Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 72


__ADS_3

"Aarghh," Geo mengerang frustasi setelah sambungan teleponnya terputus. Bukan khawatir Aish mengkhianatinya, tapi ia lebih khawatir kalau Leo menyakiti Aish dan anak-anaknya.


"Tenang dulu Tuan," Pandu yang berada di samping sang bos menenangkan. Asisten Geo itu langsung bergerak cepat untuk melacak keberadaan Aish dari nomor telepon yang barusan menghubunginya. 


Itulah bodohnya Leo, tidak berpikir sebelum bertindak. Sampai mereka memiliki celah untuk menemukan keberadaan Aish. Dan Geo bersyukur untuk itu. Dengan kemunculan Leo memudahkannya untuk menemukan keberadaan Aish.


Sambil menunggu Pandu menemukan lokasi keberadaan sang istri, Geo memutuskan untuk menghubungi Ken. Pria itulah yang sudah menyembunyikan istrinya. Yang sialnya sangat sulit untuk Geo temukan keberadaannya.


"Mau apalagi kau menghubungiku? Walau kau bersujud di kakiku sekalipun, aku tidak akan memberitahu keberadaan Aish padamu."


Baru telepon tersambung, Geo sudah mendapatkan kalimat yang sangat tidak mengenakkan. Andai bukan karena Aish, ia tidak akan mau berhubungan dengan pria sombong sekelas Ken.


"Perintahkan semua anak buahmu ke kamar Aish. Istriku sedang berada dalam bahaya, sedikit saja anak dan istriku terluka. Kau akan aku seret ke jeruji besi," kesal Geo pada pria yang sudah membantu Aish untuk kabur darinya. 

__ADS_1


Ken menanggapi hanya dengan tertawa, tidak peduli pada ancaman Geo.


"Sekarang Kenzi Aydan Atthallah!!" Geram Geo karena sangat khawatir dengan Aish. Ia tahu betul bagaimana gilanya Leo.


"Kau ternyata sangat tidak sopan!!" Ken berdecak, hanya menganggap suara Geo angin lewat.


"Tidak penting kesopananku Ken. Sekarang juga perintahkan anak buahmu ke kamar Aish!!" Teriak Geo kesal.


"Untuk apa aku mengikuti keinginanmu?" Ken menjawab dengan santai. 


"Tuan, Saya sudah menemukan posisi Nyonya Aish." Beritahu Pandu, memperlihatkan titik lokasi yang ditunjukkan oleh ponsel pintarnya.


"Walau kalian menemukan tempat dimana Aish tinggal sekarang. Tapi tidak akan bisa menemuinya." Ken tertawa gelak membayangkan kekesalan di wajah Geo. Pria itu patut disiksa karena sudah menyia-nyiakan wanita sebaik Aish.

__ADS_1


"Anda terlalu percaya diri Tuan Ken yang terhormat. Andai penjagaanmu sebagus itu, istriku sekarang tidak sedang dalam bahaya bersama Leo." Sindir Geo yang sudah malas meminta tolong pada Ken


"Apa?" Mendengar satu nama itu Ken langsung mematikan sambungan telepon dan menghubungi orang-orangnya. Beberapa hari ini kembaran Geo itu memang sering membuat rusuh di sekitar villa miliknya.


"Bodoh!!" Geo mengumpat, menghubungi pihak kepolisian daerah setempat. Setidaknya itu bisa membantu sebelum dia berada di tempat itu.


Sementara di tempatnya berada, Aish yang tadi mengamuk tubuhnya ambruk di tempat tidur karena pengaruh obat.


Leo membenarkan posisi perempuan hamil itu. Melihat wajah cantik Aish yang tertidur membuat bibirnya tersenyum.


"Kenapa selalu Geo yang menjadi orang paling beruntung di dunia ini. Kasih sayang mama papa, perusahaan dan sekarang wanita. Aku dapat apa? Bahkan aku terusir dari keluargaku sendiri. Tidak adil bukan?" Curhatnya seraya membelai pipi lembut Aish.


"Sebentar saja aku ingin seperti ini," Leo melingkarkan tangannya memeluk tubuh gempal Aish yang sekarang lebih berisi. Namun malah tubuh lainnya yang bereaksi.

__ADS_1


"Kau makin sexy saja," gumamnya melepaskan penutup kepala Aish lalu menciumi aroma sampo yang ada disana. Sejak awal bertemu, wanita ini sudah berhasil memancing jiwa kelelakiannya.


"Kita main-main sebentar sebelum pergi dari tempat ini," seringaian iblis terbit Dari bibir Leo.


__ADS_2