
mobil mewah Yora berhenti disebelah rumah sakit yang kebetulan ada ahli psikologi.
Gedung mewah nan megah itu adalah rumah sakit elit yang menyediakan mulai dari fasilitas umum hingga khusus sekalipun.
Yora masuk kerumah sakit sambil mengandeng Eden.
Semua mata tertuju pada wajah sempurna Eden waktu seakan melambat. Perempuan mana yang mampu menghiraukan pemandangan ini.
"Artis bukan sihh,,,". Salah Seorang pasien yang duduk dikursi roda.
"wahh malaikat". Ucap Seorang perempuan yang cukup berumur sambil terus menatap Eden.
Yora sedang konsultan dengan suster namun mata suster yang ditanya terus menatap Eden. Eden menerima tatapan mata suster itu pun membalas dengan senyum kecil yang membuat Eden makin terlihat sempurna.
Yora mulai risih dengan keadaan ini wajah nya menatap Eden dengan raut datar.
"Baru liat wajahnya ajah udah pada kecanduan apa lagi kalo lihat tubuh telanjang Eden". ucap Yora dengan nada begitu lirih.
"Suster!! mau ku laporkan pada atasanmu hah,,kau ngak dengar aku mau bertemu dokter psikolog!!". Bentak Yora kesal pada suster.
Suster pun menjadi kaget dan langsung mengubungi dokter psikolog.
"Yaa ampun cantik cantik sakit psikolog". Ucap lirih suster.
Suster dengan raut sedikit kesal pun memberikan arahan keruang psikolog.
Tanpa basa basi Yora langsung pergi.
Eden masih mengikuti Yora.
"Eden,,ngak boleh senyum sama cwe ngak dikenal,,". Ucap Yora sedikit kesal.
__ADS_1
"tapi,,senyum itu menyenangkan tante,,". Ucap Eden sembari tersenyum.
"Terkesan ramah juga". Lanjut Eden
"Ngak,! tante ngak suka".Ucap Yora.
"Tapi tante,,,".Ucap Eden dengan nada rendah.
"Terserah lahh". ucap Yora menyerah.
Mereka telah sampai diruang psikolog Yora dan Eden masuk ruangan terlihat Seorang dokter perempuan dengan rambut hitam sedikit pirang yang duduk. melih Eden dan Yora dokter tersenyum.
"Silahkan duduk dan katakan keluhan anda". Ucap dokter itu dengan ramah.
Yora dan Eden duduk.
"Wahh, wah,,jarang sekali sepasang kekasih konsultan ke sini,,sebelumnya saya minta maaf jika berbicara terlalu santai,,,". Ucap dokter dengan bahasa yang cukup santai.
Eden menunduk kan kepalanya karena ragu-ragu.
"Ahh,,kau ngak perlu khawatir...informasi yang kau berikan akan tetap menjadi privasi". Jelas dokter itu sambil tersenyum dan mengambil sebuah papan untuk mencatat dan menganalisis kondisi psikolog pasien.
"Begini bu dokter--". Ucap Yora yang langsung dipotong oleh dokter.
"Panggil saja lea,,,kurasa kita seumuran". Tegas dokter lea.
"Iyah baiklah,,,dokter lea".Ucap Yora.
Eden mulai memberanikan diri untuk bicara.
"Emm..begini dokter saya,,Saya suka dengan keramaian..tapi----".Masih sedikit sungkan.
__ADS_1
"Iya katakan saja apapun,,," Ucap dokter lea.
"Tubuh ku mulai gemetar mendengar suara orang orang yang bertabrakan tak jelas,,dadaku semakin sesak mendengar itu padahal bagiku itu sebuah keberuntungan biasa ada diantara keramaian..namun rasanya tubuhku menolak dengan tegas jika aku tetap memaksa semakin aku paksa rasanya ngak karuan,,,". Ucap Eden dengan raut sedih.
Dokter lea telah mencatat dan menganalisis.
"Bisa ceritakan tentang hal buruk yang pernah kamu alami?,,atau sesuatu yang membuat kamu bergetar diantara kerumunan orang banyak?..". Tanya dokter lea.
"Seperti nya tidak ada". Ucap Eden sembari bersedih.
"Baiklah,,apa kau pernah mengalami pengasingan diri seperti menyendiri untuk jangka waktu yang lama?,atau pernah mendapatkan perlakuan tidak adil hingga membuat mu jadi kesepian terlalu lama??". Tanya dokter lea memastikan.
"Tentu saja dia terkurung dirumahnya selama bertahun tahun". Ucap Yora dengan nada datar.
"Berapa lama?". Tanya dokter lea.
"18 tahun,,yaa selama itu aku hanya dirumah,,keluar rumah pun bersama ayah dan ibu". Jelas Eden.
"Emm..kurasa aku tau penyebabnya,,18 tahun adalah waktu yang cukup untuk mempengaruhi psikolog mu. walaupun perasaanmu begitu yakin dengan keramaian yang kamu inginkan namun psikolog dan insting mu masih belum terbiasa,, perlu waktu untuk mengubah sisi non sosial mu". Ucap dokter lea sambil menempelkan pulpennya dipipi sembari berfikir.
"Lalu Eden harus bagaimana?". Ucap Yora.
"Jangan khawatir dia cuma perlu membiasakan diri,,tapi karena ada gejala sesak aku akan memberikan obat penenang". Ucap dokter tersenyum.
"Namun kau perlu menghindari keramaian jangan terburu buru,, kau bisa datang kemari aku akan membuat kan card khusus untuk mu cek rutin aku akan menganalisis seberapa parah psikologi yang kamu alami". jelas lea sambil memegang tangan Eden berusaha menenangkannya.
Namun Yora sangat Risih dengan itu namun iya berusaha menahannya.
#Pemanis Dr. lea
__ADS_1