
Yora terus melamun.
Dalam keheningan Yora mendengar teriakkan Haza dari lantai atas.
Yora spontan langsung berlari kekamar Eden diatas dan disusul beberapa pengawal lain yang buru buru datang.
Yora sampai didepan pintu kamar Eden Dia melihat Eden terbujur pingsan. Wajah nya yang segar berubah menjadi pucat pasi.
Yora terdiam melihat Eden.
Tanpa kata dan rasa yang campur aduk.
Para pengawal ricuh, salah satu diantara mereka memanggil dokter pribadi keluarga Eden. walaupun bangun yang dihuni dokter pribadinya terpisah namun butuh waktu sekitar 5 menit untuk sampai kebangun utama(Rumah Eden).
Wajah paman Haza cukup tenang namun dari matanya terlihat jelas bahwa dia begitu khawatir, Bahkan tangannya sedikit bergetar.
Eden dibaringkan diranjangnya Yora perlahan melangkah tanpa sadar dengan lemas.
Paman Haza menoleh ke Yora dan mengatakan "Eden akan baik baik saja." Ucap paman Haza yang begitu meyakinkan.
Paman Haza mengijinkan semua pengawal yang datang untuk kembali dan meninggal kamar Eden.
Kini tinggal Haza dan Yora yang ada diruangan itu.
"Dia kenapa?." Tanya yora tanpa ekspresi dan terus menatap tubuh Eden yang terbaring.
belum sempat paman Haza menjawab dokter datang.
Dokter yang datang tergesa gesa dengan Seorang suster manis langsung melakukan pertolongan pertama.
dokter menarik nafas lega setelah memeriksa Eden.
"Tuan muda baik baik saja, Dia mengalami kelelahan yang cukup hebat. Biar kan dia beristirahat sejenak. Nanti aku akan berkonsultan kekoki dapur dan memberi suplemen tambahan." Ucap dokter Weng Chen itu.
Dokter pun pergi.
__ADS_1
Paman Haza melihat betapa sedih nya yora.
"Kau juga sebaiknya istirahat nona Yora." Ucap paman Haza.
Yora diam dan menggelengkan kepala.
"Aku akan tetap disini." Ucap Yora menatap mantap paman Haza.
Paman Haza tersenyum kecil.
"Baiklah aku akan turun. Jika ada apa apa langsung telfon ke kamar ku." Ucap paman Haza lalu melangkah keluar.
"Malam ini tidak perlu mengunci pintu. Aku akan memperketat pengawasan rumah." Terang paman Haza sebelum benar benar melangkah pergi.
Yora mengangguk pertanda mengerti.
Yora melangkah dan duduk disebelah Eden Dia menatap malam dengan bulan purnama yang cantik.
Dia pun merebahkan diri dengan hati hati.
"Trimakasih." Bisik Yora ketelinga Eden.
Yora meletakkan tangan nya diatas dada Eden seakan berusaha memeluk nya dengan erat.
"Maaf." Ucap Yora, Air matanya mulai mengalir.
"Karena berprasangka buruk. Aku tau kau sangat memaksakan diri." Ucap Yora sembari menangis disamping Eden. Iya mengenggam erat baju Eden.
Yora yang malu akan pikiran nya sedikit menangis sambil menutupi wajahnya dilengan Eden.
Tenyata dari mata Eden yang tertutup itu meneteskan air mata.
Yora masih terisak dan berusaha mengecilkan suara tangisnya.
Tiba tiba Eden terbang.
__ADS_1
"Tidak bisa!!!" Teriak Eden sambil berbaring.
Yora pun langsung menatap Eden yang sudah membuka matanya.
Eden juga terlihat sedikit terkejut namun melihat air mata Yora dan wajah yang begitu sedih Eden jadi luluh.
"Kenapa kau sampai pura pura tidak mengenaliku hah.!" Ucap Yora sambil memukul tubuh Eden sembari terbaring.
Eden mulanya begitu bingung namun bagaimana lagi dia pun menenangkan Yora dengan mengusap rambut nya.
"Iyah maaf maaf." Ucap Eden dengan nada yang kurang tulus.
"Sudah sudah hentikan tangisan mu. Aku baik baik saja." Ucap Eden dengan nada yang masih berbeda dengan Eden yang sebelumnya.
Tangis Yora perlahan sirna dia nampak nya tertidur tanpa sadar.
Eden menatap semua sudut kamar seperti mencari sesuatu sambil sesekali mengelus rambut Yora.
"Sebenarnya siapa perempuan ini?." Ucap Eden dengan nada datar.....BERSAMBUNG.
#Salam manis dari Author.
Maaf karena update tidak teratur karena jujur saja kemarin ponsel author rusak😩.
Tapi alhamdulillah sudah dibetulkan sehingga bisa lanjut up😊.
Silahkan tinggal kan komentar menebak episode selanjutnya akan seperti apa?.
Apa menurut kalian lebih suka "EDEN YANG POLOS DAN CERIA" atau " EDEN YANG ANGKUH DAN DINGIN ",,,????.
SILAHKAN KOMEN DIBAWAH. PENDAPAT KALIAN MENENTUKAN SIKAP EDEN KEDEPANNYA☺.
Â
\#Jangan lupa jaga kesehatan
__ADS_1
Â