.
Eden masih terdiam membeku.
"Carilah tempat duduk jangan di jalan se enaknya kau pikir ini jalan milikmu yaa dasar gila." Oceh JJ sembari pergi meninggalkan Eden.
Eden menoleh ke kanan dan ke kiri perlahan.
Eden segera menelfon Paman Haza m Minta dijemput.
Eden juga berusaha menelfon Tante nya namun sayang nomor Yora mati.
Sambil geram Eden menelfon nya lagi ber ulang kali namun tetap saja tidak bisa.
Sesaat kemudian sebuah mobil berhenti tepat di depan Eden. Iyah itu adalah Paman Haza.
Eden masuk mobil dengan buru buru.
"Perintah semua orang kita menyelidiki kepergian Tante Yora." Ucap Eden dengan nada yang serius.
"Bukan kah Yora di rumah nya Tuan muda?." Ucap paman Haza.
Eden menyodorkan ponsel nya dan memperlihatkan sms terakhir tante nya.
Paman Haza tersenyum kecil. Dia melihat keimutan Eden.
Eden mengerahkan semua infoman nya untuk mencari kemana Yora.
Bahkan Eden memeriksa semua jadwal kepergian mulai dari tranportasi darat, laut, udara.
Dia tak sungkan mengeluarkan uang untuk membeli dokumen rahasia penerbangan pribadi.
#Rumah Eden.
Eden duduk dimeja makan seperti seorang pangeran yang tengah gelisah.
Wajah datar nya yang gelisah membuat aura tajam menyelimutinya.
Eden menunggu kedatangan paman Haza membawa kabar.
Paman Haza berjalan perlahan.
Eden segera berlari menghampiri paman Haza.
"Bagaimana paman dimana Tante Yora?!." Ucap Eden dengan khawatir.
__ADS_1
Paman Haza menunduk.
"Kita masih belum menemukan data kepergian Yora." Ucap paman Haza sembari menunduk.
"Namun jangan khawatir tuan muda, Kita akan mencari informasi ke beberapa bandara namun kita butuh sedikit waktu tuan." ucap paman Haza yang nampak letih dengan suara yang masih bersemangat.
Eden benar benar kecewa.
Wajahnya menjadi dingin.
"Aku beri waktu 24 untuk mendapatkan informasi tante Yora." Ucap Eden serius.
"Aku akan mencarinya sendiri jika bawahan kita tidak becus mencari satu orang saja." Ucap Eden marah sembari melangkah ke kamarnya.
Dia menatap langit malam dari kamarnya Dangan wajah imutnya.
Mata Eden berkaca.
"Apa Tante baik baik saja, Apa Tante sudah makan dengan benar, Apa Tante pergi menemui seseorang yang begitu penting." Ucap Eden sembari menatap ke langit lalu menutup wajahnya dengan guling.
#Yora.
Yora Telah tiba disuatu tempat. Pemandangan nya terlihat seperti desa Karna tak banyak pemukiman.
Yora berhenti di rumah kayu yang tenang.
Lampu kuning menyinari sekeliling rumah.
Yora menarik bag besar nya.
Dia tersenyum lalu melangkah masuk rumah.
Terlihat seorang nenek dan kakek yang menyambut nya dengan ramah Yora juga terlihat senang.
Seorang anak laki laki keluar dari sudut ruangan dengan malu malu. Bola matanya berwarna biru dengan rambut coklat pekat.
Suasana keluarga yang harmonis.
#salam author.
Author sangat minta maaf karna tidak bisa up dengan baik. Mungkin banyak pembaca yang lupa dengan Eden atau episode lalu.
Jujur author sedang berusaha bekerja dengan baik didunia nyata. Banyak hal yang terjadi sehingga author tidak bisa menulis dan melanjutkan cerita.
Terimakasih untuk readers yang menuang komentar baik saya sayang kalian❤️.
__ADS_1
Author akan mulai aktif up setiap 2 hari sekali.