
Yora meraih telinga eden. Salah satu tangannya masih mencegah eden membuka bajunya.
"Bayiku nakal sekali." Gumam Yora pada Eden.
Eden menatap wajah Yora.
"Bayi mana yang perutnya bisa menggoda pengasuhnya?." Ucap Eden yang tak habis habisnya mengoda Yora dengan wajah yang begitu serius.
Yora pun menarik nafas lalu dengan terpaksa dia menerapkan kembali kancing kemeja Eden perlahan.
Eden tersenyum karena dia meraih seperti sedang berperan sebagai suami. Berperan dengan raut Yora yang cukup kesal dan suram karena dipermainkan Eden.
"Tante kalau kau terus begitu jangan salahkan aku jika aku gemas dan langsung mencium bibirmu tante." Ucap Eden sekali lagi sambil mengalihan kepalanya ke arah jendela kaca gedung.
"Diam!." Ucap Yora.
Sebetulnya Yora juga merasa kalau mereka benar benar seperti suami istri itu membuat Yora tak berani menatap Eden.
Yora selesai memasang kancing kemeja Eden.
Yora lalu duduk disofa sambil meneguk teh dicangkirnya.
Eden pun menyusul duduk. Wajah Eden nampak ceria dia juga tak menghiraukan cincin dimeja kerja Yora.
"Tante ayo makan malah dengan ku malam ini." Ucap Eden dengan penuh semangat.
Yora meletakkan cangkir teh nya.
"Aduhh bukan kah kita juga sering makan bersama." Ucap Yora.
Eden menghela nafas dan menunjukan ekspresi seperti anak kucing yang begitu melas.
Yora menatap Eden dengan raut setengah kesalnya.
"Iya baiklah.. singkirkan wajah menggelikan itu." Ucap Yora sedikit terpaksa sambil meletakkan tangannya di dahinya.
Seketika saja Eden menjadi ceria kembali.
"Baiklah mari kita siap siap tante." Ucap Eden gembira.
"Apah sekarang!. Eden sekarang masih pukul 2.00 siang dan diner nya malam." Ucap Yora yang tak habis pikir.
"Hehe... kapan tante selesai aku akan menunggu disini." Ucap Eden.
"Sebenarnya aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku tapi aku cukup lelah hari ini. Aku akan pulang dan istirahat terlebih dahulu." Ucap Yora dengan nada lemas yang menandakan dia lelah.
"Baiklah ayo pulang bersama." Ucap eden yang langsung berdiri.
Yora tersenyum seperti seorang ibu yang bahagia melihat putranya kembali ceria.
Yora beranjak lalu mengambil tas kecilnya didekat meja kerjanya. Eden mempersilahkan yora jalan duluan.
Sedangkan Eden dengan sengaja menggeser kotak cincin nya sampai masuk ke tong sampah kecil disebelah meja yora.
Sembari tersenyum Bahagia Eden melangkah mengikuti Yora.
Semua staff melihat Eden dan yora.
Semua berbisik karena tau Eden adalah pemilik sah perusahan besar itu.
__ADS_1
Banyak cibirian terdengar lirih menbicarakan Yora.
Sebetulnya yora mendengar ucapan mereka namun karena tak bertenaga dia acuh.
Eden juga kucing mendengar kan karena dia hanya sedang senang berjalan berdampingan dengan Yora.
"Kau tau tadi aku melihat Wakil pimpinan Jo Jio masuk keruangan yora. Tapi dia keluar dengan Tuan muda Eden. Hebat sekali." Bisik seorang pegawai dengan suara begitu lirih.
"Hebat dulu dia bahkan meladeni almarhum Tuan kim. Memalukan." Bisik seorang lainnya.
Yora telah keluar perusahan Sembari menarik nafas dan memegangi telinganya.
"Fyuhh panas sekali telingaku." Gumam yora lirih.
Eden melihat paman haza namun Iya mengisyaratkan agar pergi dan tidak muncul karena Eden akan pulang dengan mobil Yora.
Paman haza mengangguk pertanda dia mengerti dan langsung berjalan berbalik arah.
Yora melangkah keparkiran yang sepi hanya adalah beberapa mobil diparkiran luas itu.
Yora masuk mobil begitu juga dengan Eden mobil yora melas keluar parkir lalu melesat cukup kencang.
#Dirumah Eden.
Yora turun mobil dengan wajah lesu.
Eden meminta begawai rumahnya untuk memarkir mobil yora.
"Tante selamat beristirahat eden takkan menggangu." Ucap eden melambaikan tangan sambil tersenyum lebar.
Yora berbaring dikamar nya lalu tertidur.
Yora membuka matanya. Samar samar dia melihat ruangan kamarnya penuh nuansa emas padahal disain kamarnya tak semewah itu.
Yora masih setengah tidur.
Dia merenggangkan badan dan sekali menguap.
Dia duduk dan mengucek matanya.
Yora sadar ini bukan kamarnya!.
Iya melihat sekeliling nya. Ranjang mewah dengan disain emas dan perak. Warna merah pada kasurnya dan bau semerbak mawar lemut.
Ada kelambu tranparan yang begitu bersih terikat disetiap pojok pilar ranjangnya.
Ada meja rias penuh dengan riasan yang asing.
Bangku riasnya saja begitu mewah.
Yora seakan terlahir kembali menjadi seorang putri kerajaan. Karena semua disain nya mirip seperti kamar seorang putri dari kerajaan jerman atau inggris.
Divas bunga juga terdapat beberapa tangkai mawah putih sedikit unggu yang begitu cantik.
Yora mencoba mencubit pipinya.
Tak selang lama seorang pelayan perempuan dengan baju rapih dan rambut pirang emas masuk membawa setumpuk kain.
Wajahnya sedikit terkejut melihat yora.
__ADS_1
"Nona sudah bagun rupanya. ini baju ganti untuk Nona." Ucap pelayan itu dengan mengunakan bahasa korea yang bagus.
Itu bukan pelayan dirumah Eden! Pikir yora.
"Aku dimana?!." Ucap yora setengah berteriak karena bingung.
"Nona Ada dilaut Karibia." Ucap bule itu.
"Apah laut??!!." Ucap yora kaget.
"Benar, Sekarang Nona Ada didalam laut Karibia." Ucap pelayan itu sambil membuka gorden yang menutupi jendela.
Apa kamu tau Apa yang terlihat??.
Bukan langit biru yang terlihat melainkan ikan ikan kecil bergerombol yang asik kesana kemari.
Yora dibuat tercengang.
Eden masuk kamar itu.
"Tante sudah bangun?" Ucap Eden.
Yora tau ini pasti perbuatan orang kaya yang satu ini.
"Hey Eden kau gila yaa bagaimana mungkin Sekarang aku dikaribia sedangkan tadi aku masih dikorea!." Ucap Yora marah.
Eden mengisyaratkan agar pelayan pergi.
Pelayan pergi dan menutup pintu.
"Hehe aku kan sudah bilang kita akan makan malam bersama." Ucap Eden.
"Apa kau membuka ku saat aku tidur hah!." Ucap yora memarahi Eden.
Dia tak bisa membayangkan bagaimana Dia yang tidur bisa sampai diKaribia.
Apalagi ini didalam lautan.
" Emm Tante terlihat begitu lelah jadi aku tak berani membangunkan tante. Aku putuskan untuk membeli kapsul tidur yang nyaman dan membopong tante ke kapsul itu. Menutupnya rapat rapat lalu membawa terbang ke Brazil." Ucap Eden menerangkan.
"Ahh rasanya Benar tidak masuk akal." Ucap yora mengacak rambutnya.
"Tante anggap saja ini mimpi kalau tante mau." Ucap Eden tersenyum.
Rasanya bisa gila melihat Eden yang terus tersenyum dan begitu bersemangat.
"Tante bisa mandi dulu nanti baru kita jalan jalan dihotel ini." Ucap Eden.
"Hotel mana yang Ada didalam lautan begini sii!." Ucap yora.
"Kita Ada di Lover's Deep Luxury Submarine Hotel." Ucap Eden sembari tersenyum.
"Aku mana tau yang hotel yang segila ini." Ucap yora.
Eden juga menyodorkan ponsel Yora.
"Yaahh intinya tante tak perlu repot memusingkan apapun tante kan sudah tau kita dibawah laut jadi cepat mandi." Pinta Eden dengan lembut.
Yora mengiyakan dan bergegas mandi sambil masuk terheran heran.
__ADS_1