Sugar Baby

Sugar Baby
Keluarga Yora.


__ADS_3

Hari berlalu Yora ada dikamar rumahnya membuka sebuah album foto.


Dia kembali ke rumahnya dengan cukup sulit Eden yang merengek membuat Yora menjanjikan akan kembali ke rumah Eden secepatnya.


Yora duduk menghadap jendela besar cahaya malam membuat kulitnya terlihat hampir seputih salju.


Piyama cream elegan itu menambah keanggunan Yora.


Yora memangku album foto. Banyak Potret kehidupannya dulu.


Mulai dari foto di asrama atau lebih tepatnya tempat bagi anak anak yang ditelantarkan.


Yora melihat nya foto dirinya diantara banyak anak yang bernasib malang.


Yora mengingatnya ditempat yang terlihat riang dan penuh kegembiraan banyak penderitaan yang tak terlihat. Makanan yang kadang kekurangan bahkan terkadang yora terpaksa berbagi makanan dengan beberapa orang.


Jika dimusim dingin anak anak yang tidur di kasur lantai tipis harus saling berpelukan Karna selimut tipis Yang ada tidak cukup menghangatkan mereka.


Walaupun ada beberapa anak yang diadopsi tetapi tak banyak yang mendapat keluarga yang baik.


Yora cukup beruntung dia bertemu ayah Eden ketika bekerja disebuah taman pribadi.


Ternyata ayah Eden suka healing ditempat yang rindang seperti taman.


Yora ingat saat itu ayah Eden yang begitu rupawan dan ramah tersenyum dan mengajari Yora menanam beberapa pohon kecil.


Yora yang lusuh dan berbadan kecil itu masih cukup malu dan canggung.


Perlu diketahui saat itu ibu Eden masih belum mengandung Eden jadi umur Yora masih sekitar 9 tahunan.


yang membuat ayah Eden salut pada Yora adalah saat ditanya apa dia merasa sedih dan kesusahan dipanti.


Yora dengan lantang mengatakan semua yang terjadi dipanti dia menangis saat itu dia mengatakan teman temannya lapar jadi harus bersedia membantu pekerjaan orang dewasa.

__ADS_1


Yora yang sekecil itu membuat hati ayah Eden tersentuh Tentu saja bagi ayah Eden yang terlahir kaya pun tak bisa membayangkan bagaimana anak sekecil Yora telah tersiksa begitu pedih.


mulai saat itu ayah Eden membiayai panti dengan uang yang cukup banyak. Yora pun menjalani hidup yang lebih baik hingga dewasa.


Dia bahkan menyelesaikan kuliahnya.


Yora merasa hangat dengan keluarga eden.


Yora juga telah bekerja keras agar ayah Eden tidak pernah kecewa.


Namun masalah besar itu datang diwaktu yang tidak tepat.


Yora segera kembali tersadar.


Dia menutup album foto itu.


Yora duduk di ranjang nya memegang ponsel dan memesan sesuatu diponsel nya.


#Pagi dirumah eden


Eden tau Hyun jae pasti sangat terkejut karna apartemen yang iya beri sangat mahal bagi Yora.


Seperti biasa Paman Haza siap mengantar Eden dengan mobil sport nya.


Setelah sampai Eden datang ke tempat tamu VIP.


Eden melihat Hyun jae dan seorang bapak berpawakan tinggi dan kurus.


Dia mengenakan kacamata dengan baju formal kantor.


Eden tau itu pasti ayah Hyun jae karna mata dan bibir mereka mirip.


Eden dengan sopan membungkuk kecil memberi salam.

__ADS_1


Ayah Hyun jae juga membungkuk memberi salam.


Eden duduk saling berhadapan. Paman Haza juga duduk di samping Eden dan berhadapan dengan Hyun jae.


Wajah Yora masam dan lesu.


"Sebelumnya saya sangat meminta maaf karna menggangu waktu anda." Ucap ayah Hyun jae.


Eden tersenyum ramah.


"Tidak perlu bicara formal. Tidak perlu minta maaf juga Karna saya punya banyak waktu luang om." Ucap Eden memecah suasana hening dan mencekam.


"Saya tau pasti Om sangat khawatir dan marah karna mengira Hyun jae melakukan hal yang tidak tidak sampai membawa barkode apartemen mewah." Ucap Eden yang telah tau situasinya dari raut Hyun jae.


"Benar. Putri ku ini lumayan ceroboh jadi. Walaupun kami dalam keadaan kesusahan saya sebagai ayah Hyun jae sangat berterima kasih atas niat baik Eden. Kami tidak bisa menerima apartmen ini." Ucap ayah Hyun jae menjelaskan.


"Ayah...." Ucap Hyun jae langsung terpotong.


"Diam nak." Ucap ayah Hyun jae.


Wajah Hyun jae begitu kecewa.


Eden mulai berfikir. Dia tida bisa membiarkan ini begitu saja karna telah berjanji.


"Aku lupa kalau Hyun jae bisa bekerja untukku." ucap Eden sambil menggaruk rambut nya.


"Paman tolong siapkan pekerjaan untuk Hyun-Jae." Ucap Eden menoleh ke Paman Haza.


Paman Haza mengangguk. Dia membuka tablet yang selalu iya bawa.


"Lihat, aku akan bekerja dengan benar dan giat jadi ayah jangan berfikir aku menggunakan cara kotor!." Suara Hyun jae menggema.


Mata ayah Hyun jae melolot kecil memberi peringatan.

__ADS_1


"Sekali lagi trimakasih tapi Hyun jae hanya perlu fokus belajar. Sekali lagi saya minta maaf tidak bisa memberi ijin Hyun jae berkerja kepada anda." Ucap ayah Hyun jae yang langsung pamit dan menarik tangan putrinya itu.


Mata Hyun jae berkaca menoleh Eden.


__ADS_2