Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 57


__ADS_3

Tidak ingin berlama-lama di rumah sakit, setelah cairan infus habis Geo memaksa ingin pulang. Di rumah sakit ia tidak bisa leluasa menempel pada istrinya.


Setelah diperiksa dokter obgyn Aish positif hamil dan kemungkinan kembar karena ada dua kantung janin di rahimnya yang terlihat. Semoga saja memang benar-benar kembar, Abi pasti sangat senang kalau tahu dia bisa memberikan dua cucu sekaligus.


"Aish," panggil Geo dengan rengekan saat sang istri beranjak dari tempat tidur.


Aish menarik napas panjang berulang kali, setelah pulang dari rumah sakit tadi dan sampai sore ia tidak boleh kemana-mana.


"Peluk sini," panggil Geo lagi. "Papa mau peluk anak-anak," rengeknya saat Aish tidak mau mendekat.


"Peluknya sudahkan Mas?" Aish bosan juga kalau tidak diperbolehkan kemana-mana.


"Jangan jauh-jauh, kepalaku pusing kalau gak nyium bau kamu." Geo tidak terima penolakan menarik Aish yang sudah mendekat lalu membenamkan wajah diantara dua squishy yang terbungkus rapi.


"Mas," pekik Aish ketika tangan Geo mulai nakal.


"Umma diam aja. Ini anak-anak lagi minta di elus hm," modus Geo.

__ADS_1


Wanita hamil itu menggeliat-geliat saat sang suami dengan sengaja berhenti di area yang sangat sensitif. Ia terpekik kala squishynya yang jadi sasaran Geo.


Masih dengan tatapan tanpa dosa Geo bermain disana. Sepertinya anak-anak ingin menghukumnya agar tidak bisa berjauhan dengan sang istri. Karena Aish terlihat sangat menggoda, padahal istrinya itu menggunakan pakaian tertutup. Sama sekali tidak menggoda, tapi bagi otak mesumnya itu menggoda.


"Sakit Mas," lirih Aish dengan tatapan sendu. Napasnya terasa berat dengan jantung yang berdetak cepat. Ia ingin mendapatkan lebih dari sekedar sentuhan.


"Umma mau," bisik Geo yang diangguki Aish cepat.


Pria itu tersenyum senang, tubuhnya tiba-tiba seperti mendapat kekuatan tambahan. Mana lemasnya tadi, huh. Kalau tahu ini obat lemasnya ia tidak perlu ke rumah sakit. Memang dasar anak-anak sedang minta dijenguk, pikirnya.


Sementara dari tempat yang tidak diketahui keberadaannya seorang pria mengumpat kasar.


"Damn," tubuhnya memanas melihat aktivitas suami istri itu di sore hari.


"Aku akan memilikinya Ge, tidak peduli ada anakmu di dalam sana. Semua yang jadi milikmu akan menjadi milikku!" Leo membanting benda-benda yang ada di mejanya.


Sejak bertemu wanita itu dia sudah tertarik, dalam tubuh yang tertutup rapat itu terdapat keindahan. Keputusannya untuk memasang cctv di kamar itu ternyata menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


🍃


Geo memeluk istrinya yang tertidur bermandikan peluh. Entah apa perasaannya saat ini, namun sekarang ia tidak bisa jauh-jauh dari Aish.


"Papa akan belajar mencintai kalian," ucapnya mengecup bibir Aish singkat.


Aish melenguh merasakan benda kenyal yang menempel di bibirnya. Lalu menggerak-gerakkan bibir lucu.


"Umma ya," ujar Geo gemas malah memberikan jari telunjunya untuk sang istri mainkan.


"Hah!" Geo berdecak kasar saat telunjuknya yang di **** Aish memberikan sensasi lain. "Sekali lagi mungkin tidak apa." Batinnya yang kemudian melakukannya sekali lagi dengan hati-hati.


Aish membuka mata saat merasa tubuhnya kembali terisi, ingin berteriak tapi masih menikmati.


"Jangan pasang wajah menggemaskan seperti itu, bisa menggoda Papa." Geo mengakhiri kegiatan singkatnya dengan memberikan kecupan di seluruh pipi Aish. Setelah ini ia bertekad ingin puasa menjenguk, agar anak-anak tidak protes di temui setiap hari.


"Brengsek Geo!!" Kepanasan, Leo membanting ponsel di tangannya. Sial, sempat-sempatnya mereka melakukan dua kali. Ia harus bertindak cepat.

__ADS_1


__ADS_2