
Eden memberanikan diri melangkah karena kebetulan jalan lumayan sepi. Dia menatap ke kanan dan ke kiri namun tak ada orang di sana. Eden merogoh saku mencari ponselnya dia mulai membuka Aplikasi Maps untuk mengetahui jarak antara rumah dan keberadaan nya sekarang.
Yahh namun ternyata jarak nya cukup jauh.
Eden melihat sebuah mobil biasa yang didalamnya ada seseorang yang munggkin bisa menolong Eden.
Eden mendekat ke mobil itu dan mengetuk kaca mobil seperti nya orang didalam baru saja selesai menelfon.
"Ada apa?." Ucap laki laki bertopi didalam mobil. Tatapan nya memang sedikit menakutkan dan matanya juga menatap seperti hendak membidik.
"Apa kau bisa membantu mengantar ku pulang." Tanya Eden pada laki laki itu.
Laki laki itu menoleh dan berfikir Eden melihat sebuah tato salib dileher orang itu. Perasaan nya jadi tak enak.
"Emmm kalau begitu--." Ucapnya terputus.
"Baiklah cepat masuk mobil." Jawab laki laki dengan cepat.
Eden malah jadi bingung namun dia berusaha berfikir positif dia tau tanpa obat Psikotropika nya dia tak aman ditempat terbuka.
Eden pun masuk dan duduk bangku mobil terdapat sebelah kanan.
"Dimana alamat rumah mu." Ucap laki laki itu dengan nada datar.
Eden pun memberitahukan alamat rumahnya.
__ADS_1
Mesin mobil pun dinyalakan dan mobil mulai melaju.
Disisi lain paman Haza baru saja sampai disitu memarkir mobil dan melihat bangunan sekitar. Dia meraih tablet yang sengaja dibawa.
Tapi karena ceroboh tablet nya terjatuh dan mati.
Paman Haza bergumam karena ceroboh dia mengacak rambut sambil memukuli kepalanya.
"ahhh gila...Kenapa mati sihh padahal ini tablet mahal ko. Sekarang aku ngak punya pilihan lain harus cari toko servis terdekat." Ucap Haza sambil membenturkan kepala dengan lembut ke stir mobil.
#Yora.
Yora duduk dicafe sembari meminum kopi dia nampak menunggu seseorang.
Tak lama Seorang laki laki datang menghampiri nya dengan baju yang cukup rapih.
"Aku terkejut loh ternyata kau memilih kafe sederhana seperti ini." Ucap Troy sambil duduk berhadapan dengan Yora.
"Kenapa dengan wajahmu?. Seperti nya mendung sekali sampai harus memanggil ku yang super sibuk ini". Ucap Troy yang heran karena Yora mendadak menelfon nya.
Sebenarnya karena Yora terlalu keras bekerja dia tak punya banyak teman bicara itu sebabnya iya memanggil Troy yang munggkin bisa diajak curhat.
Wajah Yora jadi murung mendengar pertanyaan Troy.
"Entahlah..Aku bingung dengan perasaan ku sendiri." Ucap Yora sambil menunduk dan memegangi kopi hangat nya.
__ADS_1
"Yahh sampai sekarang aku masih belum paham, kenapa semua wanita senang sekali melimpahkan masalah nya ke orang lain. Tapi karena kau benar benar mengesanan karena mengundang orang yang tepat." Oceh Troy dengan nada yang sombong sambil tersenyum lebar beberapa kali.
"Sudah kau dengarkan saja apa yang aku bicarakan. Aq ngak perlu nasehat darimu." Ucap Yora dengan nada datar.
Troy tertawa kecil.
"Wah..wah. Perempuan memang spesies yang benar benar tak bisa dimengerti. Kau tau itu membuat ku makin tertarik dan heran." Ucap Troy dengan nada sedikit menggoda.
"Sudahlah laki laki ngak akan ada yang paham. Aku hanya bingung apa boleh mencintai sepihak dan memaksakan cinta walaupun ngak tepat." Ucap Yora dengan nada sedih.
Sontak itu membuat Troy terkejut.
"Apah!!."
"Kenapa! aku hanya menyuruh mu mendengar kan saja!." Ucap Yora yang jengkel.
"Dengar aku ngak tau kau sedang mencintai siapa tapi, Kalau menurutmu dia tak mencintai mu setidaknya cintai saja orang yang mencintai mu!." Ucap Troy dengan nada cukup tinggi dia berusaha memberikan kode kalau dia menyukai Yora.
"heh...Orang yang mencintai ku. Siapa?!. Kau fikir aku akan percaya dengan laki laki yang tak bisa tunduk pada perempuan hah!. Kau ingin aku mencintai orang yang terus menekan ku dan mengakang!. Menurutmu itu cinta hah!!."Ucap Yora menjelaskan pendapat hati nya setelah sekian lama mendapatkan banyak cobaan hidup.
Mata Yora berbinar dia jelas hampir menangis tatapannya sedikit kosong. melihat itu Troy beranjak dan memeluk Yora yang terduduk.
"Iya iyah maaf..Aku terlalu kasar sekarang ceritakan apapun aku akan diam. Aku janji." Ucap Troy yang tak kuasa.
"Aku menyukainya tapi aku ngak mau berharap dia jadi milikku". Ucap Yora sambil menitihkan air matanya.
__ADS_1
Troy hanya diam dan mengusap rambut Yora dia tak mau mengacaukan perasaan Yora......