Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 54


__ADS_3

Perempuan dalam balutan khimar peach itu geleng-geleng kepala mendapati teleponnya diputus sepihak oleh sang suami.


Mengabaikan tingkah aneh Geo, Aish mengajak Rena berkeliling. Mengenalkan ruangan-ruangan yang ada di rumahnya. Dan juga memberitahu tempat mana saja yang tidak boleh dimasuki.


Untuk kamar pribadi, Aish memilih membersihkan sendiri. Selama tidak darurat, ia tidak ingin ada orang lain yang masuk ke kamar pribadi mereka.


Usai berkeliling Aish kembali ke kamar untuk melaksanakan kewajibannya. Selesai sholat ia membuka balutan perban di tangannya yang basah. Perihnya masih terasa bahkan membengkak.


Dengan berat Aish menghela napasnya. Akhir-akhir ini ia kesulitan untuk mengendalikan emosi. Entah apa yang ada dipikirannya sampai melukai diri sendiri seperti ini.


"Umma," panggil Geo tiba-tiba. Langsung memeluk Aish dari belakang, ia suka memanggil Aish seperti itu. Panggilan yang seharusnya diucapkan oleh anak-anaknya nanti.


"Mas kok pulang beneran." Kaget Aish, pikirnya Geo bercanda saat mengatakan ingin pulang tadi.


"Gak seneng banget suami pulang, kamu kan belum makan. Ini tangannya pasti masih sakit, jadi susah buat nyendok nasi." Melepaskan pelukannya Geo mengambil alih membersihkan luka istrinya. Menggantikan perban dengan hati-hati.


"Bisa kok, makannya pelan-pelan Mas."


"Hem," Geo hanya menjawab dengan deheman. Menandakan ia sedang serius dan tidak ingin diganggu.


Aish tidak bersuara lagi, namun pandangannya enggan beralih dari sang suami yang tengah serius. Saat sedang serius seperti ini, wajah suaminya itu terlihat semakin tampan saja.

__ADS_1


"Jangan terlalu dipandangin, nanti pengen hm." Geo berdiri setelah selesai menggantikan perban. Lalu beranjak mengambil sesuatu yang tadi ia bawa.


Aish mendengus kecil, melirik malas suaminya yang mulai kepedean.


"Aku tadi lihat orang jualan ini di depan sekolahan SD. Banyak anak-anak yang beli, jadi kepengen beli juga." Katanya memberikan kresek putih pada Aish.


Aish membelalakkan mata, "buat apa beli cilok sebanyak ini Mas?" Tunjuknya pada kresek yang dipenuhi oleh benda-benda bulat kenyal itu.


Dalam hatinya bertanya-tanya, apa suaminya tidak tahu dengan makanan yang bernama cilok. Beli sepuluh ribu saja sudah cukup.


Geo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil menyengir lebar, "buat kamu."


"Tadi cuma beli pake uang satu lembar kok," cicitnya kemudian saat menyadari tatapan sang istri yang mulai menajam.


"Mas sakit?" Tanyanya yang keheranan dengan tingkah sang suami hari ini.


"Iya, pengennya dipeluk." Ujar Geo manja, menyuapi paksa istrinya dengan makanan yang baru dibelinya tadi. Entah apa tadi namanya, ia hanya ingin melihat Aish memakan itu.


"Mas tadi gak mampir di kuburan kan?" Aish melirik kesal sang suami yang sangat bersemangat menyuapkan cilok kemulutnya. Mulutnya sampai penuh, belum selesai mengunyah Geo sudah menyuapinya lagi.


"Enggak, aku cuma mampir beli ini buat kamu." Sahut Geo tanpa merasa bersalah sudah membuat mulut Aish penuh. Pipi istrinya itu sampai menggembung lucu, membuatnya semakin bersemangat.

__ADS_1


"Gruaakk!!"


Aish memuntahkan seluruh makanan yang ada di mulutnya. "Kamu kesambet apa sih Mas?" Kesalnya sambil menahan sakit, matanya sampai berair.


"Aish!!" Pekik Geo langsung mengambil tissue membersihkan mulut sang istri. Tangannya yang lain mengusap-usap di bagian belakang.


"Aku cuma pengen lihat kamu makan itu. Maaf ya," ucap pria itu sedih.


Aish menghela napas panjang. Melihat wajah sendu itu membuat Aish merasa bersalah sudah kesal pada sang suami. Padahal niat suaminya itu ingin memperhatikannya.


"Aku yang minta maaf udah marah-marah," Aish tersenyum menepuk pipi Geo dengan tangan kirinya. Meskipun keheranannya belumlah sirna. "Nanti aku makan lagi, aku ganti baju dulu ya."


Geo mengangguk kecil, bibirnya mengulas senyum mendengar Aish akan memakan lagi jajan yang dibelinya itu.


🍃


"Mas gak kembali ke kantor?"


"Sebentar lagi," Geo masih betah melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


Sudah berapa kali Aish mendengar kata sebentar yang keluar dari mulut suaminya itu sejak satu jam yang lalu. Namun Geo tidak juga melepaskan pelukannya. Sampai sang suami tertidur pulas. Lagi-lagi Aish dibuat keheranan.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih?" Aish mengangkat pergelangan tangan Geo, mencari gelang hitam yang melingkar disana. Ingin memastikan kalau benar-benar suaminya yang sedang tidur sekarang.


__ADS_2