Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 18


__ADS_3

"Assalamualaikum," sapa Adam pada Aish yang tengah menunggu kedatangannya di ruang tunggu. Mereka sudah membuat janji ketemuan langsung di butik untuk melakukan fitting terakhir.


Wanita dalam balutan hijab salem dan gamis warna senada itu menjawab salam sambil tersenyum simpul. Karena sang calon suami harus mengisi pengajian terlebih dulu, jadi Aish memilih berangkat sendiri agar Adam tidak repot menjemputnya.


"Maaf sudah membuat menunggu, anak ini lama banget dandannya." Adam menyenggol bahu sang adik yang memasang wajah tengil. Hari ini mereka mau fitting gaun pengantin.


"Kok aku yang disalahin, Abang yang kelamaan pulang jadi aku ketiduran." Seru Aisyah tidak terima disalahkan. Gadis itu mendekati Aish dan merangkul tangannya. "Mbak kok mau sih nerima Abang yang ngeselinnya nauzubillah ini," hasutnya.


"Astaghfirullah Ai, jelekin Abang jangan di depan orangnya langsung juga."


"Abang itu sudah jelek, jadi aku gak perlu susah payah jelekin lagi." Ledek Aisyah, berlindung dibalik tubuh calon kakak iparnya saat sang abang ingin menjitak. "Jangan siksa aku!" Pekiknya penuh drama sampai para pegawai di butik menoleh ke arah mereka.


"Mas..." tegur Aish dengan kekehan. Sudah mengubah panggilan Ustadz dengan Mas karena paksaan pria yang kini berstatus sebagai calon suaminya itu.


Ia sudah bisa berdamai dengan dirinya sendiri lagi setelah dua minggu menenangkan diri. Berfokus pada acara pernikahannya yang akan dilaksanakan dua minggu kedepan.


"Jadi kamu belain anak nakal ini," Adam pura-pura merajuk.

__ADS_1


"Astaghfirullah Abang, belum jadi istri gak boleh sok manja gitu. Aku bilangin ayah tahu rasa," Aisyah mencebikkan bibir.


Adam ingin mengomeli sang adik, namun terpangkas oleh kedatangan perempuan cantik yang ia kenal sebagai pemilik butik.


"MasyaAllah calon pengantin sudah datang, maaf ya kalian jadi menunggu," ucap Erina ramah.


"Gak lama kok Mbak, kita juga baru datang." Aish menjawab dengan tak kalah ramah pada wanita yang berusia lebih tua beberapa tahun darinya.


"Kalian sudah siap?" Tanyanya pada Aish dan Adam yang dijawab anggukan kemudian beralih pada Aisyah. "Kamu juga mau ikut fitting, hm?"


"Mau, tapi sekalian dengan calonnya juga. Disini dijual gak Kak," Aisyah menyahut dengan cengiran lebar.


Selesai melakukan fitting dan masalah gaun sudah beres, Adam langsung mengantar Aish pulang. Karena jamnya sudah mepet, Aish harus mengajar di TPA. Adam menawarkan diri untuk sekalian mengantar, namun wanita itu menolak tidak ingin merepotkan. Ia bisa menggunakan jasa taksi online ke sekolah.


🍃


Langit masih cerah walau hari sudah sore, selesai mengajar tadi Aish buru-buru pulang. Badannya terasa lelah, kesibukan mengurus berkas-berkas pernikahan dan banyak hal membuat istirahatnya berkurang.

__ADS_1


Saat menunggu ojek online Aish dikejutkan oleh sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya.


"Mau sekalian bareng, saya juga mau ke pesantren." Tawar pria yang baru menjadi murid sang Abi.


"Saya sudah pesan ojek Mas," tunjuk Aish pada motor yang berhenti tidak jauh darinya.


Pria itu turun dari mobil kemudian mendekati ojek online. Menyerahkan selembar uang berwarna merah yang baru dikeluarkannya dari dompet. Lalu meminta driver ojek itu untuk pulang setelah mengatakan penumpangnya tidak jadi minta antar ke tujuan.


"Kok disuruh pulang," kaget Aish. Pria yang ia kenali sebagai Geo itu bertindak tanpa persetujuannya.


"Sekalian bareng saya aja," paksanya membukakan pintu mobil penumpang di samping kemudi.


Dengan sangat terpaksa dan perasaan tidak enak Aish masuk ke mobil. Setelah ini pasti akan ada desas-desus lagi, karena orang menganggapnya dekat dengan Geo.


"Mampir ke rumah saya sebentar ya, ada yang ketinggalan." Izin pria itu seperti orang kebingungan setelah menoleh ke kursi belakang.


Aish tidak menyahut, tanpa persetujuannya pun pasti mobil akan tetap melaju. Hingga mereka tiba di sebuah rumah yang sepi dan jauh dari pemukiman penduduk.

__ADS_1


Wanita itu mengernyitkan kening, kalau tidak salah dengar dari Abi, Geo tinggal di apartemen. Dan kalaupun di rumah, pasti rumah yang pernah ia dan Adam kunjungi. Perasaannya semakin tidak enak, mencium hal yang tidak beres dari murid baru Abi ini.


__ADS_2