
"emm.. tidak apa aku baik baik saja". Ucap Eden sambil tersenyum kecil.
"owh iya,, aku akan memberikan mu kompensasi-". Ucap Eden sambil menatap Hyun-Jae.
mendengar itu pun tawa Hyun-Jae meledak.
"Haha!". Hyun-Jae je yang tertawa sambil memegangi perut karena saking lucunya.
Bagi Hyun-Jae ini pertama kalinya ada orang yang mengatakan akan memberi kompensasi karena itu adalah kata yang digunakan untuk nominal yang cukup besar.
"Aku serius,,katakan saja yang kau mau..". Ucap Eden dengan tatapan polos sembari meyakinkan.
Tawa Hyun-Jae mulai reda.
"Baiklah..supaya kau ngak terbebani balas budi traktir aku makan Tteokbokki dan Gimbab setelah selesai jam kuliah". Ucap Hyun-Jae yang mulai melangkah keluar uks.
"jam 3 sore digerbang kampus. oh iya lima menit lagi kelas akan dimulai...bye bye". Ucap Hyun-Jae meninggalkan Eden sambil tersenyum ceria.
Eden menarik nafas lega karena masih hidup.
Eden memutuskan untuk kembali ke kelas saat Eden keluar uks beberapa menit kemudian Yora sampai di uks dan membuka pintu uks namun uks kosong.
"Sial...kemana Eden,. Awas saja kalau pulang nanti". Gerutu Yora kesal.
Tiba-tiba ponsel Yora berdering.
Itu adalah pangilan dari perusahaan. ini menyangkut masalah Troy. Dengan kesal Yora melangkah menuju mobil dan melaju keperusahaan.
Eden melangkah ke kelasnya karena tempat duduk nya yang berada di belakang. Eden menunduk berusaha menghiraukan orang lain.
Semua siswa perempuan berbisik memuji Eden.
Sedangkan siswa laki laki menjelekkan Eden. Eden duduk dan merogoh tas nya iya mengambil ponsel nya berusaha mengalihkan perhatian.
"Nora bgt sihh itu pasti brand kw". Ucap Seorang laki laki dipojok kanan.
Eden tetap diam dan fokus memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Cuma lima menit Eden tahan...". Ucap Eden meyakinkan dirinya sendiri.
Beruntung efek obat psikologi itu terasa walaupun Eden gugup namun nafasnya tak terganggu.
Dosen masuk dan mulai mengajar.
Eden melalui hari pertama cukup mulus dan tak terlalu berantakan. Eden keluar dari kelas membawa tas hitamnya.
"Boleh minta nomor mu". Ucap Seorang anak perempuan yang berbadan cukup pendek dan berrambut sedikit merah yang menunduk dan menyodorkan ponselnya.
"maaf aq ngak bisa memberi nomorku pada sembarangan orang". Ucap Eden menolak lalu melangkah.
Eden memegang ponselnya dan mengubungi paman Haza.
"Paman aku pulang terlamabat nanti aku telfon lagi". Ucap Eden memberitaukan pamannya.
Paman Haza meniyakan dan memberi saran agar Eden berhati hati pada paparazi dan menyarankan menggunakan topi yang dibawah.
Eden menuruti nasehat paman Haza dia melihat Hyun-Jae digerbang utama Universitas.
"Mau makan dimana". Ucap Eden.
"Ikuti aku..Cepat aku lapar". Ucap Hyun-Jae sambil melangkah menusuri trotoar lebar yang rapih dan nyaman untuk pejalan kaki.
Eden dan Hyun-Jae sampai disebuah kedai makan sederhana yang kebetulan cukup sepi Hyun-Jae hampir memesan makanan namun iya menoleh dan menatap Eden.
"Kau mau makan apa..". Ucap Hyun-Jae.
"Ahh,,emm apapun yang kau pesan aku akan makan". Ucap Eden yang melihat tempat sederhana itu.
Kebetulan meja kedainya ditata lesehan. Eden sedikit bingung dengan hal itu.
"Apa ngak papa duduk disitu". Tanya Eden kepada Hyun-Jae.
"Yaa,,,setidaknya kau ngak akan mati duduk disitu". Ucap Hyun-Jae dengan nada meledek.
Hyun-Jae memesan beberapa makanan. Seorang ibu membawa nampan berisi beberapa makanan yang dipesan Hyun-Jae.
__ADS_1
"Bu,,tolong bawakan sebotol Soju dan bir". ucap Hyun-Jae.
Eden hanya duduk dan memandangi makanan dimejanya.
Hyun-Jae tentu heran dengan tingkah aneh anak didepannya ini.
"Hei kau ngak mau menanyakan namaku apah.." Ucap Hyun-Jae sembari menganggat sumpit untuk bersiap makan.
Eden menoleh.
"Siapa namamu?". Ucap Eden berusaha antusias.
"Hyun-Jae,,". Ucap Hyun-Jae sambil memulai makan.
"Aku Eden,,".Ucap Eden sambil memandang Hyun-Jae yang sedang makan.
Hyun-Jae hanya mengangguk dan menikmati makananya dia sedikit tidak peduli dengan tatapan Eden.
Seorang ibu datang lagi membawa sebotol Soju dan bir.
"Nak tampan kenapa tidak dimakan??". Tanya ibu itu sambil menatap Eden.
"Itu sangat berminyak apa itu sehat". Ucapnya Eden dengan raut ragunya yang membuat nya makin mengemaskan.
Sekali lagi Hyun-Jae menahan tawa.
"Hei,,,coba dulu sedikit..kamu pasti suka". Ucap ibu itu sambil mengambil sumpit didekat Eden dan menyodorkan makanan agar Eden mencoba. Ibu itu berusaha menyuapi Eden dengan tatapan meyakinkan.
Eden pun membuka mulut dan mulai mengunyah makanannya.
"Ingat jangan nambah lagi hahaha". Ucap Hyun-Jae.
""Bagaimana?". Tanya ibu itu.
Lidah Eden dimanjakan oleh rasa gurih yang sedikit pedas dia masih tak percaya.
"Enak,,,benar benar enak.". Girang Eden.
__ADS_1
"Bagus makan yang banyak..". Ucap ibu itu sambil mengembalikan sumpit lalu kembali kedapur.
Eden melanjutkan makan dengan cukup lahap ...