Sugar Baby

Sugar Baby
paman Haza


__ADS_3

Perjalanan Eden pulang dibawah Langit malam yang bertabur bintang lampu lampu jalan menerangi kegelapan.


Paman Haza melamun sedari tadi dia tak tau apa yang harus iya katakan. Dalam hati paman Haza sebenarnya sangat lah senang namun disisi lain paman Haza khawatir Eden menganggap nya mulai mencintai hartanya karena dari dulu paman Haza tau Eden tidak suka berada didekat orang yang mencintai hartanya dan menilai semua hal berdasarkan materi.


#Rumah Eden


Paman Haza baru saja sampai depan rumah lalu membukakkan pintu mobil dan Eden pun keluar beberapa Pengawal berbaris rapih dan menyambut Eden. Eden yang terbiasa dengan hal itu melangkah menuju kamar. Dalam kamar iya melepas coat nya.


" Haduhh,, aku apa apaan sihh kan jadi malah cangung sama paman Haza". Ucap Eden sambil berguling diranjangnya dan mengacak rambut nya dengan kedua tangannya.


"Pasti aneh bgt kann,,Duhh. Bodoh bodoh!". Gerutu Eden sambil menutupi wajahnya dengan bantal.


#Paman Haza.


Paman Haza duduk ditepian kolam sambil meminum sekaleng alkohol. Dia duduk sambil memandangi Langit malam dan sesekali memandang air kolam.


Pikiran paman Haza juga tertuju pada Eden padahal hal yang iya impikan baru saja terjadi namun malah dia tak bisa berkata apapun.


"Paman". Undang Eden dari belakang paman Haza.


Paman Haza sedikit terkejut dan langsung berdiri untuk menghormati Eden.

__ADS_1


Eden melangkah dan duduk didekat kolam.


"Seharusnya aku bisa ceritakan semuanya pada paman bukan,,?". Ucap Eden yang tak berani menatap pamannya.


Hati paman Haza pun tersentuh mendengar hal itu dia masih berdiri di dekat Eden. Namun paman Haza masih belum bisa mengucap apapun.


"Duduklah paman aku menghormati mu sekarang karna kau lebih tua dariku,, Sudah sepantasnya aku menghormati mu kan. Lagi pula aku ingin bicara santai. Dan paman juga bicara lah seolah berbicara dengan anakmu,, atau seseorang yang bisa diajak bicara dengan santai". Ucap Eden sembari mengisyaratkan paman Haza untuk duduk.


"Apa boleh begitu tuan muda". Ucap paman Haza yang masih ragu dan tak percaya ini bahkan seperti mimpi untuk nya.


"Panggil Eden saja". Ucap Eden sembari menatap Langit malam yang penuh bintang.


"emm,,iya Eden,,". Ucap nya yang sedikit ragu ragu lalu duduk disamping Eden. Tangan paman Haza mengabil sekaleng alkohol yang iya bawa.


"Paman aku juga mau minum". Ucap Eden yang tidak tau kalau itu adalah alkohol.


"Ahh,,anu,Tu-- maksud saya Eden..ini alkohol". Ucap paman Haza yang masih sedikit kaku.


"Eden masih dibawah umur jadi kurang baik minum alkohol,,kalau mau akan aku ambilkan minuman lain". Ucap paman Haza dengan bahasa sedikit formal.


"ngak,, Eden mau paman disini saja Eden mau tanya sesuatu...". Ucap Eden.

__ADS_1


"Iya katakan saja, jika aku tau pasti aku akan menjawabnya". ucap paman Haza.


"Apa paman tau kenapa jj membenciku?. padahal dia cukup kaya lagi pula jabatannya juga tinggi kenapa dia tidak suka denganku?". Tanya Eden yang heran dengan saudara nya itu.


"jika penyebabnya paman masih belum tau pasti, namun sebagai manusia menjadi serakah adalah hal yang biasa. manusia cenderung kurang puas dengan hal yang dimiliki. Rasa iri dan dengki juga sangat mudah mempengaruhi manusia, entah karena otak selalu memberi pendapat setiap detiknya atau karena hati nurani yang lemah. Mereka dengan sangat percaya diri melakukan apapun untuk kepuasan yang sebenarnya tidak akan pernah berahir. Berbeda dengan manusia yang memiliki hati nurani yang lembut mereka cenderung menolak pendapat otak yang salah bahkan mereka bisa menolak dengan tegas tindakan kotor dan kejam. Mereka cenderung menyakiti diri sendiri untuk kebahagiaan orang lain. Mereka juga merendah dengan apa yang dimiliki. Itulah manusia". Ucap paman Haza menjelaskan.


Sedari tadi Eden mendengarkan dengan seksama namun masih belum mengerti dan penasaran kenapa dengan sifat jj.


"Apa paman bisa jelaskan sedikit kisah tentang jj saat aku belum lahir?". Tanya Eden yang masih penasaran.


"Setahuku Dulu...sebelum kau dilahirkan aku hanya sering melihat Jj kecil bermain dirumah ini. Karena ayah dan ibumu belum mempuanyai Seorang anak jadi jj tinggal disini beberapa kali juga jj lumayan dekat dengan almarhum ayahmu dan ibumu selebihnya aku kurang tau". Paman Haza menjelaskan apa yang iya tahu.


"Apa jj melakukan sesuatu padamu?". Tanya paman Haza.


"Ahh tidak,,Fyuhh udaranya dingin aku akan masuk kamar". Ucap Eden sambil beranjak dan mulai melangkah.


"Emm,,Eden!". Eden pun menoleh.


"Iya??". Jawab Eden spontan.


"Jika mengalami kesulitan katakan padaku,,apapun itu..munggkin aku bisa sedikit membantu". Ucap paman Haza sambil sesekali menunduk lalu tersenyum kecil.

__ADS_1


Eden pun mengangguk dan membalas dengan senyuman kecil...


"


__ADS_2