
Eden tak mau kalah ia juga punya inisiatif yang tinggi.
Eden teringat ketika pertama kalinya iya diperkosa tantenya ini.
Eden melepas ciumannya.
Mata Yora tertuju pada mata Eden. Terlihat sedikit ke nafsuan dimata Yora.
"Ternyata selain tampan aku juga begitu polos yahh." Ucap Eden dengan raut wajahnya yang begitu picik dan senyuman nya.
"Apa??." Ucap Yora.
"Bukankah kau yang berpura pura bodoh didepanku malam itu." Ucap Yora dengan nada sedikit jengkel setengah menyindir.
"Uhh bagaimana aku bisa semenarik ini. Aku sangat kagum." Ucap Eden.
Matanya menatap tajam Yora sembari melirik ke alisnya.
Mulai berubah Ekspresi lugu nya. Tak lupa iya sedikit menata rambut nya sehingga terponi.
Yora sedikit terheran dengan Eden.
Mata Yora juga tak bisa beralih dari aura Eden.
Yora yang gemas kembali mencium bibir Eden dengan lembut.
Anehnya Eden tak merespon dengan baik bahkan iya hanya mengikuti alunan suasana sesuai arahannya.
Benar Eden sedang memperlihatkan kepolosan dan keluguan nya.
"Bagus iblis kecil. Kau memang sangat menarik ." Ucap Yora sembari menggenggam kan tanyanya erat pada Eden.
Tanpa ekspresi yang jelas seperti kelinci yang diam didepan serigala.
Tentu saja itu menjadi pagi yang indah bagi keduanya.
Setelah lelah bermain Eden tersenyum puas melihat tantenya tertidur pulas.
..."Tante pasti sangat lelah karena terlalu aktif. Sayang sekali kau lebih suka menjadi lebih dominan. Aku jadi tak punya kesempatan." Ucap Eden sembari menutupi dada Yora dengan selimut....
...Eden mencium kening Yora dengan lembut....
Eden bangun beranjak dari tepat tidurnya. Dengan hati hati melangkah ke kamar mandi untuk segera mandi.
__ADS_1
Setelah mandi dia memilih baju rumahan yang sederhana.
Melangkah keluar kamar menuju ke dapur.
Semua pelayan di dapur terkejut melihat kehadiran Eden.
"Kalian semua keluar." Ucap Eden dengan nada dingin.
"Tuan muda jika anda perlu sarapan biar kami hidangkan menu makanan yang tuan mau seperti biasa." Ucap seorang koki sembari menunduk.
Eden berfikir.
"Selain satu koki itu kalian boleh pergi. Aku tidak akan mengulangi perintahku." Ucap Eden dengan nada yang tegas.
Semua pelayan perempuan didapur dan asisten koki pun keluar dengan buru buru.
Didapur mewah yang estetik itu hanya tersisa seorang koki.
Koki dengan pawakan tinggi dan rambut coklat sedikit merah. Matanya abu abu cantik. Tentu itu adalah koki profesial dari Eropa.
Koki itu juga mahir berbahasa Korea.
"Kudengar perempuan sangat suka dibuatkan makanan oleh pasangannya." Ucap Eden sedikit ragu dan malu.
"Benar tuan muda baru baru ini menjadi tren laki laki membuatkan hidangan untuk kekasihnya." Ucap koki itu dengan wajah pasti.
"Menurut saya sarapan sehat, mewah, dan enak adalah sesuatu yang paling disukai perempuan." Ucap koki sembari memikirkan menu makanan.
Eden menatap dapur nya yang luas.
"Ajari aku membuat makanan yang sederhana. Tanteku akan mengomel dan mengatakan aku menyajikan uang bukan sarapan." Ucap Eden.
"Tentu tuan muda. Anda bisa membuat nasi goreng kimchi, pancake sayur, kimchi dan beff goreng. orang Korea suka makanan gurih yang sehat dan enak."
Eden gembira karena dia yakin tantenya pasti suka dengan makanan seperti itu.
" Ok mari mulai memasak." Ucap Eden penuh semangat sembari memasang celemek putih.
koki juga bersemangat. Karena ini adalah pertama kalinya Eden memasuki dapur.
Koki menuju freezer dapur yang seukuran dengan kamr kos mu wkwkwk...#canda.
Memilih bahan bahan segar. Mengambil sekotak kimci dan semangkuk beras.
__ADS_1
Eden sedang mencuci tangan.
koki mempragakan cara masak terlebih dahulu.
Eden mengikuti setelahnya.
Jangan khawatir Eden bisa memasak dengan baik walapun tak pernah kedapur.
Dia pernah berlatih ditaman dengan almarhum ibunya.
Ibunya juga mengajarinya memotong bawang bombai dan beberapa mumbu dapur.
Eden mulai masak dan mengikuti arahan koki.
Sang koki hanya menjelaskan poin poin pentingnya.
Wajah tampan yang sedang berusaha keras meneteskan sedikit keringat. Wajah Eden makin bersinar.
Harum nya pun memenuhi dapur.
Eden juga membuat beberapa pancake telur ditambah sedikit sayur yang dicincang halus.
Tak lupa Eden juga menyiapkan beef daging sapi goreng. Eden mencetak bentuk love untuk beef daging sapi untuk menambah nuansa romatis.
Segelas yogurt mahal juga iya sajikan digelas itu.
Sarapan romantis siap dihidangkan.
Eden tersenyum dengan bangga.
"Tuan muda jika saya perempuan pasti saya akan sangat terkesima dengan anda." Ucap sang koki.
"Sudahlah aku memang terlahir mendekati kesempurnaan". Ucap Eden bergegas hendak mengangkat nampan berisi makanan itu.
"Sebentar, Jika tanteku menyukainya aku akan memberi mu hadiah." Ucap Eden menatap sang koki.
"Terimakasih tuan muda saya harap resep saya bisa membantu melancarkan asmara Anda. lain kali datanglah akan saya ajari berbagai resep makanan." Ucap koki penuh semangat dan berbinar.
Eden mengangguk sambil tersenyum meninggalkan dapur sembari membawa nampan besarnya.
Makanannya masih cukup panas terlihat sedikit asap yang mengunggah selera bermunculan.
Eden menatap tantenya yang masih tertidur.
__ADS_1