Sugar Baby

Sugar Baby
Kehangatan 2


__ADS_3

Eden melangkah menuju kamarnya. Asap harum dari makanan nya masih terlihat jelas. Eden membuka pintunya meletekan nampan makanan dimeja kecil didekat ranjang.


Dia membuka gorden kamarnya dengan perlahan.


Cahaya terang masuk menyinari kamar mewah Eden. Yora yang terlelap pun merespon perubahan cahaya dalam ruangan dan membalikkan badan membelakangi cahaya. Nampaknya Yora terlihat masih ingin tertidur.


Eden melirik kerah Yora sambil tersenyum.


"Tante mau melewatkan pria tampan yang terkena sinar matahari seperti malaikat ini." Ucap Eden sembari melangkah dan duduk belakang Yora yang tertidur.


Yora telah bangun namun dia enggan membuka matanya.


Eden beranjak lagi mengambil makanannya.


"Sayang sekali nasi goreng kimchi buatankan konglomerat ini akan jadi dingin. Apa aku perlu menabur caviar paling mahal supaya Tante suka." ucap Eden sembari duduk menyangga nampan makananya.


Tentu Eden sengaja mendekatkan nampan kedekat Yora supaya perut Yora bereaksi secara alamiah.


Benar saja perut Yora berbunyi karena lapar.


Yora membuka mata melihat Eden yang tertawa kecil.


"Cih dasar anak nakal. Apa yang kau bawa." Ucap Eden yang langsung setengah duduk.


Yora melihat sepotong pancake telur yang berwarna kuning dengan varian warna hijau yang dihasilkan dari daun bawang.


ada sepiring nasi goreng kimchi yang harum dan menggugah selera. Omlet telur nya pun tertata rapih disamping nya tertata beberapa lembar daging yang diiris tipis.


"Kupikir kau benar benar menabur sekaleng caviar di sarapanku." Ucap Tante sembari merebut nampan makanan itu.


"Hehe jika Tante suka aku punya beberapa kaleng caviar didapur." Ucap Eden bersemangat.


Yora menyendok nasinya. Sebelum itu Iyah terdiam melihat Eden yang begitu tersenyum lebar.


"Kau yakin ini bisa dimakan??." Ucap Yora khawatir.


"Emm tentu saja itu sangat enak percayalah Tante. lagi pula aku diajari koki dapur yang ku bayar lebih dari 100jt per bulan jadi seharusnya rasanya tidak mengecewakan." Ucap Eden meyakinkan tantenya.


Perut Yora terus berbunyi dan yaa dia langsung melahap sesuap nasi goreng buatan Eden itu.


Rautnya seperti sedang merasakan rasa makanan nya. Rasanya lumayan enak namun bagi Yora ini sedikit kurang gurih. mungkin Karena bagi koki Eden ini adalah menu sarapan jadi tidak baik untuk membuat masakan yang terasa berat.


Yora makan dengan lahap dia cukup lapar sekarang.

__ADS_1


Eden masih menatap Yora. wajahnya Bangga melihat Yora makan dengan lahap.


"Bagaimana rasanya Tante?." Tanya Eden sembari menanti jawaban dengan raut imut seperti anak kucing.


Yora tersenyum.


Dia mengulurkan tangannya dan mengusap rambut Eden.


Yora tau Eden sudah berusaha keras melihat setetes keringat mengalir dari lehernya.


"Tentu saja ini makanan yang sangat enak apalagi kau membuat nya sendiri. Aku jadi merasa bangga." Ucap Yora sembari tersenyum.


"Benarkah!. Aku akan belajar masak masakan lain lagi." Seru Eden gembira dengan raut yang sangat menggemaskan.


"Cepat habiskan Tante nanti dingin." Ucap Yora.


Yora mengangguk lalu segera melahap sisa makanan nya sampai habis tak tersisa.


"Bisakah kau buatkan aku jus mangga?." Ucap Yora yang perlu minum.


"Iyah aku akan buat kan tunggu sebentar." Ucap Eden segera berlari keluar.


"Hey tambahkan sedikit daun mint!." Ucap Yora.


Didapur sang koki sedang berdiri sembari memilih bahan makanan.


Eden mendekat dengan ceria.


"Luar biasa. Tante menyukainya!. Aku punya sedikit hadiah untukmu."


Eden mengeluarkan ponselnya.


Iyah mengirimkan uang ke rekening si koki bahkan dia seperti tak sadar saat mengetik nominalnya.


ponsel koki berdering.


"Tuan muda saya sangat senang bisa membantu anda." Ucap si koki sembari melihat nominal yang dikirim.


Matanya bersinar melihat nominal nya.


Eden bahkan memberinya hadiah yang lebih dari 500an juta.


Itu memang bukan nominal besar tapi untuk latihan beberapa menit itu jadi nominal yang cukup besar.

__ADS_1


Eden tersenyum lebar dan melangkah Mencari mangga segar.


"Tuan ini sangat banyak!!." Ucap si koki sedikit berteriak karena ter kejut.


Eden menoleh.


"Kalau berasa tidak cukup aku bisa meminjami mu black card milik ku." Ucap Eden dengan nada santai sembari mencari daun mint kering.


Mulut si koki terbuka matanya juga tak bisa percaya.


Dia sendiri sejak lama bekerja dikediaman Eden sangat jarang dipandang Karna tugasnya didapur.


Didunia perkokian dia cukup terkenal dan disanjung namun dikediaman Eden dia jadi nampak biasa saja karna banyak orang luar biasa dikediaman ini.


"Tidak tuan muda ini sangat cukup." Koki menunduk pertanda dia menghormati pemberiannya.


Eden telah mengambil dua buah mangga yang terkenal cukup mahal dia memotong sebagian kecil untuk mencoba rasa buahnya.


"Uhhh ini sangat manis." Ucap Eden.


"Ada yang bisa saya bantu tuan muda." Tanya si koki dengan sopan.


Eden menoleh kearah koki.


"Tidak, kau boleh istirahat." Ucap Eden mengisyaratkan agar sang koki kembali ke tempat istirahat nya.


Koki pun pamit dan pergi dengan raut yang cukup bahagia.


Eden membuat jus nya dengan baik. Dia segera membawa dua gelas jus kekamarnya


Beberapa pelayan melihat Eden.


"Tuan muda sangat ceria hari ini." Ucap salah seorang pelayan bersih bersih.


"Dia makin tampan saja." Ucap seorang pelayan lain yang mabuk kepayang.


Yora menikmati sisa makanan dengan lahap.


"Tante, ini jus yang kau mau." ucap Eden yang langsung duduk disampingn yora.


Yora tersenyum.


"Anak pintar. " Ucap Yora sambil mengelus rambut Eden.

__ADS_1


Eden menikmati sentuhan lembut Yora dengan wajah tersipu.


__ADS_2