Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 69


__ADS_3

Eden selesai makan.


"Kau mau kemana dengan pakaian seperti itu." Ucap Yora yang sedikit heran.


"Aku harus cek perusahaan." Ucap Eden dengan nada yang mantap.


Yora mengusap leher.


"Wah benar benar kecelakaan mobil membuat mu menjadi sebegitu dewasa." Ucap Yora yang sedikit heran.


Eden mendekat ke Yora dia berdiri dan memegang kedua bahu Yora dari belakang.


Dia mendekat kan bibir nya didekat telinga Yora.


"Nona sangat pandai merayu yaa." Bisik Eden dengan nada yang menggelikan.


Yora memasang raut yang tak mau kalah.


Dia menyentuh tangan Eden yang ada dibahu nya dengan lembut lalu menekuk salah satu jari Eden.


Walaupun itu tak terlalu sakit namun itu akan sangat mengangetkan.


Eden menjerit kecil karena kesakitan.


Yora menatap licik.


"Becanda lah dengan anak seumuranmu." Ucap Yora yang langsung beranjak dan kembali kekamar.


Yora juga bersiap untuk kekantor.


Eden keluar disambut dengan penuh hormat. Aura misterius dan angkuh menyelimuti raut wajah Eden.


Paman Haza membukakkan pintu mobil dan Eden memasuki mobil.


Mobil melaju.


Namun rute nya berbeda dengan rute menuju perusahaan.


"Kita kemana?." Ucap Eden yang sedikit heran.


"Kita harus bereskan masalah Universitas tuan muda." Ucap paman Haza.


Eden terdiam sejenak dia sedikit berfikir lalu menarik nafas dan memilih mengikuti paman Haza.


Mobil parkir didepan Universitas.


Eden tampak melihat lihat.


"Tuan muda apa anda akan berhenti kuliah atau melanjutkan nya.?" Tanya paman Haza.


"membuang waktu saja." Ucap Eden dengan nada datar.


Paman Haza pamit untuk mengajukaan pengunduran diri Eden.

__ADS_1


Eden berjalan melihat lihat.


Brakk!!.


Terdengar suara seperti benda jatuh.


Benar saja Seorang gadis jatuh tersungkur.


Eden mulanya berniat menolong namun dia tak jadi dan hanya melewati nya saja.


"hey Buta!!." Teriak perempuan itu.


Yaa itu adalah Hyun-Jae.


Eden menoleh.


Hyun-Jae beranjak bangun dan membersihkan roknya yang kotor.


Eden diam.


"Wah pantas saja konglomerat mana mungkin mau menolong barang barang kotor!." Ucap Hyun-Jae dengan lantang sembari menunjuk Eden.


Nampak nya Hyun-Jae kelelahan matanya sayup.


Eden tak sengaja menatap mata Hyun-Jae.


Dia seperti mengingat sesuatu dan sekilas seperti ingatan yang hilang.


" Aku tidak butuh permintaan maafmu." Ucap Hyun-Jae yang langsung buang muka.


"Siapa kamu." Ucap Eden dengan nada datar.


Wajah Hyun-Jae jadi kesal.


"seberapa kecil otakmu sampai tidak mengingat namaku hah!." Ucap Hyun-Jae yang langsung mencubit lembut pipinya Eden.


Eden nampak kurang nyaman dengan cubitan itu namun dia tetap menatap Hyun-Jae.


"Kau mengenali ku?." Ucap Eden dengan wajah bingung nya.


Hyun-Jae mengerutkan alisnya.


"Tentu saja laki laki yang terus merengek minta digadeng tangan nya. Bersikap seperti anak anjing yang terus mengikuti ku. Tentu aku akan terus mengenalimu bodoh." Ucap Hyun-Jae.


"Tunggu apa lagi ayo cepat masuk. Kalau tidak kita bisa telat!." Seru Hyun-Jae sambil menyeret tangan Eden.


Seperti dulu Eden mengikuti langkah Hyun-Jae.


Eden nampak nya sedikit penasaran dengan dirinya sendiri.


Mereka berhenti dilorong sekolah Hyun-Jae meninggal kan Eden.


Namun ternyata Eden tetap ikut.

__ADS_1


Kelas cukup ramai.


Semua menoleh pada Eden yang penuh aura misterius dan penuh wibawa.


Namun yang menjadi perhatian adalah Eden memakai jas rapih ala ceo muda yang begitu keren.


Hyun-Jae menoleh kebelakang.


"Keterlaluan. Aku baru sadar dia pakai baju seperti itu." Ucap Hyun-Jae sembari menepuk jidatnya.


Semua anak sedikit menertawakan Eden namun sebagaian malah terpesona.


"Kosong kan kelas ini." Ucap Eden lantang suaranya jelas berisi perintah.


Hyun-Jae masih memperhatikan kelakuan Eden.


Semua tertawa seketika.


Seorang anak datang dengan raut tak suka pada Eden.


"Junior yang konyol. Yang keluar seharusnya kau.!" Seru anak laki laki itu sambil sedikit mendorong Eden.


Dengan senyuman penuh percaya diri dan picik Eden tersenyum.


"Kau yakin?." Ucap Eden penuh percaya diri sembari membusungkan dadanya.


Eden merogoh saku celana nya. Dia melangkah keluar kelas.


Dia berhenti didepan pintu.


Hyun-Jae masih bengong dengan kelakuan Eden.


"Siapa yang mau keluar duluan setelah ku?." Tanya Eden dengan raut piciknya.


Seorang perempuan yang begitu terpesona pada Eden melangkah keluar.


Eden tersenyum.


"Ambil ini." Ucap Eden sambil memberikan berlembar uang dolar.


Ditambah dia tersenyum begitu manis.


Semua pun jadi ricuh. semua anak menyusul berhamburan keluar.


Eden melemparkan uang dolar diluar ruang kelas.


Hyun-Jae hanya bisa geleng kepala.


Anak yang tadi mendorong Eden pun ikut keluar terahir.


Namun saat akan memungut uang Eden meletakkan kakinya diatas kepala anak itu.


"Benar benar menjijikan." Ucap Eden dengan nada sombong nya....

__ADS_1


__ADS_2