Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 34


__ADS_3

"Leo ada disekitar sini," bisik Geo pada Pandu sebelum kembali duduk di depan penghulu. Asistennya itu mengangguk kecil, tahu harus melakukan apa tanpa perlu dijelaskan panjang lebar.


Tidak berapa lama mempelai wanita memasuki ruangan. Aish diapit oleh sepupu dan tantenya, adik Abi Zayid.


Geo tersenyum tipis menyambut perempuan dalam balutan gaun pengantin syar'i berwarna putih tulang yang longgar, sehingga tidak menonjolkan lekuk tubuhnya. Hijab wanita itu dibuat menjulur panjang menutupi dada.


Syukurlah Aish bisa dengan cepat mengendalikan diri. Ia bukannya kejam tidak paham pada perasaan Aish. Hanya saja sekarang bukan waktu yang tepat untuk wanita itu meluapkan emosi.


Aish gelagapan saat Geo mengulurkan tangan membantunya untuk duduk. Uluran tangan Geo membuat jantungnya berdebar kencang. Dengan ragu Aish menyambut tangan pria yang sudah berstatus sebagai suaminya. Hingga terjadi adegan Aish menarik ulur tangannya dengan wajah bersemu merah menahan malu.


Membuat para tamu undangan senyam-senyum gemas sendiri. Hal itu mematahkan asumsi orang-orang yang termakan berita palsu karena sudah berpikir kalau Aish perempuan murahan seperti yang tersebar di media sosial.


Geo yang jadi ikutan gemas menarik tangan Aish dengan lembut, lalu mendudukkan di sampingnya.

__ADS_1


Setelah keduanya duduk, penghulu memberikan arahan agar Aish mencium tangan suaminya. 


Geo seperti tersengat aliran listrik ketika Aish menempelkan bibir di telapak tangannya. Ada yang bergetar dalam dada. Entah perasaan apa yang tengah menghinggapi dirinya. Apakah ini pertanda kalau dia memiliki ketertarikan pada wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.


“Sekarang Mas Geo kecup kening istrinya kemudian berdoa,” ucapan Pak Penghulu mengembalikan kesadaran Geo yang tengah tertegun.


Pria itu menangkup pipi Aish lalu menempelkan bibir di kening sang istri.


Saat bibir Geo menyentuh kening, jantung Aish dibuat semakin berisik seperti gendang yang sedang ditabuh, bersahut-sahutan. Kalau saja memiliki riwayat penyakit jantung, mungkin ia sudah harus dilarikan ke rumah sakit.


Rangkaian akad nikah selesai, kedua pengantin baru itu menandatangani buku nikah. Setelahnya Geo menyematkan cincin keluaran terbaru F-Jewelry yang sengaja ia desain untuk Aish. Alora Ring yang menjadi pilihannya. Deretan ukiran berlian melapisi bagian depan dan mata berlian round yang klasik.


Cincin Alora representasi dari perempuan ceria, cerdas, optimis dan juga kuat. Dengan bersamanya Geo berharap Aish bisa lebih kuat dan ceria. Melupakan hari-harinya yang buruk, ia akan menemani wanita itu untuk melewati masa-masa sulitnya. Tapi hingga kini, setelah akad selesai terucap Geo masih belum berani berjanji bisa mencintai Aish.

__ADS_1


Aish yang hanya meminta mahar seperangkat alat sholat ketika Geo menanyakan keinginannya cukup terkejut dengan cincin yang pria itu sematkan. Terlebih pada mahar yang Geo berikan, sertifikat rumah yang sudah atas nama dirinya.


“Jadilah kuat seperti cincin berlian ini, dia harus melewati berbagai rintangan agar bisa menjadi indah dan bernilai tinggi.” Ucap Geo sangat pelan yang hanya bisa didengar oleh Aish.


“Terima kasih,” Aish tidak kuasa untuk menahan air matanya yang ingin terjatuh.


“Tidak apa kalau ini tangis bahagia,” Geo menghapus butiran bening yang masih mengambang di bulu mata Aish.


Kalimat itu membuat tangis Aish benar-benar pecah. Geo hanya tersenyum untuk menguatkan. Namun sesaat kemudian wanita itu menghentikan tangisnya. "Make upnya rusak," lirihnya pelan.


"Gak masalah, asal hatimu lega. Lihatlah, disini tidak ada orang yang menghakimimu." Beritahunya, orang yang melihat cara Geo memperlakukan Aish dengan romantis memuji pria itu.


Ucapan selamat berdatangan hingga Aish menunduk malu ketika Ustadz Adam berdiri di hadapannya. Sungguh ia sudah tidak memiliki wajah di depan pria itu.

__ADS_1


Setelah kejadian dimana ibunda Adam datang dan Abi menyetujui pembatalan pernikahan mereka, Ustadz Adam tidak mengajar di pesantren lagi. Tidak juga datang menemuinya untuk menjelaskan. Hal itu membuat Aish merasa seperti sampah yang menjijikkan.


__ADS_2