Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 33


__ADS_3

Eden menghampiri Hyun-Jae yang terduduk sambil memegangi lututnya yang terluka.


"Hyun-Jae baik baik saja. Mau ku Balikan obat". Ucap Eden dengan nada rendah dan jongkok didepan Hyun-Jae.


Hyun-Jae makin kesal melihat raut polos Eden yang seakan tak pernah terjadi apapun.


"Dasar Brengsek!". Ucap Hyun-Jae sambil mendorong tubuh Eden.


Tubuh Eden sedikit tergeser.


"Tunggu sebentar". Eden beranjak menuju mobil tante nya berharap ada P3K disana.


"Apa tante punya P3K?." Tanya Eden pada tantenya.


Yora yang setengah marah pun menoleh ke Eden dan menatap tajam matanya. dan menggelengkan kepala pertanda tidak ada obat P3K.


Eden hampir membalikkan badan namun Yora menghetikan Eden dengan menarik tangan nya. Namun Yora sedikit sadar bahwa dia tak seharusnya melarang Eden.


"Ada apa tante,,,maaf aku harus menolong Hyun-Jae dulu". Ucap Eden sembari menepihkan tangan Yora.


Yora mulai berfikir jernih.


"Sadar Yora,,,dia itu hanya anak asuhmu". Ucap Yora sambil memukuli kepalanya.


Yora pun menyalakan mesin mobil dan pergi dari sana.


Eden tak punya pilihan lain dia harus membawa Hyun-Jae ke uks.


Tanpa pikir panjang Eden membopong tubuh Hyun-Jae.

__ADS_1


Awalnya Hyun-Jae sedikit meronta namun karena sakit dia jadi menerima bantuan Eden.


Kebetulan jalan menuju uks lumayan sepi.


Ada dokter uks juga disana. Dokter itu memerban luka Hyun-Jae.


Eden duduk dan menunggu Hyun-Jae. Dokter uks mengatakan Hyun-Jae baik baik saja.


Eden pun keluar hendak membeli minum an karena kebetulan air mineral di uks habis.


Eden keluar uks dan melangkah menuju kantin namun jalan menuju kantin sedikit ramai.


Eden merogoh tas nya mencari obat nya namun sayang sekali tanpa Eden ketahui ternyata obatnya tidak ada dan tas itu adalah tas baru yang mirip dengan tas kemarin.


Eden pun menatap anak anak lain yang bertebaran karena hari mulai siang dan jadwal akan segera dimulai.


Eden berusaha menenangkan diri dia Berjalan menundukan sambil mengenakan topinya.


"Baiklah hanya sampai kantin,,kau pasti bisa Eden!!". Ucap Eden dalam hati menyemangati diri sendiri.


Saat berbelok dia mendapati banyak anak perempuan dan saat itu juga topi Eden terjatuh dan yaa wajah nan tampan nya membuat semua perempuan dihadapannya mendekat.


Jelas suara langkah kaki yang ramai membuat kenangan buruk Eden terlintas dia mulai mengingat tragedi kebakaran. Mata Eden berbinar dan tubuhnya kaku melihat semua bisikan memuji suaranya kurang jelas namun itu cukup membuat Eden merasakan sesak yang hebat. Eden hanya terdiam menahan sesak. Beberapa perempuan itu mulai menanyakan beberapa hal dan memegang tubuh Eden.


Aneh nya walaupun tangan Eden disentuh dengan lembut tapi Eden merasa seperti dipukul.


Nafas Eden benar benar kacau keringat dingin muncul badan nya juga mulai lemas. Terdengar dengan jelas dia kesusahan bernafas namun semua perempuan disekitar nya acuh dan terus memperhatikan wajah Eden.


"Siapapun tolong aku". Ucap Eden dalam hati air matanya hampir menetes karena nafas yang cukup berat.

__ADS_1


Tiba tiba seseorang perempuan menarik tangan Eden dan membawa Eden lari karena tubuh Eden lemas perempuan itu dengan mudah menarik Eden dan mengeluarkan Eden dari kerumunan perempuan perempuan tadi.


Disini Eden merasa mendapatkan keajaiban karena saat tangannya disentuh perempuan ini Eden merasa nyaman dan nafasnya mulai normal. dalam keadaan berlari pun Eden mampu tersenyum.


Ternyata yang menarik tangan Eden adalah Hyun-Jae walaupun kakinya sakit tapi langkahnya cukup untuk membawa kabur Eden.


Sekarang Eden dan Hyun-Jae ada didepan gerbang kebetulan tak ada penjaga Eden pun menarik Hyun-Jae yang sedang tarik nafas dan ngos ngosan keluar dari area kuliah karena bagi Eden percuma berangkat karena dia cuma akan bunuh diri dikelas jika diteruskan.


"Kau gila yaa kenapa keluar kesini". Ucap Hyun-Jae sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Eden.


Eden menoleh dan tersenyum kecil dan berhenti berlari.


"Jangan senyum begitu aku jadi ngeri tau!!". Ucap Hyun-Jae yang pipinya memerah karena kelelahan.


"Ahh,,benar benar seperti lari maraton". Ucap Hyun-Jae lagi.


"Emm,,,Hyun-Jae sekali lagi Terimakasih". Ucap Eden tulus kepada Hyun-Jae.


Dalam hati Hyun-Jae berkata.


"Mana mungkin aku biarkan cowo brengsek yang meniduriku dikerumuni perempuan lain".


"Bisa bisanya kau terus tenang setelah menikmati kehormatan ku". Ucap Hyun-Jae sambil mendekat kan wajahnya ke Eden.


Disini Eden berfikir kalau yang dimaksud Hyun-Jae adalah karena karena Hyun-Jae mabuk dan bertingkah memalukkan didepan Eden.


"Maaf,,Eden tidak akan menceritakan nya pada siapapun". Ucap Eden sembari menatap Hyun-Jae.


Mendengar hal yang demikian sontak Hyun-Jae menampar Eden.

__ADS_1


"plakkk!!". Pipi Eden merah karena ditampar namun Eden terdiam. Eden tak berani mengatakan apapun karena takut mengatakan hal yang salah.


"Dasar laki laki kurang ajar!. Sebegitu santainya kau menjawab". Ucap Hyun-Jae yang marah sambil melotot...


__ADS_2