
Eden pun mematikan telfon.
Dia melangkah tanpa tujuan dia berusaha berbaur Selagi efek obat nya masih ada.
Dia Berjalan ditepian jalan sambil menikmati susana siang kota.
Matahari cerah namun tidak terlalu panas. dia melihat lapangan umum.
Eden terhenti dan melihat anak anak kecil sedang bermain dan bercanda ria.
Beberapa saat kemudian sebuah bola mengelinding kearah nya dan Seorang bocah laki laki menghampiri Eden.
"Kak bisakah kau lempar bola itu." Ucap anak laki laki itu dari kejauhan.
Eden tersenyum kecil dan mengambil bola didekat kakinya.
"Baiklah. Asal aku bisa ikut bermain." Ucap Eden yang langsung menjatuhkan bola dan menunjukan bakat Eden bermain bola.
Eden menampilkan sedikit atraksi mengunakan bola itu. Anak anak nampak senang dan yaa Eden mulai menggiring bola nampak Eden sedikit ceria.
Anak anak pun ikut gembira.
Setelah beberapa menit bermain anak anak mulai kewalahan mereka beristirahat dan meneguk air mineral.
"Kalian pasti lapar. Bagaimana kalau kita makan sekarang." Ucap Eden sambil tersenyum begitu manis dan ramah.
"Tapi ibuku melarangku menerima makanan dari orang asing." Ucap salah Seorang anak laki laki dengan wajah yang sedikit was was.
Semua anak saling memandang raut mereka mengisyaratkan bahwa yang dikatakan teman mereka benar.
Eden sedikit sedih padahal tak ada niat jahat sama sekali dihatinya.
"Tidak. Kak ini pasti berniat baik." Ucap anak yang tadi meminta Eden melempar bola.
Namun itu dibatah semua kawannya. Itu membuat Eden termenung.
"Kak jangan khawatir aku mau di tlaktir makan ko. Ayo pergi." Ucap anak yang membela Eden dengan lagu.
Eden tersenyum dan menguti anak itu.
Dia berlari kepasar tradisional yang ada tak jauh dari lapangan.
Apesnya pasar cukup ramai.
Eden pun berinisiatif mengendong anak itu agar tidak terpisah darinya. Suara bising membuat Eden sedikit gemetar.
"Kau tunjuk jalannya." Ucap Eden menahan rasa takut nya.
"Namaku Hwang ling. Nama kakak siapa." Ucap ling dengan suara imut nya.
"Eden." Ucap Eden yang sedikit berlogat amerika.
Jadi ketika ede mengucap namanya dengan logat Amerika dia seperti teringat sesuatu yang buram.
#Jadi pas Eden nyebut namanya pake logat amerika itu namanya jadi terdengar seperti mengucap "Aiden" \= Eden dilogat setempat.
Eden telah membeli makanan yang ling inginkan ling.
Eden juga sedikit berbincang diperjalan pulang Eden benar benar terlihat seperti kakaknya ling.
Eden mengantar ling pulang karena Eden menyadari kalau efek obat penenang nya mulai hilang.
Dijalan ling mengatakan kalau dia hanya tinggal dengan ibunya yang bekerja direstoran jadi akan pulang malam. Ling menawarkan Eden untuk mampir dirumah ling tapi Eden menolak dengan alasan ada janji dengan teman Eden.
__ADS_1
Dengan raut sedih Ling melambaikan tangan dan berteriak.
"Jangan lupakan aku kak tampan. Aku Ling!!" Seru ling dari kejauhan.
Eden menoleh dan tersenyum sambil meninggal kan tempat itu.
Dia kehilangan arah dia pun mengambil ponsel ditas kecil nya dan menyalakan map.
Eden mendapatkan panggilan dari Yora.
"Hallo tante. Apa terjadi sesuatu." Tanya Eden khawatir.
"Tidak ada. aku hanya memastikan keadaan mu. Apa kamu bersenag senang??." Tanya Yora dengan nada datar.
"Iya aku senang tapi ada yang kurang..." Ucap Eden dengan nada yang sedikit kecewa.
"Kurang?. Katakan apa yang kau butuh kan." Ucap Yora dengan nada peduli.
"Aku butuh tante." Ucap Eden dengan suara yang begitu lembut sedikit menggoda.
Mendengar itu telinga Yora memerah. Pipinya tersipu.
"Baiklah kirim lokasimu sekarang." Ucap Yora dengan nada biasa saja.
Dia berusaha agar tak terlihat suara bersemangat.
"Baik tante. Hati hati dijalan Eden menunggu mu." Ucap Eden dengan perasaan yang senang.
Yora pun mematikan telfon.
Eden pun duduk didekat lapangan.
Jam menunjukkan pukul 3 sore.
Matahari sore menyinari ede dia duduk sambil memegangi ponselnya sambil tersenyum.
Saat dia keluar kamar Seorang maid mengatakan ada tamu untuk Yora.
Itu Adalah Troy.
Melihat Yora yang sudah rapih dan makin cantik dengan bibir pink tipis nya itu.
"Apa kamu punya gangguan pendengaran aku sudah menyuruhmu membawa orang itu malam ini." Ucap Yora.
"Emm bagaimana yaa aku rasa hari ini malam sangat lama. Aku mencari kerumah mu tapi kamu tidak ada. Untung Jj memberitau kalau kau ada disini." Ucap Troy dengan santai lalu duduk.
Yora jadi teringat tentang Brankas itu.
"Baiklah karena sudah disini jadi mana orang yang bisa membobol brankas." Tanya yora yang memang sudah sangat penasaran.
Troy tersenyum picik.
"Siapa lagi kalau bukan orang yang ada didepan mu ini." Ucap nya dengan sombong.
Tanpa pikir panjang Yora pun langsung melangkah dan menyuruhnya mengikuti nya.
"Hei kau sama sekali tidak takjup." Ucap Troy heran karena kemampuan membobol brankas itu hal yang ilegal.
Yora diam dan menuju kamar orang tua Yora dan menunjukan prankas yang ada dibalik foto Eden.
Troy pun mengiyakan dia berusaha memutar kode nya dengan hati hati. Pecobaan pertama gagal.
Yora makin penasaran.
__ADS_1
"Apa kau membohongi ku." Ucap Yora yang mulai meragukan Troy.
"Dengar ini brankas Russia sulit membobol nya."Terang Troy.
Troy makin tertantang. Dia sangat berhati hati memutar kode nya. dan yaa brankas pun berhasil dibobol.
Dan ternyata didalamnya hanya ada sekotak peper klip dari besi dan Klip beukuran cukup besar.
Troy sangat kecewa dengan apa yang ditemukan.
"Siapa yang menyimpan paper Klip usang ini. Kenapa harus dalam brankas." Gumam Troy.
Yora nampak berfikir keras.
Troy hampir menyentuh paper klip itu tapi dihentikan oleh Yora.
"Jangan disentuh!." Seru Yora karna Yora yakin ini bukan benda yang bisa diremehkan.
Namun Hati Troy tersenyum karena Yora menyentuh tangannya.
Yora meminta agar Troy menganti sandi agar sewaktu waktu iya bisa membukanya.
Dalam keadaan terpana Troy menuruti Yora.
Yora teringat dengan Eden Dia pun segera mengusir Troy. Troy mulanya tak mau dan bersikeras ikut.
Yora menolak dengan tegas dan langsung pergi sebelum pergi iya mengatakan terimakasih telah membantu nya.
ditengah jalan sudah hujan Yora sudah meninggal kan Eden lebih dari satu jam.
Dan lagi Edek cukup jauh.
Yora segera tancap gas.
Dia pun sampai dan memarkirkan mobil. Dia turun sedikit jauh dari Eden.
Yora keluar dengan raut yang merasa bersalah sambil membawa payung.
dia melihat Eden tetap duduk walaupun hujan cukup deres sambil menunduk dan memegangi ponselnya.
#Tenang gays hp Eden ngak mati kena ujan ko.
Yora melangkah lalu berhenti. Tatapan nya menatap ke Eden.
Eden masih membuka dan mematikan ponsel menunggu kabar dari Yora.
Eden basah kuyup tersiram hujan.
"Eden.!" Seru Yora.
Eden langsung menoleh dan raut nya begitu bahagia.
"Tante!." Eden langsung berdiri tanpa ragu.
Raut Yora menjadi datar dipikir an nya masih terpikir kecurigaannya pada Eden namun melihat Eden begitu polos Yora tak sanggup menuduhnya sebelum ada bukti pasti.
Eden berdiri didepan Yora sambil tersenyum manis seakan benar benar menantikan Yora.
"Maaf membuat mu menunggu." Ucap Yora sembari menjatuhkan payung nya dengan sengaja.
Eden pun segera mengambil payung nya dan memayungi Eden.
"Air hujannya sangat dingin." Ucap Eden memayungi tante nya sambil saling menatap.
__ADS_1
"Eden tidak apa apa ko yang paling penting tante sudah datang." Ucap Eden dengan raut polos nya tanpa menghiraukan rasa dinginnya.
Suasana romantis berlangsung.