Sugar Baby

Sugar Baby
Keluarga kecil Yora.


__ADS_3

Suasana nya sangat hangat Eden duduk sofa sederhana.


Ada semangkuk buah apel, pear dan beberapa buah berry kecil.


Jerman memang terkenal dengan buah buah berry nya.


Yoan Kecil berlari ke Eden menunjukan capung yang diawetkan dalam wadah.


Yoan dengan malu malu menyodorkan kotak kaca itu.


" Wah kau suka serangga yah?" ucap Eden sembari menerima kotak capung itu.


"Nenek bilang tidak boleh menerima barang secara cuma cuma, itu capung kesayangan Yoan untuk membayar mainan yang banyak tadi" Ucap Yoan kecil.


Yora yang baru saja membuat segelas jus anggur tersenyum lalu mengusap bangga putra nya.


"Wah kau pasti mengawetkan nya dengan susah payah. Om jadi merasa sangat beruntung mendapatkan capung kesayangan Yoan" Ucap Eden lagi sembari menatap Yoan kecil.


Yoan cukup terkesima dengan ketampanan Eden.


"Anu apa boleh Yoan memeluk om juga." Ucap Yoan begitu malu malu.


Eden sontak melebarkan tatapan nya.


Dia dengan senang hati memeluk Yoan.


Nenek dan kakek asuh Yoan yang melihat nya pun tersenyum haru.

__ADS_1


Begitu pula dengan Yora.


"Yoan juga bisa panggil om dengan panggilan papa." Ucap Eden sembari melirik ke Yora.


"Tapi, mama bilang Yoan tidak punya papa" Ucap Yoan kecil yang nan polos dan imut.


"Maaf tapi memang benar ayah kandung nya bahkan melarikan diri sebelum Yoan lahir" Ucap Yora dengan senyum masam nya.


"Yoan benar benar anak yang baik dia bahkan tidak menangis didepan kami tapi menangis dikamar padahal dia masih sangat kecil" Ucap nenek asuh Yoan.


"Kalau Yoan merepotkan nenek dan kakek mama tidak akan pulang cepat" Ucap Yoan kecil dengan imut.


Mata Yora berkaca.


"Mama janji sekarang mama akan tetap berada di samping yoan." Ucap Yora.


"Nenek pasti sangat merindukan Yoan nanti" Ucap sang nenek sembari meneteskan air mata yang tak jelas bahagia atau sedih.


"Yoan akan ikut mama?" Tanya Yoan kecil.


Yoan melangkah ke kakek dan neneknya.


"Jika Yoan pergi siapa yang membantu kakek menanam anggur" Ucap Yoan kecil yang biasa membantu kakek nya.


"em jadi Yoan tidak mau ikut mama papa mu ini" ucap Eden sembari memasang wajah tampan maksimal nya.


Yora jadi geram melihat Eden terus menyebut dirinya papa.

__ADS_1


Yora menarik telinga Eden dengan raut wajah kesalnya.


"Bayi ku yang satu ini baru saja dewasa sudah menyebut diri sendiri sebagai papah" Ucap Yora lalu tertawa kecil dengan senyum lebar nya.


Suasana Canda dan haru pun memenuhi rumah sederhana itu.


Malam pun tiba.


Yoan telah akrab dengan Eden.


Yoan menunjukan pada Eden gambar yang iya buat.


Banyak gambar serangga yang cukup detail dan gambar yang cukup bagus untuk anak 8 tahun.


Yoan juga memberikan banyak penjelasan tentang serangga kecil.


Yoan bercerita betapa sedihnya iya Karna tabung kaca nya mudah pecah dan perlu tempat untuk menyimpan.


Yoan juga harus menyisihkan uang untuk membeli tabung kaca dan pengawet nya.


Eden mendengar kan dengan seksama.


Eden sendiri merasa bangga karna umumnya anak anak lebih tertarik bermain main namun Yoan justru tertarik dengan ilmu pengetahuan melalui serangga kecil.


"Nanti di Korea kita buat museum pribadi Yoan yah." bisik Eden ke Yoan.


"Papah punya kamar kosong untuk tabung tabung serangga ku?" Ucap Yoan dengan nada polos yang senang.

__ADS_1


"Yahh tentu saja" tatapan mata Eden yang tersenyum begitu bangga karena yah dia bahkan bisa menyediakan museum mewah untuk Yoan.


__ADS_2