
#Pagi
Eden belum bangun namun Yora sudah bangun bahkan sudah sempat mandi. Sedangkan Eden masih tertidur pulas.
Sesekali Yora menatap wajah Eden. Cuaca pagi yang cukup cerah membuat wajah Eden sedikit berkeringat dan memberikan efek glow pada wajah Eden.
"Bagaimana bisa kulit nya berkilau seperti berlian." Ucap Yora dengan suara kecil.
Yora membuka lemari besar Eden dan mengambil satu set jas bergaris dengan warna hitam sedikit berkilat.
Yora juga sudah meminta beberapa maid untuk Membawakan roti isi dan segelas susu hangat. Karena Yora sedikit malas memasak.
Eden mulai membuka mata dan melihat Tante nya berdiri dipojok kamar sambil memandang keluar jendela.
Yora menyadari bahwa Eden bangun dia pun menoleh sambil tersenyum kecil.
Bagi Eden itu adalah senyum an hangat yang tak bisa ditolak.
Eden mulai duduk.
"Selamat pagi, Malaikat." Ucap Eden. Rambut nya sedikit berantakan namun itu tidak mengurangi ketampanan nya.
Eden menyadari kalau ponselnya tidak ada dimeja.
Yora melangkah mendekat i Eden.
"Bayi yang malas dan kurang ajar sudah bangun yaa. kupikir lebih baik kau tetap tidur." Ucap Yora dengan pelafalan seperti tak mau Eden bangun.
Eden tertawa kecil karena sedikit merasa bersalah.
"Padahal tante mencuri ponsel ku." Ucap nya dengan raut memelas.
__ADS_1
"Tapi menyalakan bahwa aq kurang ajar." Ucap Eden sembari menunduk dan sedih.
Namun dimata Yora Eden sungguh seperti seekor kucing yang putus asa karena tak mendapatkan makanan.
"Jiwa kemanusiaan ku terkoyak." Ucap Yora dalam hati yang tak mampu membiarkan Eden sedih.
" Sudah lah ini ponsel mu aku kembalikan." Ucap Yora sambil menyodokan ponsel milik Eden.
Seorang maid datang membawa roti isi dan beberapa camilan ringan dan segelas susu.
"Ini roti yang nona pesan." Ucap maid itu sembari menyodorkan nampan dengan sopan.
"Sekarang kamu boleh pergi." Ucap Yora.
"Ini ambil sarapan mu." Ucap Yora dengan nada datar.
Yora tak mau terlihat bahwa dia khawatir pada Eden kecil nya yang begitu imut dan polos.
Eden memangku nampan berisi roti isi.
Dia mulai memakan roti itu sesuai permintaan Yora.
"Tante,." Undang Eden.
"Iya ada apa?." Ucap Yora sembari duduk disofa kamar Eden dan memainkan ponselnya.
"Bukankah jika sepasang suami istri sah harus tidur dikamar yang sama." Tanya Eden pada Yora.
Yora hanya mengangguk karena dia sedang asik dengan ponselnya.
"Kalau begitu, Menikah lah dengan ku tante!." Ucap Eden dengan nada cukup lantang.
__ADS_1
Sebenarnya Eden hanya mengangap jika tidur dikamar yang sama dengan seseorang akan mengurangi kesunyian malam.
Maka dari itu Eden yang tau jika ayah dan ibu nya selalu tidur dikamar yang sama iya terpikir kan tentang menikah.
Dia mengira dengan menikah Eden bisa terus punya teman yang menemaninya dikamar saat malam tiba.
mendengar kata menikah Yora kaget.
"Apah,,bisa kau ulangi sekali lagi. Aku tidak dengar dengan jelas." Ucap Yora yang masih tak percaya dengan apa yang iya dengar.
"Yaa,,Menikah lah dengan ku." Ucap Eden dengan raut yang super imut dan menggemaskan.
"Haha." Ucap Yora tertawa.
Sebenarnya Yora hanya tak mau terlihat girang dan memilih untuk tertawa.
Yora juga tak mungkin membiarkan Eden menikahi perempuan seperti dirinya.
Karena dia merasa hina dihadapan pemuda polos yang suci didepannya. Dia juga terpikir kan tentang kejadian meniduri Eden.
Yora pun melangkah ke Eden.
Lucunya Eden yang penuh harapan itu membuat Yora makin tak tega dia tak mampu membohongi dirinya.
"Jika mau menikah kamu harus punya alasan." Tanya yora sambil mendekat ke Eden.
"Emm, Alasan yaa...." Ucap Eden yang berfikir keras.
Dia mengingat ingat banyak kenangan yabg dilalui bersama tante nya.
"Tante sangat berharga. Bahkan seperti Seorang malaikat. Bagaimana bisa Eden sebahagia sekarang jika bukan karna tante." Ucap Eden dengan sungguh sungguh......
__ADS_1