Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 50


__ADS_3

"Istighfar Aish," bisik Geo lembut membawa istrinya dalam pelukan hangat yang menenangkan. Dengan hati-hati membuka kepalan tangan Aish yang masih menggenggam pecahan piring.


Geo tidak menghiraukan mama yang meminta bantuannya untuk bangun. Tidak menyangka mama malah memperlakukan Aish dengan buruk.


Apa yang sudah mama lakukan sampai jilbab Aish tergeletak di lantai. Istrinya ini tidak mungkin mendorong mama tanpa sebab. Pasti mama yang membuat ulah lebih dulu sampai Aish marah.


Ia tidak menaruh curiga saat mama meninggalkannya di ruang tengah sendirian. Terlalu berlebihan kalau Geo sampai mengawasi Aish yang bersikeras ingin mencuci piring di rumahnya. Jadi ia tidak melarang istrinya untuk mencuci piring.


Setelah berhasil membuat pecahan piring terlepas dari genggaman Aish, Geo mencuci tangan yang berlumuran darah itu ke wastafel.


"Sakiiitttt!!" Aish mengerang kesakitan saat lukanya terkena air menciptakan rasa perih.


Geo sampai memejamkan mata untuk meredakan emosi. Tidak banyak bicara, ia membawa Aish ke kamar. Mengabaikan mama yang memanggil namanya ingin dibantu berdiri. Geo bisa melihat mama yang hanya pura-pura kesulitan bangun karena ingin menarik perhatiannya.

__ADS_1


"Geo, Mama tidak suka sama istri gilamu itu!!" Teriakan mama membuat amarah Geo semakin menggunung. Kalau saja perempuan itu bukan ibu kandungnya mungkin saja Geo sudah memberikannya peringatan.


Aish masih menangis sesenggukan saat Geo membawanya masuk ke kamar. Sesekali bibir mungil itu mengeluh kesakitan sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang terluka.


"Tadi Mama apain?" Tanya Geo lembut mendudukkan Aish di sofa sambil menunggu pelayan yang sudah diperintahkannya untuk ke kamar melalui interkom.


Geo juga sudah menghubungi papa untuk segera pulang. Ia tidak tahu papa pergi kemana hari libur seperti ini, tidak mungkin berangkat ke kantor.


"Ma ma," ucap Aish terbata saat teringat sudah mendorong mama mertuanya. "Tadi aku dorong Mama Mas," pekiknya ketakutan setelah sadar apa yang dilakukannya beberapa saat yang lalu. Geo pasti akan memarahinya karena sudah berbuat kasar pada mama. Tapi respon sang suami malah sebaliknya.


"Mama jambak kamu?" Tanya Geo dengan mata membulat. Salah apa Aish sampai mama berbuat sekejam itu.


Dengan takut Aish menganggukkan kepala pelan sambil menunduk.

__ADS_1


Geo mengepalkan tangan dan menghela napas kasar berkali-kali untuk mengurai emosi. Melihat itu Aish semakin dibuat ketakutan. Takut Geo marah padanya.


"Maaf," lirih Aish yang membuat Geo semakin merasa bersalah karena tidak bisa melindungi istrinya dengan baik.


"Aku yang minta maaf karena meninggalkanmu sendirian," Geo mengecup kening Aish lama. Hatinya ikut sakit saat melihat Aish terluka.


Aish menggeleng, mengangkat tangannya yang terluka sambil meniup-niupnya. "Aku yang salah Mas," ucapnya ditengah rasa perih yang mendera.


Semakin sakit saja hati Geo melihat betapa lembutnya hati Aish. Bahkan setelah diperlakukan mama dengan kasar masih bisa minta maaf. Ia selalu berusaha menjaga Aish dengan baik agar perasaannya tidak terluka. Tapi mama malah membuat Aish terluka fisik dan hatinya.


Tidak lama seorang pelayan datang membawakan kotak obat. Geo sendiri yang mengobati tangan Aish dan membalutnya dengan perban. Tangan yang terluka itu merupakan tangan yang dulu juga pernah terluka. Ini kedua kalinya Aish menyakiti dirinya sendiri yang Geo tahu. Entah apakah dulu istrinya sering berbuat nekat seperti ini juga.


Geo mengucapkan terima kasih pada pelayan dan memintanya pergi untuk meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Selesai mengobati tangan Aish, Geo membawanya dalam pelukan. Tidak sedetikpun Geo melepaskan Aish dari pelukan, sampai akhirnya sang istri tidur dalam posisi duduk.


Geo masih enggan melepaskan pelukan dan membaringkan Aish. Seakan kalau dilepas akan ada yang menyakiti Aish lagi. Kenapa orang terdekatnya sangat hobi menyakiti Aish yang sama sekali tidak bersalah.


__ADS_2