
Keadaan Eden membaik hari ini dia cukup bahagia.
Eden ada dimobil bersama paman haza kekampus untuk mengambil surat keluar nya.
Mungkin cukup lucu karna Eden keluar kuliah sedangkan iya belum kuliah lama.
Namun kekuatan Eden untuk mencari alasan sangat banyak.
Eden memakai jaket casual karena cuaca cukup dingin.
Eden sampai dan kebetulan ini jam istirahat.
Eden turun mengikuti langkah paman Haza.
Tanpa disadari seseorang menahan tangan Eden.
Eden menoleh dan itu adalah Hyun-Jae.
Dia nampak tergesa-gesa.
Eden menatap mata Hyun jae yang lebam.
"Kau,,Kau pemilik perusahaan besar itu?!" Ucap Hyun jae.
Eden menatap Hyun jae dengan bingung.
"Perusahaan yang mana. emm,,Aku punya banyak cabang perusahaan." ucap Eden.
"Benar kau kaya. Kau tau rumah yang aku tinggali digusur dan keluarga ku berantakan!!." Ucap Hyun jae sedikit meneteskan air mata.
Eden melihat air mata itu mendengar kata keluarga nya hancur Eden tak kuasa.
Banyak anak lain yang melihat ini.
Mendengar suara paman Haza menoleh menatap Eden. namun Eden memberikan isyarat agar paman menyelesaikan urusan nya di kampus.
Eden menarik Hyun jae karena ini cukup memalukkan.
Eden memilih ruang musik kampus kebetulan disana tak ada orang. Wajah Hyun jae begitu muram.
__ADS_1
Eden mengambil dua bangku untu diduduki namun Hyun jae menjatuhkan diri dan bersujud kepada Eden. Eden sampai terkejut.
" Karna kau sangat kaya aku tidak punya harga diri didepan mu. Aku sangat memohon padamu tebus kembali apartemen keluarga ku." suaranya bercampur dengan air mata.
Eden masih tak mengerti.
" Anu,, Hyun-Jae kau bisa duduk dan cerita kan dulu masalahnya dengan jelas siapa yang membeli apartemen mu, perusahaan atau orang pribadi yang membeli nya." Ucap Eden.
" Bangun lah aku punya banyak uang kau tidak perlu khawatir." Ucap Eden sambil membantu Hyun jae duduk di bangku.
Hyun jae terdiam sambil menunduk namun air matanya benar benar menetes.
"Baiklah coba ceritakan perlahan kejadian nya."
Ucap Eden.
" Kau boleh menunduk jika merasa malu bercerita sambil menatapku." Ucap Eden yang berusaha mengerti.
Hyun jae menceritakan kalau apartemen nya di jual oleh sang pemilik. Jadi sistem apartemen nya seperti dikontak dan membayar setiap bulan. Namun beberapa hari lalu semua yang tinggal di apartemen nya mendadak di gusur bahkan tidak mendapat asuransi pemilik apartemen mengatakan bahwa asuransi telah digunakan untuk membayar seluruh tagihan listrik dan air, sisanya digunakan untuk menutup kurang beberapa orang yang menunggak.
Hal itu kurang adil tapi tidak ada yang bisa menolak para penghuni apartemen Hyun jae umumnya adalah orang orang dengan ekonomi menengah kebawah jadi mereka tidak bisa melakukan apa apa.
Walaupun Hyun jae tidak memberi respon yang kecewa didalam hatinya dia sangat lah bersedih hati. Dia sangat suka berkumpul dengan keluarga nya walapun hidup sederhana.
Ahir Ahir ini dia bekerja part time sampai kurang tidur tapi uang nya tetap tidak akan cukup untuk menyewa apartemen.
Dia merasa hampir mati memikirkan uang dan kampus. Dia sangat perlu uang tapi dia dituntut punya nilai harian yang bagus karena dia dapat biaya beasiswa.
Eden mendengarnya dengan baik dia paham bagaimana rasanya tidak berada di samping keluarga.
" Maka dari itu mohon bantuannya. Aku, Aku akan melakukan apapun untuk menebus kebaikan mu." Ucap Hyun jae suaranya jelas penuh keputusasaan.
"Aku rela melakukan apapun untuk kebahagian ibuku dan Adikku. Lalukan apapun semau mu padaku!!"Ucap Hyun jae semakin menangis.
Eden tersenyum sambil mengedipkan kedua matanya.
"Kau mengatakan nya seakan aku orang yang mesum yahh haha." Ucap Eden sembari tertawa kecil.
Eden tau Hyun jae mudah kesal.
__ADS_1
"Hei bodoh aku serius tau, aku tidak bercandaan!." Ucap nya yang tiba tiba memukul Eden.
Namun seketika iya menunduk dan meminta maaf karena dia tau dia sangat membutuhkan bantuan Eden.
"Baiklah aku akan membantu mu." Ucap Eden.
Hyun jae langsung bersujud kembali kepada Eden serentak sembari berterimakasih.
"Hei sudah jangan bersujud begitu!." Seru Eden sembari kembali memaksa Hyun jae duduk.
"Tenangkan dirimu aku akan mencari beberapa informasi pembeli apartment mu dulu. Karna mendapat asuransi kemungkinan pembelinya bukan orang pribadi aku akan membeli properti itu." Ucap Eden sembari merogoh ponsel nya.
Eden menelfon tantenya.
"Iya Eden ada apa?." Ucap Yora dengan nada lembut.
"Tante bisa cek apa perusahaan membeli properti di daerah XXX 01." Tanya Eden.
"Tunggu, tumben kau menanyakan properti yang dibeli perusahaan. Apa terjadi masalah?."
Ucap Yora keheranan.
"Tidak, tidak ada masalah besar." Ucap Eden.
Hyun jae mendengar keakraban Tante nya dan Eden.
"Oh begitu, Tunggu sebentar biar kucari datanya." Ucap Yora yang serius mencari data komputer nya.
Yora diam sesaat.
"Ah ketemu!." Ucap Yora terdengar responsif.
"Jadi perusahaan kita yang membeli??." Ucap Eden.
"sebelum itu, sejak kapan kamu punya teman??." Tanya Yora dengan nada datar.
"Oh Maksud ku Hyun jae Tante dia kan temanku." Ucap Eden.
Yora terdiam......
__ADS_1