Takdir-Ku Kamu

Takdir-Ku Kamu
Part 70


__ADS_3

Pijatan lembut di kepala membangunkan Geo yang tengah terlelap. Setelah Mama dan Papa Ferdinand pulang tadi ia tertidur.


Di rumah Geo hanya di rawat Bi Siti saat siang hari. Dan setelah jam pulang kantor Pandu yang menemaninya.


"Abi," lirih Geo saat membuka kelopak mata. Ayah mertuanya itu menatap dengan lembut. Abi Zayid tidak menyalahkannya atas kepergian Aish.


"Mau periksa ke rumah sakit?" Abi Zayid sebenarnya kasihan melihat kondisi menantunya.


Namun ia tidak bisa memberitahu dimana keberadaan putrinya. Dia sendiri saja tidak tahu dimana Aish tinggal. Hanya mendapatkan sepucuk surat yang mengatakan kalau putrinya itu baik-baik saja dan tidak perlu mengkhawatirkannya.


"Mau disini saja Bi," Geo menepuk-nepuk bantal di sampingnya. Sangat rindu Aish berada disana menemaninya tidur. Sekarang tidak ada lagi wanita yang selalu di godanya itu.


"Abi belum dapat kabar dimana Aish?" Tanyanya dengan sendu. Geo meminta Abi untuk membujuk Ken memberitahu keberadaan istrinya. Geo sudah datang kesana dan memohon, namun tidak mendapatkan hasil apa-apa.


Abi Zayid menggeleng, mengeluarkan sepucuk surat dari sakunya.


"Aku tahu Aish baik-baik saja, tapi aku mau ketemu dan memastikannya sendiri Bi." Geo menghela napas kasar membaca surat yang hanya ditulis untuk Abi.


Betapa tersiksa Geo ditinggalkan Aish selama berbulan-bulan. Siapa yang memanjakan istrinya yang tengah hamil itu. Siapa yang mencarikan makanan kalau Aish mengidam ingin makan sesuatu. Siapa nanti yang menemani Aish melahirkan, kalau wanitanya itu masih tidak mau bertemu dengan dirinya. Memikirkan itu membuat dada Geo terasa semakin sesak.


"Orang-orangku tidak bisa menembus orang-orang Ken Bi. Bisakah Abi menggunakan Nasya untuk membujuk mereka."

__ADS_1


Geo baru terpikirkan cara itu, Nasya satu-satunya cara yang bisa digunakan untuk mengetahui keberadaan Aish.


"Saat mereka membawa Nasya menemui Aish, orang-orang ku akan mengikutinya Bi." Beritahu Geo akan rencananya, sangat yakin kali ini pasti berhasil untuk menemukan Aish.


"Abi akan coba bicara dengan Nasya nanti Nak, yang penting kamu harus sembuh dulu."


"Aku gak bisa sembuh kalau masih jauh dari anak-anak Bi, mereka suka sekali menghukumku." Sahut Geo dengan kekehan, lihat saja dirinya yang gagah dan sehat walafiat tiba-tiba jatuh sakit karena berjauhan dari anak-anaknya itu. Sungguh sangat lemah bukan.


Abi Zayid ikut terkekeh, "mereka sedang merindukanmu. Makanya makan dulu biar cepat sehat dan bisa bertemu anak-anak secepatnya." Ujarnya memberikan semangat dan membuka rantang yang dibawanya.


"Semua ini makanan kesukaan Aish, makanlah. Pasti gak akan muntah-muntah," Abi Zayid meyakinkan.


Demi menemukan keberadaan istrinya Geo harus kuat dan makan yang banyak. Namun semua itu hanyalah sekedar wacana, karena baru menyuap satu sendok Geo sudah muntah-muntah kembali. Abi Zayid yang melihat keadaan mengenaskan menantunya itu jadi semakin iba.


🍃


Setelah istirahat tadi perut Aish sudah tidak nyeri lagi. Usai sholat ashar perempuan hamil itu ingin membawa dirinya berkeliling di sekitar villa seperti biasa.


"Bi, Aish jalan-jalan sebentar ya." Pamitnya dengan berteriak sambil membuka pintu, karena bibi sedang membersihkan ruang tamu.


Deg

__ADS_1


Jantung Aish berdebar kencang saat melihat siapa yang berada di depan pintu.


"Bibi temani," terdengar suara sahutan dari dalam sana. Namun tubuh Aish mematung di tempat, mengamati setiap inci wajah yang sangat dirindukannya.


Tapi ada yang berbeda, pria itu tidak menggunakan gelang yang Aish kenali. Seketika Aish mundur ketakutan saat sadar siapa orang yang berada di depannya.


"Mereka sudah besar," Leo ingin menyentuh perut Aish namun perempuan itu berlari menjauh.


"Bibi, tutup pintu dan usir orang itu!!" Teriak Aish membawa tubuhnya yang berat berlari ke kamar.


Mendengar suara teriakan itu semua penjaga yang ada di villa mendekat dan menahan tubuh Leo yang ingin mengejar Aish masuk.


Villa ini memiliki banyak penjaga, untuk sampai ke depan pintu saja Leo harus melumpuhkan beberapa penjaga utusan Ken.


"Lepas, dia istriku!!"


"Maaf Tuan, kami tidak bisa membiarkan orang asing masuk ke dalam. Silahkan anda menghubungi Tuan Ken, jika mendapat izin baru kami buka pintu." Ujar penjaga yang menarik tubuh Leo agar keluar dari wilayah penjagaannya.


Leo berdecak kasar. Tentu saja dia tidak akan menyerah begitu saja setelah beberapa bulan melakukan pencarian pada mangsanya.


Rencananya untuk melumpuhkan perusahaan Geo dan mengambil alih perusahaan itu gagal. Kaki tangan kembarannya itu sangat sulit dijinakkan. Maka dari itu rencananya kali ini tidak boleh gagal.

__ADS_1


__ADS_2