Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 29


__ADS_3

"Abi kalau capek duduk segera istirahat ya. Aish tinggal ke kamar dulu," pamit Aish pada Abi yang sedang santai di ruangannya sambil membaca kitab saat ia mengantarkan Geo ke sana.


Abi Zayid mengangguk dengan senyuman kecil terukir di wajahnya. Wajah kokoh yang sudah mulai keriput itu nampak lelah dan banyak pikiran. "Minta Bibi buatkan minuman ya Nak," pintanya yang diangguki Aish.


"Nak Geo mau minum apa?"


"Apa yang ada aja Bi, yang gak ngerepotin." Jawab Geo, matanya mengedar ke seisi ruangan.


Di ruangan itu terdapat dua rak buku yang berisi kitab-kitab tebal. Dan satu rak buku berisi buku-buku ilmu pengetahuan. Ruangan dengan aksen putih abu itu terasa menenangkan. Hening, tidak berisik, sangat cocok untuk mengistirahatkan jiwa yang lelah.


"Abi sakit apa?" Tanya Geo basa-basi setelah Aish meninggalkan mereka. Kini hanya ada mereka berdua di ruangan berukuran enam kali empat meter itu.


"Biasa faktor usia," jawabnya seraya menutup kitab. Dan mengajak Geo duduk di sofa kecil yang ada disana.


"Lama gak kemari, lagi sibuk banyak kerjaan ya?"

__ADS_1


"Gak sibuk Bi, cuma gak mau ngerepotin Abi dan buat kalian dapat masalah lagi aja." Sahut Geo dengan mata tertuju pada sebuah foto keluarga.


Dalam foto itu terdapat seorang anak perempuan yang sedang tersenyum ceria diapit oleh ayah dan ibunya. Ia belum pernah melihat Aish tersenyum seceria itu, senyuman yang mungkin sudah lama hilang. Mengingat bagaimana traumanya Aish dengan kepergian sang ummi.


Abi Zayid tersenyum hangat menatap Geo, kemudian berkata diikuti kekehan kecil. "Hadirnya masalah menandakan kalau kita ini masih bernyawa. Belum mencapai garis finish, karena masih ada perjalanan panjang dan berliku yang harus kita lewati. Sepanjang jalan itu akan ada banyak kerikil kecil. Sesekali juga akan ada bongkahan besar yang menghalangi laju langkah kita. Membuat kita harus berusaha lebih keras lagi untuk melaluinya. Pilihannya ada dua, terus maju atau mundur."


Geo tidak menimpali, dalam benaknya membenarkan perkataan Abi Zayid. Seperti dirinya yang masih bisa bernapas dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan hidup karena tugasnya di dunia ini belum selesai. Walau inginnya mungkin lebih baik mati, daripada tersiksa oleh perasaan rindu dan patah hati yang mendominasi diri.


Sejenak ruangan itu hening.


Abi Zayid menyahut tanpa suara, menunggu apa yang ingin diutarakan oleh pemuda di sampingnya.


"Biarkan saya yang mengambil tanggung jawab menjaga putri Abi. Saya mungkin tidak bisa menjanjikan cinta untuknya. Tapi saya akan melindunginya," ujar Geo serius.


Saat melihat perempuan itu digoda seperti tadi membuatnya terpikir untuk menikahi Aish. Dengan begitu ia bisa melindungi kehormatannya, walau bagaimanapun Aish mengalami hal berat ini karena dirinya.

__ADS_1


"Apa kamu masih merasa bersalah?"


Geo diam tidak menjawab, jawabannya adalah ya. Dia merasa bersalah atas perbuatan yang tidak ia lakukan. Geo bisa mengabaikan pandangan tidak baik dari orang-orang padanya. Tapi tidak dengan Aish yang dianggap menjadi perempuan murahan dan hina.


"Nak Geo," Abi Zayid menatap teduh pada Geo.


"Iya Abi."


"Menikah itu untuk menyempurnakan separuh agama. Menjalani hidup suka dan duka bersama pasangan. Saling mencintai, saling mengisi, saling menguatkan dan saling mengingatkan satu sama lain dalam hal kebaikan. Agar bisa bersama-sama mencapai surga-Nya."


Abi Zayid menjeda ucapannya sejenak, "nanti akan ada banyak rintangan dalam berumah tangga. Kalau kamu meminta Aish hanya untuk membayar rasa bersalah. Abi khawatir kalian akan gentar ketika menghadapi badai pernikahan. Jadi Abi tidak bisa memberikan Aish untuk kamu kalau alasannya itu."


Lagi-lagi Geo dibuat terdiam. Ingin melindungi Aish dari pandangan jelek orang-orang tapi dia tidak bisa menjamin mampu mencintai perempuan itu nantinya.


"Berhenti merasa bersalah, putri Abi baik-baik saja. Dia anak yang kuat," Abi Zayid meyakinkan.

__ADS_1


Geo sangat yakin, Abi Zayid pasti tidak tahu kalau Aish sering dilecehkan dengan kata-kata dan diperlakukan rendah.


__ADS_2