Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 17


__ADS_3

Dari dalam mobil Geo memindai ke arah luar. Mengamati seorang wanita dalam balutan dress panjang dengan motif sketch yang baru keluar dari mobil. Hanya dengan cara seperti ini ia bisa menuntaskan perasaan rindunya.


Rindu yang selalu membuat hatinya berisik dalam sunyi. Kehilangan begitu menyesakkan, menyisakan perih yang sulit diobati. Sama-sama mencintai ternyata tidak membuat mereka bisa bersama selamanya.


Wanita yang terus Geo pandang itu memasuki toko cake sambil menggandeng tangan sang suami. Setiap kali melihat pemandangan menyakitkan itu hatinya seperti ditikam belati berkali-kali. Namun tidak membuatnya jera mengamati wanita kesayangannya dari jauh.


Ketukan di kaca mobil membuat pengamatan Geo terjeda. Pria itu mengumpat dalam hati melihat siapa yang mengganggunya.


"Ternyata kau masih setia mencintai istri orang," sindir seorang pria yang serupa dengan dirinya. Leo memberikan senyuman mengejek saat Geo menurunkan kaca mobil.


"Mau apa kau muncul di hadapanku?" Sengit Geo.


"Cuma mau memastikan kalau kembaranku ini masih hidup," jawab Leo tak acuh sambil bersiul.

__ADS_1


"Ck, harusnya kau yang mati bedebah!!" Geo berdecak menghidupkan mobil ingin pergi. Namun niatnya terhenti saat melihat seorang perempuan keluar dari toko cake dan Leo bergerak cepat menghampiri perempuan itu. Jantung Geo berdetak cepat, khawatir Ara menganggap itu dirinya.


“Arghh!” Geo menggeram.


Kenapa ia masih sepeduli ini, padahal sudah ada Guntur yang menjaganya. Ia tidak memiliki tanggung jawab apapun untuk menjaga Ara dan memastikan perempuan tersayangnya itu baik-baik saja.


Inginnya membenci, namun sampai detik ini ia tak pernah bisa membenci sosok Minara Yumna yang masih menetap di hatinya.


Sebelum Leo mendekati Ara, Geo bergerak cepat keluar dari mobil, menarik kembarannya dan memberikan bogeman mentah di wajah.


Perempuan yang terkejut melihat dua pria yang saling serang itu langsung berteriak. "Abaaang!" Pekiknya memanggil sang suami, tentu saja ia tahu yang mana Geo mantan kekasihnya walau wajah dua orang itu seperti pinang dibelah dua.


"Pergi brengsek sebelum kubuat kau masuk liang lahat!!" Geram Geo tidak berhenti menyerang Leo. Walau pria yang berwajah mirip dengannya itu tak tinggal diam saat mendapatkan serangan darinya.

__ADS_1


Leo menyunggingkan senyuman miring, puas bisa membuat Geo terpancing emosi. "Sepeduli itu kau padanya sampai memukul saudaramu sendiri."


"Kau bukan saudaraku, aku tidak punya saudara brengsek sepertimu!!" Sentak Geo memberikan tendangan sekali lagi sebelum akhirnya memilih menjauh saat melihat Guntur mendekati Ara. Perempuan itu sudah aman, jadi tidak perlu ia ada disana.


"Ara gak papa?" Guntur datang langsung merangkul bahu istrinya. Perempuan itu menggelengkan kepala meringsek dalam pelukan sang suami.


"Geo," panggil Guntur pada pria yang berjalan menuju mobil tanpa menoleh ke arah mereka. Pria itu tidak menyahut, "terima kasih." Ucapnya walau tidak mendapat jawaban.


Geo langsung melajukan mobilnya pergi dari area itu tanpa menoleh ke kanan dan kiri lagi. Tidak ingin melihat kemesraan sepasang suami istri itu di depannya.


Berkali-kali tarikan napas panjang ia lakukan, namun tidak membuat sesak di dadanya lega. Pria itu kembali ke apartemen untuk berganti pakaian kemudian berangkat ke kantor.


Sudah dua minggu ini Geo kembali ke dunia nyata, berhenti bersembunyi di balik kabar kematiannya. Tidak keluar pun sama saja, Leo sudah mengetahui kalau dirinya masih hidup. Jadi tidak ada gunanya lagi dia bersembunyi seperti yang Papanya inginkan.

__ADS_1


Walaupun takdirnya nanti mati di tangan Leo tidak jadi masalah. Tidak ada lagi yang perlu ia khawatirkan saat tidak berada di dunia ini. Minara Yumna sudah bahagia dengan takdir barunya.


__ADS_2