
Seperti permintaan ibu hamilnya ini, dengan berat hati Geo membiarkan sang mama memeluk istrinya.
"Istirahat Sayang, Aish masih capek kan." Bisik Geo setelah mama mengurai pelukannya.
"Jangan marah-marah lagi," pinta Aish dengan manja.
Wanita yang tengah hamil tua itu semakin menggemaskan saja. Geo sampai ingin menerkamnya kembali.
"Iya Sayang, ayo Mas antar ke kamar." Katanya membantu si bumil berdiri lalu menuntun ke kamar.
"Janji, gak boleh marah sama Mama." Peringat Aish sebelum sang suami kembali ke ruang tamu.
"Kalau gak khilaf ya," jawab Geo dengan kekehan. "Umma istirahat, hm."
"Nanti boong lagi," rajuk Aish dengan wajah merengut.
"Istirahat Sayang," titah Geo setelah memberikan kecupan di kening. "Atau mau Mas ajak olahraga lagi nih."
"Mas," rengek Aish memukul tangan Geo kesal. Suaminya itu hanya menanggapi dengan kekehan.
Tangan Geo tidak berhenti memberikan elusan di puncak kepala sampai Aish tertidur dengan nyaman. Menatap wajah cantik perempuan hamil yang sedang terlelap itu Geo jadi bimbang. Ia hanya takut wanitanya ini marah besar kalau tahu dirinya tetap balas dendam pada Leo.
"Terbuat dari apa sih hati kamu ini Sayang," gumam Geo. Beruntungnya dia memiliki malaikat tak bersayap ini.
"Semoga hati anak-anak luasnya sebesar hatimu, yang selalu sabar menghadapi siapapun." Tidak seperti dirinya yang sangat mudah terpancing emosi, harap Geo.
"Geo," mama menyusul sampai ke depan pintu kamar.
__ADS_1
Sang putra menatap ke arah pintu dengan wajah datar. Perempuan paruh baya itu memberanikan diri untuk masuk mendekati putranya.
"Mama akan pastikan kalau Leo tidak muncul dihadapanmu lagi. Maafkan Mama, Nak." Mohonnya sendu.
"Geo gak tau Mah, bisa maafin Mama atau enggak." Pria itu tidak mengalihkan tatapannya dari wajah damai Aish yang tertidur.
"Mama gak maksa, kalau memaafkan Mama sangat sulit kamu lakukan. Gapapa gak dimaafkan," pasrah sang mama.
Geo diam tidak menanggapi, kekecewaannya sangat besar pada mama. Ia tidak suka ada orang yang merendahkan istrinya. Dan mama pernah melakukan itu di hadapannya.
"Mama pulang, titip cucu Mama ya." Pamit calon nenek itu, putranya masih diam tidak menanggapi.
🍃
Geo memutuskan berdamai dengan keadaan demi sang istri. Meski sangat ingin menyeret manusia brengsek itu hidup-hidup. Tapi Aish lebih penting untuknya. Setiap hari istrinya itu meminta agar dirinya melupakan dendam yang sudah terpatri pada saudara kembarnya.
Mereka sudah sepakat melakukan operasi untuk mengeluarkan si kembar dari perut Aish. Selama dua bulan terakhir ini mama juga sering mengunjungi Aish untuk memperbaiki hubungannya.
"Sudah Mah," jawab Aish dengan tersenyum. Akhirnya dia bisa merasakan kasih sayang seorang ibu kembali. Setelah kepergian ummi, Aish benar-benar merasa kesepian hanya tinggal berdua dengan abi.
"Kamu rileks aja jangan terlalu cemas. Semua pasti baik-baik saja," perempuan paruh baya itu meyakinkan menantunya yang sejak seminggu terakhir ini terlihat cemas akan proses melahirkan.
"Makasih Mah," perempuan hamil itu memeluk mama mertuanya dengan sayang. Seperti tidak pernah terluka atas perbuatan sang mertua.
"Terima kasih sudah kasih Papa menantu perempuan hebat," Ferdinand menepuk bahu putranya dengan bangga. Melihat istri dan menantunya saling menyayangi membuatnya ikut merasakan bahagia.
Geo hanya menanggapi dengan senyuman, wanitanya itu benar-benar luar biasa. Mau memaafkan mama juga papa dengan setulus hati.
__ADS_1
"Mas," panggil Aish melihat sang suami yang berdiri di tengah pintu kamar. Kehamilan kembar membuat wanita hamil itu keberatan membawa tubuhnya.
"Mah keluar dulu," Ferdinand memberikan waktu pada sepasang suami istri itu untuk berduaan sebelum mereka berangkat ke rumah sakit.
"Kenapa Sayang, kangen Papa jenguk hm." Goda Geo ketika hanya tertinggal mereka berdua di kamar.
"Mau gendong," ujar Aish sambil merentangkan tangan.
"Berat Sayang," Geo mengganti permintaan istrinya dengan pelukan lalu mengecup di pipi gembulnya.
"Jadi aku gendut?" Aish pura-pura merajuk dengan wajah cemberut.
"Berat bukan berarti gendut Sayang, disini ada tambahan dua orang. Nanti setelah mereka besar kita tambah lagi ya," Geo mengedipkan mata menggoda.
"Ish, ini aja belum dikeluarin Mas."
"Mas masih bisa masukin kok Sayang." Geo menyahut dengan tawa gelak karena mendapat cubitan cinta di perutnya.
"Terima kasih ya karena sudah rela susah payah mengandung anak-anak. Papa sayang Umma, I love you." Ungkap Geo benar-benar dari hati, sudah tidak ada lagi masa lalu yang membelenggunya. Sekarang dunianya sudah terisi penuh oleh Aishabella.
"Kamu sudah cinta sama aku Mas?" Tanya Aish tak percaya.
"Maunya apa, hm." Gemas Geo menggigit pipi gembul istrinya.
"Makasih udah berjuang mencintai perempuan yang tidak sempurna ini. Umma juga sayang Papa." Ujar Aish dengan mata berkaca-kaca semakin mengeratkan pelukannya pada sang suami. Keduanya saling meresapi perasaan masing-masing. Dan kata cinta yang baru mereka akui.
...🌹Tamat🌹 ...
__ADS_1
Terimakasih telah membersamai Mas Geo dan Mbak Aish. Mohon maaf kalau cerita ini tidak sesuai dengan ekspektasi kalian🙏.