
Eden sudah selesai mandi. Tubuh indah nya terlihat jelas sekarang.
Dia Berjalan menuju baju yang telah tante nya siapkan.
Namun dia tercengang karena melihat baju kantor rapih.
"Apa tante lupa aq ini akan kuliah bukan ngantor." Ucap Eden sambil terheran heran.
Rambut Eden masih setengah basah dia benar benar begitu memukau dan telihat begitu sexy. Belum lagi bibir nya yang sedikit terlihat berwarna oren peach.
" Fyuhh mungkin dia lupa." Eden pun melangkah ke lemari baju yang begitu elegan dengan 4 pintu.
"Eden kenapa bajunya belum dipakai." Ucap Yora yang melihat baju yang iya siapkan belum dipakai.
"Siapa yang mau beranjak kuliah dengan pakaian seperti itu." Ucap Eden dengan nada santai.
Yora membalikkan badan dan yaa dia kaget melihat Eden yang hanya memakai handuk yang hanya menutupi ******** sampai lutut nya.
"Kau gila yaa.!" Ucap Yora yang langsung menutup i mata dan membalikkan badan lagi.
Eden pun menoleh dan sedikit kaget.
"Gila??. Kenapa??" Ucap Eden dengan nada tanpa dosa.
"Cepat pakai bajumu bodoh!." Teriak Yora lagi.
"Bagaimana bisa kamu membuka bajumu sembarangan." Ucap Yora.
"Sembarangan bagaimana tante toh aku ada dikamarku sendiri." Ucap Eden dengan nada datar.
Yah Yora sadar dia sekarang ada dikamar Eden.
Yora menoleh sekali lagi ke Eden.
Dan yaa matanya tak berbohong dimata Yora melihat Eden begitu menawan badan terawat nya telihat begitu jelas belum lagi senyuman kecil Eden menambah semua jadi makin sempurna.
__ADS_1
Yora segera lari keluar namun sial dia menabrak tembok cukup keras.
Melihat itu Eden tak tinggal diam.
"Hati hati tante." Ucap Eden yang sudah berbaring.
Setengah badan Yora sudah ada diantara dada bidang Eden.
Dahi Yora memerah karena menabrak tembok.
Namun pipi Yora juga begitu merah merona karena tangannya tanpa sengaja ada didada Eden.
"Tante baik baik saja?." Tanya Eden memastikan keadaan tantenya.
Yora masih diam menatap Eden.
Bagi Yora waktu seakan melambat.
"Lain kali jangan berjalan mendadak seperti itu." Ucap Eden sekali lagi.
Eden pun menyubit pipi tantenya berharap dia bisa menyadarkan tantenya.
Eden berhasil tante nya tersadar dan langsung menyadari posisi nya yang benar benar mendebarkan.
Yora langsung berdiri.
"Apa tante baik baik saja, Ada yang terluka??." Tanya Eden lagi dia masih dalam keadaan setengah berbaring.
Yora pun langsung mengambil jas dimeja lalu melempar tepat menutupi perut Eden.
"Aku baik baik saja. cepat pakai itu." Ucap Yora dengan nada yang sedikit gugup karena salting.
Eden pun menerima baju yang dilempar tante nya.
"Cepat pakai aku akan menutup mata." Ucap Yora sambil duduk lalu menutup matanya dengan tangannya.
__ADS_1
Eden pun mengangguk lalu berdiri dan menuju cermin besar dan mulai memakainya.
dia baru memakai celana hitam polos. Yora nampak berusaha tak tergoda mengintip tapi ya dia tenyata berusaha mengintip dan Eden melihat nya dari cermin. Eden pun tersenyum picik.
"Buka saja lagi pula tante sudah lihat." Ledek Eden.
Sekilas Yora mengingat kejadian malam bahagia nya dengan Eden. Dari ingatan itu sekilas dia melihat seluruh tubuh Eden tanpa terkecuali.
Hal itu membuat hidung Yora berdarah karena saking takjubnya.
"Dasar bocah!." Ucap Yora mulai kesal.
Tak disanggka Eden telah menyadari kalau tantenya mimisan dia sudah didepan wajah Yora dan mengelap sedikit darah yang keluar dari hidung Yora.
"Buka saja Eden sudah selesai ko." Ucap Eden sambil membersikan darah dari hidung Yora menggunakan tisu.
Eden makin tampan dengan jas hitam bergaris putih. Dia benar benar seperti Seorang Ketua presdir seperti didrama.
Yora mengambil tisu yang di pegang Eden. dan membersihkan sisanya.
"Dengar setelah memakai baju seperti itu jadialah Eden yang angkuh. kau mengerti??." Ucap Yora.
"Iya aku mengerti. Bagaimana dengan ini." Ucap Eden sambil berpose anggkuh. dia meletakan salah satu tangan disaku celananya.
"Iya bagus seperti itu." Ucap Yora memuji Eden. Karena Eden memang sangat keren dan terlihat anggkuh dengan begitu.
"Baiklah kita keluar sekarang presdir Eden." Ucap Yora dengan nada sopan.
Eden dengan penuh wibawa dan membusungkan dada itu menganguk sangat kecil.
menyaksikan itu Yora tertawa kecil.
"Tante kenapa tertawa lucu yaa??." Ucap Eden merajuk jan kharisma nya sirna saat itu juga.
"Hehe.. tidak kau sangat keren." Ucap Yora sembari tertawa kecil sambil mengacungkan kedua jempol nya.
__ADS_1
Eden pun menarik nafas dan melanjutkan akting nya.....