Sugar Baby

Sugar Baby
keramaian


__ADS_3

"Kali ini aku yang bayar!". ucap Yora tegas.


Eden mulai berfikir iya ingat harus menuruti kata Tantenya itu dan dalam benaknya muncul sebuah ide.


" Baiklah tante yang bayar,,".ucap Eden dengan santai.


Yora mulai melangkah mencari sesuatu, yaa iya sekarang beralih ketoko make up. Dia melihat lihat beberapa lipstik dan tint yang bagus.


"berapa tadi total nya?". Tanya Eden dingin pada Seorang pegawai toko parfum.


"1,5 juta dolar". Ucap pegawai parfum itu.


"Baiklah,,,pengawal,,catat itu sebagai hutang ku pada Tante". Ucap Eden, seorang pengawal segera menuruti perintah Eden.


Dari kejauhan Yora melambaikan tangan agar Eden menghampirinya. Eden yang paham dengan isyarat itu pun melangkah ke Yora.


"Kau tau lip tint ini benar benar bagus selain warnanya cantik ada rasanya lohh". Ucap Yora sambil mengoles lip tint dan sesekali menjilat lip tint yang ada dibibirnya.


"Benarkah,,berasa??". Tanya Eden yang tak tau apa apa tentang make up.


"Iya benar mau coba?". Ucap Yora sambil menyodokan bibirnya ke Eden.


Eden pun menoleh dengan tersenyum lalu mencolekkan jari kelingking nya ke bibir Tante nya.

__ADS_1


Sebenarnya Yora mengharapkan perlakuan lain dari Eden tapi yaa sudah lah kali ini dia belum beruntung dan menoleh kan padangannya ke lain tempat.


"Tante,,benar manis". Ucap Eden. " Tante mau kemana!?". undang Eden sambil mengejar tante nya yang mulai melangkah.


Ternyata tantenya melangkah membeli minuman cup. Yora melihat Eden yang melangkah mendekat dengan senyum kecil. Yora juga melihat beberapa pengawal yang terus membuntuti Eden. Yora mulai risih melihat pengawal pengawal itu. Yora terus memandangi Eden dan dan pengawalnya sambil menyeruput minuman cup yang iya pegang.


"Kalian bawa belanjaanku dan Eden ke mobil dan jangan kembali...aku mau bersenang senang dengan tuan muda kalian". Cetus Yora pada pada pengawal.


Eden tak tau tentang apa yang tante nya pikir kan namun Eden hanya bisa tersenyum kecil.


Semua pengawal ngangguk dan segera enyah dari tempat itu.


"Fyuhh lega melihat mereka enyah". Ucap lirih Yora.


"Mereka membuat tante tidak nyaman?," tanya Eden.


Yora melangkah menuju Play room Dalam mall banyak wahana keren disana. Eden hanya mengikuti tantenya dia terus berjalan dibelakang Yora.


Play room terlihat cukup ramai banyak pasangan muda yang bergandegan tangan sambil memadu kemesraan. Eden hanya memandangi sekitar nya dia melihat beberapa perempuan yang digandeng laki laki tersenyum ceria.


Memang hampir semua orang disana merasa senang.


Keanehan mulai terjadi pada diri Eden, Baginya keramaian adalah surga namun hatinya berdegup dan seakan dia begitu gelisah dan terancam. Yora masih sibuk melihat beberapa wahana.

__ADS_1


Rasa itu membuat Eden ingin pulang, mendengar kebisingan dan ucapan yang terdengar tak jelas membuat hati Eden tak tenang. Eden yang mulai gemetar meraih salah satu tangan Yora.


"Tante kita main dirumah saja!". Ucap Eden sambil gemetaran.


Yora melihat keringat muncul dari selamat rambut dan lehernya.


Namun Yora yang mendengar ucapan Eden mengira kalau Eden mau melakukan permainan yang semalam dilakukkan. Hanya itu yang terpikir dipikiran Yora.


Yora merasa dirinya menjadi racun yang buruk bagi Eden. Namun Yora berusaha menutupi pikiran nya.


"Kenapa??,,kau sakit,,?". ucap Yora dengan raut khawatir.


Tanpa menjawab Eden menarik tangan tantenya dan berjalan keluar mall.


Mobil nya telah ada didepan dan mereka langsung naik mobil mewah itu.


Yora makin bingung dengan sikap aneh Eden. Terdengar nafas terenggah enggah Eden.


"Kau baik baik saja". ucap Yora sambil menatap Eden.


"Entahlah aku gemetar saat ada dikeramaian".ucap Eden ragu.


"ohh,,mungkin kau belum terbiasa". Ucap Yora sambil tersenyum.....

__ADS_1


#Nyonya Yora



__ADS_2